Biografi Jenderal Sudirman Singkat dan Lengkap dari Tempat Lahir, Perjuangan, hingga Wafatnya
Penasaran dengan kisah hidup Jenderal Sudirman yang inspiratif? Yuk, simak biografi beliau dari Mamikos berikut ini!
Setelah beliau lulus dari Wirotomo, selanjutnya Soedirman belajar selama satu tahun di Kweekschool (sekolah guru) yang dikelola oleh Muhammadiyah di Surakarta, tetapi berhenti karena kekurangan biaya.
Lalu pada 1936, beliau kembali ke Cilacap untuk mengajar di sebuah sekolah dasar Muhammadiyah, setelah dilatih oleh guru-gurunya di Wirotomo.
Pada tahun yang sama, disebutkan dalam biografi Sudirman bahwa beliau menikahi Alfiah, yakni mantan teman sekolahnya yang juga putri seorang pengusaha batik kaya bernama Raden Sastroatmojo.
Setelah menikah, beliau selanjutnya tinggal di rumah mertuanya di Cilacap agar keluarga barunya bisa menabung untuk membangun rumah sendiri.
Seiring berjalannya waktu, pasangan ini kemudian dikaruniai tiga orang putra; yakni Ahmad Tidarwono, Muhammad Teguh Bambang Tjahjadi, dan Taufik Effendi, tak hanya itu, beliau juga dikaruniai empat orang putri; Didi Praptiastuti, Didi Sutjiati, Didi Pudjiati, dan Titi Wahjuti Satyaningrum.
Jenderal Sudirman Mengajar
Menjadi seorang guru yang sangat idealis, Soedirman biasa mengajarkan murid-muridnya pelajaran moral menggunakan contoh dari kehidupan para rasul juga kisah wayang tradisional.
Salah seorang muridnya bahkan menyatakan bahwa Soedirman adalah guru yang adil dan sabar.
Bahkan, beliau tak segan mencampurkan humor dan nasionalisme dalam pelajarannya, lho. Hal-hal inilah yang membuat beliau populer di kalangan muridnya.
Walaupun guru bergaji kecil, dalam biografi Jenderal Soedirmandisebutkan bahwa beliau tetap bersedia mengajar dengan loyal dan total.
Maka tak heran jika dalam beberapa tahun saja Soedirman telah diangkat menjadi kepala sekolah meskipun sebenarnya tidak memiliki ijazah guru.
Setelah menjadi kepala sekolah, gaji bulanan beliau meningkat empat kali lipat, yakni dari tiga gulden menjadi dua belas setengah gulden.
Saat kepemimpinannya di sekolah, Soedirman juga turut mengerjakan berbagai tugas-tugas administrasi, bahkan sampai mencari jalan tengah untuk para guru yang berseteru.
Salah satu kolega beliau juga menceritakan bahwa Soedirman adalah seorang pemimpin yang moderat dan demokratis.
Bahkan, dalam biografi Jenderal Sudirman disebutkan bahwa beliau aktif dalam kegiatan penggalangan dana.
Penggalangan dana ini dilakukan untuk kepentingan pembangunan sekolah ataupun untuk pembangunan yang lainnya.
Halaman:

