Cara Membuat Jurnal Penyesuaian dari Neraca Saldo beserta Contoh Soal
Jurnal penyesuaian sangat penting ditulis sebelum menyusun laporan keuangan akhir. Simak cara membuatnya!
3. Catat Perubahan dalam Jurnal Penyesuaian
Langkah ketiga cara membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo adalah membuat entri jurnal penyesuaian untuk mencatat perubahan yang diperlukan.
Setiap entri jurnal biasanya mencakup dua akun: satu di sisi debit dan satu di sisi kredit.
Debit digunakan untuk meningkatkan saldo akun, sedangkan kredit digunakan untuk menguranginya.
4. Hitung Jumlah Total Jurnal Penyesuaian
Cara membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo selanjutnya adalah dengan menjumlahkan total debit dan total kredit dari entri jurnal penyesuaian.
Pastikan jumlah debit sama dengan jumlah kredit untuk memastikan bahwa neraca saldo tetap seimbang.
5. Rekam Entri Jurnal Penyesuaian
Langkah kelima cara membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo adalah catat entri jurnal penyesuaian dalam buku besar perusahaan, mencatat tanggal penyesuaian, akun yang terlibat, dan nilai-nilai debit dan kredit yang sesuai.
6. Periksa Kembali dan Koreksi (Jika Diperlukan)
Setelah entri jurnal penyesuaian dicatat, cara membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo yang terakhir adalah periksa kembali untuk memastikan bahwa perubahan telah direkam dengan benar.
Jika ditemukan kesalahan, perbaiki sebelum melanjutkan.
Contoh Jurnal Penyesuaian
Setelah kamu memahami pengertian dan cara membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo, pada poin ini Mamikos akan membahas tentang contoh jurnal penyesuaian.
Berikut adalah contoh jurnal penyesuaian yang bisa kamu jadikan referensi:
1. Beban Dibayar di Muka
Beban dibayar di muka pembayaran uang muka untuk beban yang akan dibebankan pada periode akuntansi mendatang.
Dalam akuntansi, beban dibayar di muka dicatat sebagai aset hingga waktu yang sesuai tiba, dan pada saat itu, nilai aset ini dikurangkan dari aset dan diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi.
Contohnya, di neraca saldo ada Rp 2.000.000. Lalu, pada akhir periode, saldo sisa akun Rp 1.500.000.
Jadi, premi asuransi yang menjadi beban adalah Rp 500.000, hasil dari Rp 2.000.000 – Rp 1.500.000. Tabel yang bisa kamu tulis ada di bawah ini:

2. Piutang Pendapatan
Piutang pendapatan merujuk pada jumlah uang yang masih harus diterima oleh perusahaan dari pelanggan atau klien sebagai hasil penjualan produk atau layanan.
Akun piutang adalah aset yang dicatat dalam buku besar perusahaan dan mencerminkan uang yang seharusnya akan diterima dalam waktu dekat.
Contohnya, sebuah perusahaan mendapatkan uang sebesar Rp 1.000.000, di mana uang tersebut belum termasuk neraca saldo Rp 3.000.000. Contoh tabelnya adalah sebagai berikut:

Halaman:

