Biografi Sunan Muria Singkat dari Lahir Sampai Wafat beserta Metode Dakwah dan Karyanya

Sunan Muria disebut-sebut sebagai Wali Songo termuda yang metode dakwah dan karyanya hingga saat ini masih sering dibicarakan dan dikagumi.

28 Desember 2023 Nana

Mengenal Lebih Dekat Sosok Sunan Muria

Nama lengkap dan asli dari Sunan Muria adalah Raden Umar Said. Namun, Wali Songo termuda ini jauh lebih dikenal dengan julukan Sunan Muria.

Julukan tersebut dipercaya diambil dari tempat tinggal terakhirnya yakni di wilayah Gunung Muria.

Lereng Gunung Muria yang menjadi tempat tinggal terakhir Raden Umar Said ini berjarak 18 kilometer ke utara dari Kota Kudus.

Selain memiliki akhlak yang saleh, Raden Umar Said juga dikenal memiliki suatu kesaktian saat bertarung.

Ada sebuah versi yang menyatakan bahwa Sunan Muria ini adalah putra kandung dari Sunan Kalijaga. Dua ahli sejarah, A.M Noertjahjo dan Solihin Salam meyakini kebenaran versi ini.

Berdasarkan penelusuran sejarah, pernikahan antara Sunan Kalijaga dan Dewi Saroh binti Maulana Ishaq mendatangkan tiga keturunan. Mereka adalah Raden Umar Said, Dewi Rukayah, dan Dewi Sofiah.

Namun ada juga versi lain yang memiliki informasi yang berbeda. Sumber tersebut mengungkapkan bahwa Sunan Muria adalah putra kandung dari Raden Usman Haji atau yang juga dikenal sebagai Sunan Ngudung.

Karya yang ditulis R. Darmowasito, Pustoko Darah Agung, disebut-sebut berisikan sejarah dan juga silsilah wali dan raja-raja Jawa.

Di sanalah terungkap bahwa Sunan Muria ini merupakan putra dari Raden Usman Haji. Bahkan, ada pula sumber yang menyebutkan bahwa Sunan Muria memiliki darah Tionghoa.

Dalam buku berjudul Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara (1968), penulisnya, Prof Dr. Slamet Muljana menuliskan bahwa ayah kandung dari Sunan Muria, yakni Sunan Kalijaga, adalah seorang kapiten Tionghoa yang bernama Gan Sie.

Sunan Muria juga disebutkan tak begitu pandai berbahasa Tionghoa karena telah berbaur dengan orang-orang suku Jawa.

Sejauh ini, karya Usman Hasyim yang berjudul Sunan Muria: Antara Fakta dan Legenda (1983), bisa digolongkan penelitian awal yang mencoba untuk menelusuri silsilah Sunan Muria secara lebih ilmiah.

Ia juga berupaya untuk membedakan cerita rakyat dengan fakta. Misalnya saja tentang Sunan Muria sebagai keturunan Tionghoa.

Umar lalu mencoba mengumpulkan sejumlah pendapat ahli sejarah. Nyatanya, keabsahan naskah kuno tadi masih cukup meragukan, karena sudah bercampur dengan dongeng rakyat.

Meski begitu, Umar mengaku terkadang terpaksa mengandalkan penafsirannya saat menelusuri jejak perjalanan dan riwayat Sunan Muria saat masih hidup.

Hasilnya, Umar cenderung lebih mempercayai dengan versi yang menyebut bahwa Sunan Muria adalah putra kandung dari Sunan Kalijaga.

Close