Advertisement
Source : en.wikipedia.org

Bagaimana Kondisi Bangsa Indonesia Sebelum Tahun 1908? Berikut Ringkasannya

Kondisi bangsa Indonesia sebelum 1908 sangat memprihatinkan. Kesengsaraan terjadi dimana-mana. Berikut ringkasan kondisinya, simak sampai tuntas.

1 Januari 2024 Fajar Laksana

Peraturan Kolonial Belanda 

Tentara KNIL
pinterest.com/oudindie

Pemerintahan kolonial Belanda membuat beberapa peraturan yang mengakibatkan penyiksaan pada rakyat Indonesia, di antaranya:

  • Sistem Tanam Paksa

Sistem tanam paksa atau cultuurstelsel mulai diberlakukan oleh Gubernur Van den Bosch pada tahun 1828.

Sistem ini mewajibkan seluruh masyarakat untuk menerapkan kebijakan cocok tanam Pemerintah Hindia Belanda di lahan masing-masing.

Hal ini semakin memperpanjang penderitaan yang dialami rakyat. Pasalnya, hasil cocok tanam tersebut wajib diserahkan kepada pihak Hindia Belanda. 

Kekayaan yang didapat dari keringat rakyat Indonesia tersebut digunakan untuk membangun provinsi dan infrastruktur di Belanda. Sehingga menjadikan Belanda sebagai negara kaya di Eropa.

Selamat Hari Lahir Pancasila, Ucapan dan Doa Hari Lahir Pancasila 2022
  • Devide Et Impera 

Seperti yang disebutkan di atas, Belanda melakukan politik devide et impera dengan tujuan agar kerajaan di Indonesia saling bertikai dan bertempur.

Keuntungannya bagi Belanda, mereka tak perlu banyak berusaha lagi untuk menghancurkan kehidupan masyarakat.

  • Kerja Rodi

Daendels berkuasa di Indonesia sejak tahun 1808 sampai 1811, meski tidak berkuasa lama, Daendels meninggalkan kebijakan yang sangat menindas rakyat Indonesia.

Ia yang bertanggung jawab atas sistem kerja rodi. Rakyat dipaksa membangun jalan dari Anyer hingga Panarukan.

Di Bawah Ini yang Bukan Faktor Tercapainya Integrasi Nasional Adalah?

Perlawanan Rakyat Indonesia

Kondisi Bangsa Indonesia sebelum tahun 1908 masih bersifat regional. Beberapa kali rakyat Indonesia melakukan perlawanan, namun dapat dipatahkan oleh Belanda.

Dilansir dari situs resmi Kemendikbud, berikut adalah beberapa sifat perlawanan rakyat kala itu:

  • Senjata yang digunakan masih sangat tradisional, misalnya golok, bambu runcing, dan senjata tradisional lainnya.
  • Perlawanan masih bersifat kedaerahan.
  • Perlawanan bertujuan bukan untuk merdeka, tetapi untuk mengusir penjajah dari tanah mereka.
  • Dipimpin oleh tokoh-tokoh masyarakat, misalnya tokoh bangsawan dan tokoh agama.
  • Perlawanan hanya terjadi secara musiman.
  • Hasil perlawanan tidak terlihat, bahkan lebih sering gagal.

Dilihat dari sifat perlawanan di atas, rakyat Indonesia cenderung mudah untuk dikalahkan. Kehidupan masyarakat semakin memburuk, serta banyak rakyat yang gugur akibat penindasan Belanda.

Menjelang akhir abad ke-19 pun kehidupan masyarakat belum menunjukkan perbaikan signifikan. Sistem tanam paksa yang diusung Belanda menyebabkan kemiskinan berkepanjangan pada rakyat Indonesia.

Halaman:

Advertisement