Advertisement
Source : Pexels/Artem Beliaikin

12 Cara Melestarikan atau Menjaga Kearifan Lokal di Zaman Modern beserta Alasannya

Dalam artikel berikut, Mamikos akan memberikan kamu beberapa cara untuk menjaga kearifan lokal di tengah kemajuan zaman. Yuk, cek lebih lanjut bagaimana cara dengan membaca artikel ini hingga selesai!

2 Januari 2024 Zuly Kristanto

3. Seni dan Kerajinan Lokal

Seni dan kerajinan tradisional dapat memberikan gambaran ekspresi seni dan keterampilan kreatif masyarakat setempat. Ini bisa termasuk seni rupa, musik tradisional, tarian, pahat, tenun, dan lain sebagainya.

Jika dilihat lebih teliti, dengan melihat seni dan kerajinan lokal yang dimiliki suatu daerah, dapat memberikan gambaran mengenai kondisi geografis masyarakat yang melakukannya.

Sebagai contoh, seni kuda lumping biasanya berasal dari suatu kelompok masyarakat yang kebanyakan berprofesi sebagai petani.

Hal ini dikarenakan apabila dicermati lebih teliti, gerakan-gerakan yang ada di dalam seni kuda lumping mirip dengan gerakan petani yang sedang mengolah tanah.

8 Contoh Kearifan Lokal yang Ada di Jawa Timur dan Penjelasannya

4. Sistem Kepercayaan dan Keagamaan

Kearifan lokal sering kali terkait dengan sistem kepercayaan dan keagamaan yang dipegang oleh masyarakat setempat.

Ini mencakup norma-norma moral, etika, dan nilai-nilai yang membentuk pandangan mereka dalam memaknai kehidupan.

Ada kalanya sistem kepercayaan yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat ini dilakukan dan dijaga untuk terus ada karena memiliki maksud dan tujuan tertentu.

Sebagai contoh, keyakinan mengenai pohon besar di dekat sumber air sebagai rumah makhluk halus ini memang sengaja ditanamkan dengan harapan tidak ada yang mengusik keberadaan pohon tersebut.

Hal ini disebabkan masyarakat setempat tahu bahwa akar-akar pohon besar yang dimaksud merupakan penjaga sumber air yang wajib dijaga keberadaannya.

5. Aksara, Bahasa dan Dialek

Kearifan lokal juga mencakup bahasa dan dialek khas yang digunakan oleh masyarakat setempat. Bahasa ini seringkali mencerminkan cara berpikir dan pandangan masyarakat penggunanya terhadap kehidupan.

Selain itu, melalui bahasa yang dimiliki suatu kelompok masyarakat, kita dapat memperkirakan bagaimana karakter masyarakat penggunanya.

Di samping itu, banyak pengetahuan-pengetahuan berharga dari masa lalu yang dituliskan dengan menggunakan aksara, bahasa, dan dialek tertentu.

Ketiganya wajib untuk dijaga kelestariannya. Jika sudah terlanjur punah, tidak ada salahnya untuk mempelajarinya.

Sebab, dengan mempelajarinya kita dapat mengambil pengetahuan penting dari masa lalu yang bisa saja digunakan sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang terjadi di zaman sekarang.

Halaman:

Advertisement