Advertisement
Source : pixabay.com/@felixioncool

Contoh Bioteknologi Konvensional beserta Mikroorganismenya Lengkap dengan Manfaat dan Ciri-cirinya

Tanpa kita sadari, bioteknologi telah banyak membantu kehidupan manusia sejak zaman dahulu. Contohnya pun banyak dan mudah ditemukan.

8 Januari 2025 Uyo Yahya

5. Acar

Siapa nih yang suka menambahkan acar dalam makanan saat makan? Teruskanlah karena itu merupakan hal yang baik untuk kesehatan.

Perlu kamu ketahui bahwa acar dibuat dengan proses fermentasi juga. Bakteri asam laktat yang berperan dalam fermentasi acar adalah Lactobacillus plantarum.

Pada proses fermentasi acar, bakteri ini memiliki peran untuk menguraikan gula pada bahan acar menjadi asam laktat.

Bioteknologi Konvensional pada Prinsipnya Melakukan Manipulasi pada Faktor?

6. Keju

Contoh bioteknologi konvensional selanjutnya adalah keju. Produk susu yang satu ini termasuk favorit karena sering dimasukkan sebagai topping berbagai makanan.

Mulai dari pasta, pisang goreng, roti bakar, martabak, hingga minuman pun tak lepas dari taburan keju yang nikmat.

Dua bakteri terlibat dalam proses fermentasi keju. Mereka adalah Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus.

Dua bakteri ini terdapat pada susu dan mampu menghasilkan enzim sehingga terjadi penggumpalan protein menjadi bagian yang cair dan padat.

7. Roti

Di luar negeri, roti merupakan salah satu bahan pokok makanan namun di Indonesia menjadi makanan yang termasuk sebagai camilan saja.

Nah, roti juga diciptakan dengan memanfaatkan proses fermentasi sehingga termasuk dalam contoh bioteknologi konvensional.

Mikroorganisme yang berperan pada fermentasi roti adalah Saccharomyces cerevisiae atau lebih dikenal dengan sebutan ragi roti.

Mikroorganisme yang sama juga merupakan bakteri yang berguna dalam proses pembuatan anggur dan bir.

Bakteri ini mampu mengembangkan adonan dan membuat tekstur ringan dan juga berpori pada roti.

8. Anggur

Sama seperti roti, anggur juga memanfaatkan mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae dalam proses pembuatannya.

Bakteri ini mampu merubah gula yang terkandung dalam buah menjadi zat lain yaitu etanol dan karbondioksida.

9. Asam Cuka

Contoh bioteknologi konvensional berikutnya adalah asam cuka. Asam cuka biasa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari sebagai tambahan rasa.

Bahan pembuat asam cuka adalah etanol yang terbentuk pada fermentasi anaerob ragi.

Mikroorganisme yang berperan pada proses pembuatan asam cuka adalah Acetobacter aceti yang berperan melakukan oksidasi etanol sehingga bisa menjadi asam asetat.

10. Yoghurt

Siapa yang suka mencampurkan Yoghurt dalam makanan atau minuman? Nah, ternyata Yoghurt juga termasuk dalam contoh bioteknologi konvensional.

Dua mikroorganisme berperan dalam proses pembuatan Yoghurt yaitu Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. 

Keduanya mampu merubah kandungan laktosa dalam susu menjadi asam laktat dan juga mengentalkan susu sebagai akibat dari pemecahan protein susu.

17 Kelebihan dan Kelemahan Bioteknologi Konvensional dan Modern

11. Kimchi 

Penggemar budaya pop Korea pasti tidak asing dengan yang namanya Kimchi. Sayuran fermentasi ini juga merupakan contoh bioteknologi konvensional, lho.

Lactobacillus dan Leuconostoc berperan dalam pembuatan Kimchi sehingga bisa memiliki rasa yang segar dan tentunya awet meskipun tersimpan dalam jangka waktu lama.

Itulah beberapa contoh bioteknologi konvensional yang perlu kamu tahu. Semuanya memanfaatkan mikroorganisme dalam proses fermentasi sehingga bisa memproduksi produk akhir berupa makanan.

Halaman:

Advertisement