Apa itu Kurikulum Deep Learning sebagai Pengganti Kurikulum Merdeka 2025? Siswa dan Guru Wajib Tahu Berikut Penjelasannya
Apa sih yang dimaksud dengan Kurikulum Deep Learning yang baru-baru ini disebut oleh Mendikdasmen baru? Apakah lebih sulit dari Kurikulum Merdeka? Temukan jawabannya di artikel ini.
Tujuan Kurikulum Deep Learning
Lalu, mengapa Prof. Abdul Mu’ti memiliki wacana untuk menerapkan Kurikulum Deep Learning sebagai pengganti dari Kurikulum Merdeka? Apa tujuan Kurikulum Deep Learning?
1. Meningkatkan Pemahaman Siswa
Dibandingkan membahas banyak materi sekaligus seperti yang diterapkan selama ini, akan lebih baik fokus pada pemahaman yang lebih dalam.
Ketika siswa diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi konsep materi lebih banyak, maka mereka akan lebih mengerti apa yang sedang dipelajari.
Siswa diajak untuk benar-benar memahami inti dari pelajaran yang membuat pemahaman mereka akan lebih kuat dan mudah diingat.
2. Mengembangkan Keterampilan Berpikir
Tujuan lain dari apa itu Kurikulum Deep Learning adalah siswa diberi kesempatan untuk berpikir kritis. Merka akan diminta untuk berpikir dan mencari solusi atas masalah yang ada di sekitar mereka.
Tentunya hal tersebut akan membuat mereka lebih kritis dan melihat bagaimana teori yang dipelajari bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Meningkatkan Motivasi Siswa
Ketika kegiatan belajar lebih relevan dan menyenangkan, tentunya akan membuat siswa lebih tertarik belajar. Nantinya pendekatan Kurikulum Deep Learning yang diterapkan akan menghubungkan materi dengan minat mereka, atau bahkan pengalaman sehari-hari yang membuat siswa termotivasi.
Kesimpulannya, Kurikulum Deep Learning akan membuat belajar lebih seru dan menyenangkan dengan tetap mengacu pada materi pembelajaran.
Pendekatan Kurikulum Deep Learning
Selain membicarakan apa itu Kurikulum Deep Learning, Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa kurikulum tersebut memiliki pendekatan-pendekatan utama, yaitu mindful, meaningful, dan joyfull.
Nah, apa saja maksud dari pendekatan Kurikulum Deep Learning itu, berikut penjelasannya:
1. Mindful Learning
Pendekatan pertama Kurikulum Deep Learning adalah mindful. Pendekatan ini bermaksud untuk mendorong pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter unik setiap siswa.
Nantinya, siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga ikut berperan aktif dengan berpartisipasi dalam diskusi dan eksplorasi materi.
Mindful Learning sebagai Metode Pengakuan Keberagaman
Mindful Learning menekankan pentingnya pengakuan akan keberagaman di kelas, karena setiap siswa memiliki latar belakang, minat, dan kemampuan yang unik. Guru diharapkan memahami konteks masing-masing siswa agar pengalaman belajar bisa lebih relevan dan bermakna.
Selain itu, guru diimbau untuk menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan setiap siswa melalui metode diferensiasi.
Metode tersebut melibatkan penyesuaian materi dan metode pengajaran, seperti mengadakan diskusi kelompok, eksperimen, dan eksplorasi materi, yang memungkinkan siswa lebih aktif dalam proses belajar.
Halaman:

