Contoh Bioteknologi Konvensional beserta Mikroorganismenya Lengkap dengan Manfaat dan Ciri-cirinya
Tanpa kita sadari, bioteknologi telah banyak membantu kehidupan manusia sejak zaman dahulu. Contohnya pun banyak dan mudah ditemukan.
Contoh Bioteknologi Konvensional beserta Mikroorganismenya Lengkap dengan Manfaat dan Ciri-cirinya – Pemahaman akan suatu materi akan lebih mendalam bila mengetahui contoh-contohnya.
Sama seperti mempelajari Bioteknologi Konvensional, mengetahui contoh, manfaat, dan ciri-ciri-cirinya akan membuat kamu makin paham. 🦠
Semuanya terbahas tuntas di artikel ini. Yuk, baca hingga akhir! 🧐
Daftar Isi
Ini Contoh Bioteknologi Konvensional beserta Mikroorganismenya Lengkap!

Bila sudah masuk pada bioteknologi konvensional, sudah pasti kamu telah mempelajari apa itu bioteknologi secara umum.
Bioteknologi merupakan keilmuan yang mengintegrasikan teknologi dan mikroorganisme untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia.
Itulah pengertian bioteknologi secara umum. Lalu, apa pengertian bioteknologi konvensional? Simak di bagian selanjutnya, ya!
Pengertian Bioteknologi Konvensional
Secara sederhana, bioteknologi konvensional merupakan jenis bioteknologi yang memanfaatkan mikroorganisme secara langsung untuk menghasilkan barang dan jasa bagi kehidupan manusia.
Contoh mikroorganisme yang telah manfaatkan dalam bioteknologi konvensional adalah bakteri dan jamur dalam proses fermentasi.
Bakteri-bakteri tersebut tidak serta merta langsung ditangani oleh tangan manusia. Manusia hanya menciptakan kondisi yang membuat bakteri tersebut bisa tumbuh.
Bioteknologi konvensional biasanya dilakukan dengan cara yang sederhana dengan tujuan jumlah produk yang banyak.
Agar makin paham mengenai bioteknologi konvensional, simak contoh-contohnya berikut ini:
Contoh-Contoh Bioteknologi Konvensional dan Mikroorganismenya
1. Tempe
Siapa yang tidak tahu tempe? Makanan tradisional Indonesia ini menjadi santapan favorit sehari-hari yang memang bergizi.
Kandungan protein dalam tempe cukup tinggi sehingga bisa memenuhi kebutuhan gizi harian semua anggota keluarga.
Selain itu, tempe juga mengandung asam amino yang baik serta mampu memenuhi kebutuhan gizi bagi tubuh.
Produksi tempe dibuat dengan memanfaatkan proses fermentasi dengan bantuan dari jamur Rhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae yang ada pada kedelai.
3. Kecap
Kecap merupakan salah satu bahan bumbu yang memiliki peranan penting dalam memenuhi gizi dan membuat enak masakan rumah.
Terbuat dari kedelai, sama seperti tempe, kecap juga diproduksi melalui proses fermentasi.
Dalam pembuatan kecap, ada dua jamur yang berperan penting yaitu Aspergillus oryzae dan Aspergillus wentii.
Selain itu, ada juga asam laktat pada kedelai yang membantu fermentasi kecap.
3. Tape
Makanan fermentasi selanjutnya yang merupakan contoh bioteknologi konvensional adalah Tape.
Ada dua macam bahan tape yang lumrah bagi orang Indonesia yaitu singkong dan ketan.
Baik tape singkong maupun tape ketan, keduanya memiliki rasa yang khas ala makanan fermentasi yang segar.
Keduanya memanfaatkan dua mikroorganisme dalam proses fermentasinya yaitu Rhizopus oryzae dan Saccharomyces cerevisiae.
4. Saus
Saus sambal maupun saus tomat ternyata juga merupakan produk dari bioteknologi konvensional.
Dalam pembuatan saus, Aspergillus oryzae kembali berperan sebagai starter. Mikroorganisme ini ditaburkan pada bahan baku sehingga bisa menghasilkan enzim yang mampu mengurai karbohidrat dan protein.
Fakta lainnya, jamur ini pulalah yang memberikan rasa dan aroma khas saus yang selama ini kita konsumsi.
Halaman:

