Cara Jawab “Contoh Kegagalan Terbesar dalam Hidup” saat Interview Kerja
Saat interview, pasti pelamar akan dihadapkan oleh pertanyaan tentang kegagalan di kehidupan masing-masing. Coba ingat dengan baik-baik, apakah hal itu, tetap santai tanpa perlu terlalu khawatir.
3. Aman
Pilihlah kejadian yang sekiranya tetap aman untuk dibagikan kepada pihak rekruter, jangan terlalu berisiko. Karena bisa berpotensi menjatuhkan karir hingga para HRD tidak tertarik dengan pengalaman tersebut.
Contohnya jangan menceritakan kasus pertengkaran atau perkelahian sesama rekan kerja di tempat lama. Lupa atau telat menghadiri rapat kerja, hingga mengacaukan sebuah proyek bernilai besar.
Apabila kamu adalah lulusan baru (fresh graduate), maka cobalah menjawab dengan kekecewaan atau kesalahan selama berkuliah. Barangkali hal tersebut akan menimbulkan sebuah poin penting di mata HRD.
Misalnya memilih kegagalan ketika berorganisasi atau menjadi bagian kepanitiaan tertentu di kampus. Pengalaman seperti itu akan sangat membantu dalam meniti karir di masa mendatang nanti.
Contoh kasusnya, seorang fresh graduate sempat gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai pengurus di kepanitiaan kampus. Bagikan pengalaman tersebut tanpa melebih-lebihkan, ambil saja sebagai pelajaran berharga.
Apabila sudah pernah bekerja sebelumnya, maka jawablah kesalahan dalam hidup paling besar. Serta kendala apa yang diperoleh dari profesi di tempat sebelumnya, misalnya ketika tidak mencapai target sales.
Cara Jawab “Contoh Kegagalan Terbesar dalam Hidup”, Memberikan Solusi
Tidak hanya memberi pengalaman berupa kesalahan, sertakan penjelasan tentang cara atau penyelesaian dari kesalahan tersebut. Jangan hanya merenung, namun temukan solusi atas masalah kemudian selesaikan secara tuntas.
Jelaskan apa saja yang dapat diambil sebagai pelajaran berharga, misalnya menjadi lebih teliti, lebih perhitungan, lebih cepat, atau lebih bijak. Setiap kejadian pasti mengandung hal baik, tidak murni keburukan saja.
Apabila kesalahan tersebut sudah tidak bisa diperbaiki di masa kini, maka tetap berikan kesan positif. Bisa dengan menceritakan bagaimana Kamu berusaha bangkit dari keterpurukan melalui usaha sendiri.
Menurut The Balance Careers, sebutkan beberapa langkah strategis secara khusus yang bisa dilakukan agar kejadian buruk tersebut tidak terulang di masa depan. Berikan kesan bahwa Kamu selalu memberikan usaha maksimal.
Seorang pelamar juga perlu memberikan komitmen agar tidak mengulangi kesalahannya, karena hal itu sangat penting. Hanya berkata iya di muka saja tanpa perbaikan rasanya adalah percuma saja.
Jika merasa tidak ada pengalaman atau pelajaran berharga, maka hal tersebut akan dipandang HRD sebagai sifat angkuh. Merasa benar dan mampu tanpa belajar, lalu bagaimana ketika nanti sudah bekerja sama?
Jawaban seperti itu terkesan meremehkan, bahkan berpotensi mendapatkan penilaian buruk di mata recruiter. Seperti menggambarkan bahwa seseorang tidak takut mengulangi kesalahan sama sampai berulang kali.
Berikan kesan bahwa sebagai pelamar, tetap belajar sungguh-sungguh dari kejadian di masa lampau. Harus tetap bersemangat dan kembali bangkit untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan kantor, hingga menarik HRD.
Jujur adalah kunci utama ketika menghadapi interview, tidak perlu terlalu gugup, sehingga HRD akan memberikan penilaian terbaik. Tanpa usaha, kamu tidak akan bisa meraih apapun di kehidupan sementara ini.
Halaman:

