3 Cara Menghitung Alokasi Dana Darurat yang Ideal untuk Single ataupun Keluarga
Bingung menghitung dana darurat? Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa kamu coba. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan dari Mamikos di artikel ini, ya!
3. Cara Menghitung Dana Darurat untuk Keluarga
Jika kamu sudah memiliki anak, maka cara menghitung dana darurat juga akan berbeda. Yuk, simak caranya berikut ini!
1. Hitung Biaya Hidup Bulanan Keluarga
Tentukan biaya hidup bulanan keluarga, termasuk kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, listrik, air, pendidikan anak, makanan bersama, transportasi, asuransi kesehatan, dan pengeluaran rutin lainnya.
2. Tentukan Jumlah Bulan Pengeluaran yang Dicakup
Sebenarnya rumus yang paling pasti adalah setiap orang harus memiliki dana darurat paling tidak sejumlah 3 kali pengeluaran rutin bulanannya.
Jadi, jika kamu memiliki 1 anak, maka tambahkan 3 kali pengeluaran rutin bulanan. Jika memiliki 2 anak, maka tambahkan 6 kali pengeluaran rutin bulanan, dan seterusnya.
3. Kalikan Biaya Hidup Bulanan Keluarga dengan Jumlah Bulan yang Dipilih
Kalikan biaya hidup bulanan keluarga dengan jumlah bulan yang ingin kamu lindungi.
Sebagai contoh, jika biaya hidup bulanan keluarga adalah Rp15.000.000 dan kamu ingin menutupi dua belas bulan pengeluaran, karena kamu memiliki 1 istri dan 2 anak, maka alokasi dana darurat yang disarankan adalah:
Rp15.000.000 × 12 = Rp180.000.000
4. Tambahkan Ekstra untuk Keadaan Darurat Tambahan
Saat memiliki anak, maka penambahan ekstra menjadi sangat dianjurkan. Hal ini karena kamu tidak tahu apa saja pengeluaran tak terduga karena memiliki seorang anak.
Penutup
Itulah penjelasan mengenai cara menghitung dana darurat yang telah Mamikos rangkum untukmu.
Tentu cara ini bukanlah cara yang baku, ya. Jadi, kamu tetap bisa berimprovisasi sesuai kebutuhan kamu.
Halaman:

