Apa yang Dimaksud dengan Rekayasa Genetika? Tujuan dan Prinsip Kerjanya
Sering mendengar kata frasa rekayasa genetika namun belum tahu maksudnya? Tuntaskan rasa penasaranmu dengan membaca artikel ini!
Tanpa kamu sadari bahwa beras yang selama ini menjadi bahan makanan utama juga merupakan salah satu produk rekayasa genetika.
Dulu, para petani baru bisa panen setelah usia padi mencapai usia hingga 6 bulan. Ini berarti, panen dalam setahun hanya bisa dua kali.
Namun, sekarang panen bisa terjadi hingga 4 kali dalam setahun karena satu kali tanam hingga panen hanya memerlukan waktu 3 bulan.
Prinsip Kerja Rekayasa Genetika
Sudah tahu apa yang dimaksud dengan rekayasa genetika, manfaat, dan juga tujuannya, kini saatnya kamu mengetahui prinsip kerja dari rekayasa genetika.
Pada dasarnya prinsip kerja atau teknik kerja rekayasa genetika terbagi menjadi dua jenis yaitu sebagai berikut:
DNA Rekombinan
DNA Rekombinan adalah rekayasa genetika yang melibatkan proses penyisipan atau penggabungan gen atau DNA dari suatu organisme ke DNA organisme lainnya.
Pada metode ini, terjamin pasti bahwa produk hasil dari rekayasa genetika akan menghasilkan sifat yang benar-benar baru.
Teknologi Hibridoma
Teknologi hibridoma merupakan jenis rekayasa genetika yang melibatkan penggabungan antara DNA suatu organisme yang sama maupun berbeda.
Penggabungan ini pasti akan menghasilkan sebuah sifat produk yang merupakan kombinasi dari kedua organisme tersebut.
Itulah prinsip dasar dari rekayasa genetika. Yang pertama, rekayasa genetika dengan melakukan penyisipan DNA dan yang kedua, rekayasa genetika dengan melakukan penggabungan DNA.
Agar makin paham mengenai apa yang dimaksud dengan rekayasa genetika, lanjut baca bagian berikutnya untuk mengetahui contoh rekayasa genetika.
Contoh Produk Rekayasa Genetika
Berikut ini beberapa contoh produk rekayasa genetika yang perlu kamu ketahui sebagai pengetahuan dan wawasan:
1. Padi
Benar adanya bahwa tidak ada yang begitu istimewa pada rekayasa genetika. Rasanya tetap sama, warnanya tetap sama, dan kandungan utamanya juga tetap karbohidrat.
Namun, para ilmuwan berhasil memodifikasi DNA padi agar bisa tumbuh lebih cepat. Yang tadinya membutuhkan waktu 6 bulan sekali panen, sekarang hanya butuh 3 bulan sudah bisa panen.
Oleh karena itu, tentunya hal ini amat bermanfaat bagi para petani karena hasil produksi semakin banyak sehingga bisa mendapatkan untung banyak pula.
2. Pisang
Pisang yang sekarang kita kenal dengan banyak variannya juga merupakan hasil rekayasa genetika, lho.
Pisang yang asli atau pisang liar memiliki biji yang banyak namun dagingnya sedikit. Maka dari itu, rekayasa genetika pun dilakukan pada pisang sehingga kita mengenal pisang yang sekarang.
Rasanya manis, ukurannya bervariasi, tidak ada biji, dan bisa kamu temukan kapan pun sepanjang musim.
3. Semangka
Siapa yang tidak terlalu suka semangka berbiji banyak? Wajar saja karena semangka dengan biji yang banyak sungguh mengganggu kenikmatan saat menyantapnya.
Kendati demikian, sekarang ada banyak semangka dengan biji lebih sedikit atau bahkan tidak berbiji.
Nah, semangka-semangka tersebutlah yang merupakan contoh produk rekayasa genetika. Rasanya manis, berair banyak, ukuran besar, namun sekarang bijinya lebih sedikit atau bahkan tidak ada.
Jadi lebih nikmat untuk dinikmati kapan pun tanpa perlu terganggu dengan keharusan memilah bijinya.
Halaman:


