Advertisement
Source : Canva/@kitti-kahotong

Apa Itu Peringatan Maulid Nabi, Sejarah Singkat, Makna & Hikmahnya

Maulid nabi merupakan peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad saw yang dirayakan pada tanggal 12 Rabiul Awal dan diperingati dengan berbagai acara.

31 Agustus 2025 Anang

Perayaan yang ada di Indonesia

Apa itu perayaan Maulid Nabi sebenarnya telah dimengerti oleh setiap umat islam. Di Indonesia yang memiliki penganut muslim terbesar di dunia, hari lahirnya Nabi saw telah dijadikan sebagai libur nasional.

Ada yang menarik dengan perayaan di Indonesia. Rabiul Awal dalam penanggalan Jawa juga disebut sebagai bulan mulud. Ada alasan mengapa penanggalan jawa mengambil nama tersebut.

Hal tersebut tidak terlepas dari Mataram Islam yang memiliki tradisi kuat di masa lalu. Penanggalan Jawa juga merupakan bentuk adaptasi dengan budaya lokal. Inilah yang membuat perayaan Maulid Nabi menarik.

Di Indonesia, acara ini hadir dalam beberapa bentuk. Umumnya, perayaan akan berbentuk pengajian, pembacaan shalawat nabi, hingga pembacaan syair Banzanji. Namun, di beberapa daerah memiliki tradisi berbeda.

60 Lebih Ucapan Hari Maulid Nabi 2025 dan Gambar

Substansi dari apa itu peringatan Maulid Nabi telah mengakar pada setiap budaya. Misalnya yang ada di beberapa desa di Jawa mengambil acara berupa ceramah dan kemudian diakhiri makan bersama.

Di daerah Jawa-Using, acara tersebut diperingati dengan memainkan endhog-endhogan. Acara ini cukup meriah dan biasanya menjadi acara dalam skala besar. Bahkan, acaranya terkadang dilakukan beberapa hari.

Beda dengan yang ada di wilayah Yogyakarta, perayaan tersebut dilakukan setiap tahun dengan nama Sekaten. Acara ini bahkan dilakukan di tempat umum dalam bentuk karnaval atau pawai yang sangat meriah.

Macam-Macam Peringatan Maulid di Indonesia

Perlu kamu ketahui bahwa bukan hanya apa itu peringatan Maulid Nabi saya yang harus dimengerti. Namun, ternyata di Indonesia ada banyak daerah yang memiliki budaya sendiri untuk memperingati hari tersebut.

1. Maudu Lompoa

Ini merupakan salah satu macam perayaan Maulid Nabi yang berasal dari Kabupaten Takalar. Maudu Lompoa juga berarti Maulid Besar. Ini merupakan puncak dari acara peringatan hari lahir Nabi saw.

2. Baayun Mukud

Di Kalimantan Selatan, ada perayaan yang Bernama Baayun Mulud. Ini merupakan perayaan dengan mengayun bayi sambil membaca syair. Tradisi ini bermakna bahwa setiap bayi kelak akan meniru sifat terpuji Nabi.

3. Grebeg Maulud

Keraton Yogyakarta memiliki tradisi unik yang berkaitan dengan budaya islam. Grebeg Maulud menjadi salah satu acara besar dengan membawa 7 gunungan dari keraton ke Masjid Gede Kepatihan dan Puro Pakualaman.

4. Panjang Jimat

Keraton Cirebon juga memiliki tradisi unik sendiri Bernama Panjang Jimat. Acara ini dilakukan di Kasepuan dan Kanoman. Panjang Jimat sendiri ditandai dengan adanya 9x bunyi lonceng Gajah Mungkir.

5. Kirab Ampyang

Kudus juga memiliki tradisi unik bernama Kirab Ampyang. Tradisi ini akan menyajikan makanan yang dihiasi dengan ampyang atau nasi dan kerupuk. Kemudian, makanan tersebut diarak menuju masjid.

6. Muludhen

Madura juga kental dengan budaya islam. Salah satu perayaan yang terkenal adalah Muludhen. Biasanya, acara ini akan diisi dengan ceramah serta shalawat Barzanji dan diakhiri dengan makan bersama.

7. Walima

Di Gorontalo, tradisi Maulid Nabi dinamakan dengan Walima. Acara ini bukan hanya tentang apa itu peringatan Maulid Nabi. Namun juga rasa kebahagiaan dan kebersamaan dari sesama umat islam.

Perbedaan Perayaan Penganut Sunni dan Syiah

Umat islam terbagi dalam beberapa golongan, termasuk Sunni dan Syiah. Keduanya merupakan golongan yang sangat besar dengan keyakinan sendiri-sendiri. Itulah yang membuat ada perbedaan hari saat melakukan perayaan Maulid Nabi.

Secara umum, perayaan yang dilakukan oleh penganut Sunni 12 Rabiul Awal. Sedangkan penganut Syiah melakukan perayaan pada tanggal 17 Rabiul Awal. Hal ini telah terjadi sejak lama.

Contoh Ceramah Maulid Nabi di Sekolah yang Menyentuh Hati di SMA SMK SMP SD

Ada banyak sekali faktor yang membuat kedua penganut ini melakukan peringatan pada hari berbeda. Salah satunya adalah keyakinan dari penganut Syiah tentang Ali bin Abi Thalib serta anak keturunannya.

Umumnya, penganut Syiah melakukan perayaan secara bersama-sama. Namun, di beberapa daerah terdapat sedikit perbedaan. Hal ini kembali lagi pada penghormatan yang begitu besar kepada Ali bin Abi Thalib.

Meskipun terjadi perbedaan, bukan berarti ini jadi masalah. Hal ini justru membuktikan bahwa peringatan Maulid Nabi jadi hal yang sangat sakral. Apalagi sampai diperingati dengan acara besar di setiap daerah.

Halaman:

Advertisement