Advertisement
Source : pexels.com/@karolina-grabowska

Cara Menghitung Cicilan KPR Rumah secara Manual beserta Contohnya Lengkap

Sebelum memutuskan untuk mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), penting untuk memahami cara menghitung cicilan bulanannya dengan baik. Yuk, pelajari cara penghitungannya di sini!

29 Januari 2025 Adara

Simulasi Cara Menghitung Cicilan KPR Secara Manual Berdasarkan Bunganya

Cara Menghitung Cicilan KPR dengan Simulasi Fixed Rate

Contohnya, bayangkan Anda membeli rumah di Lituhayu Village dengan skema kredit. Bank memberikan tingkat bunga tetap sebesar 5% per bulan sampai KPR berakhir.

Harga rumah di perumahan itu adalah Rp250.000.000. Mari kita asumsikan bahwa pengembang properti memberikan promo tanpa uang muka dan biaya lainnya.

Kemudian, Anda memutuskan untuk mengambil tenor kredit selama 10 tahun atau 120 bulan. Inilah cara menghitung cicilan KPR secara manual dengan rumus perhitungan cicilan pokok yang perlu Anda ketahui:

Harga Rumah / Tenor dalam Bulan = Rp250.000.000 / 120 = Rp2.084.500 per bulan.

Maka, besarnya bunga tetap adalah:

(Rp250.000.000,00 x 5% x 10) / 120 bulan = Rp1.042.000.

Jadi, total cicilan KPR untuk rumah di Lituhayu Village yang harus Anda bayarkan adalah Rp2.084.500,00 (cicilan pokok) + Rp1.042.000,00 (bunga tetap) = Rp3.126.500.

Selama 10 tahun, Anda akan membayar cicilan KPR dengan jumlah yang sama setiap bulannya, yaitu Rp3.126.500.

Panduan Take Over Rumah KPR beserta Syarat dan Cara Mengurusnya Lengkap

Cara Menghitung Cicilan KPR dengan Simulasi Floating Rate

Simulasi KPR dengan tingkat bunga mengambang tidak jauh berbeda dari tingkat bunga tetap. Namun, nasabah perlu menghitungnya secara berkala sesuai dengan perubahan suku bunga pasar.

Misalkan, Anda membeli rumah tipe Anggrek di Gardenia Permai seharga Rp400.000.000,00 dengan KPR Mandiri.

KPR Mandiri menawarkan tingkat bunga tetap selama satu tahun sebesar 4,5% dan tenor maksimal 20 tahun. Inilah cara menghitung cicilan KPR secara manual berupa besarnya cicilan per bulan selama satu tahun:

Rp400.000.000,00 / 240 = Rp1.667.000.

(Rp400.000.000,00 x 4,5% x 1) / 12 bulan = Rp1.500.000.

Jadi, cicilan KPR selama satu tahun adalah Rp3.167.000 per bulan. Tahun berikutnya, nasabah akan dikenakan tingkat bunga fluktuatif sebesar 8%.

Maka, cara menghitung cicilan KPR secara manual berdasarkan jumlah bunga dalam cicilan per bulan menjadi (Rp400.000.000,00 x 8% x 1) / 12 bulan = Rp2,667.000 ditambah cicilan pokok Rp1.667.000.

Total cicilan tahun kedua menjadi Rp4.334.000 per bulan. Selanjutnya, cara menghitung cicilan KPR secara manual akan disesuaikan dengan perubahan tren suku bunga pasar.

Cara Menghitung Cicilan KPR dengan Simulasi Suku Bunga Capped

Selanjutnya, kita akan membahas jenis suku bunga capped atau terbatas. Namun, tidak semua bank menyediakan pilihan cicilan KPR ini.

Dalam suku bunga ini, tingkat bunga mengikuti perubahan pasar, tetapi bank akan menetapkan batas maksimalnya. Misalnya, jika suku bunga pasar saat itu adalah 8,75%, bank akan membatasinya pada angka 10,5%.

Ketika suku bunga pasar naik hingga 12%, cicilan KPR akan tetap sesuai dengan batas maksimalnya, yaitu 10,5%.

Dengan demikian, nasabah mendapat manfaat ketika suku bunga pasar turun, sementara cicilan saat suku bunga naik tidak akan melebihi batas yang telah ditentukan.

Cara menghitung cicilan KPR secara manual dengan suku bunga capped sebenarnya mirip dengan suku bunga mengambang, namun perlu diingat bahwa ada batasan tingkat bunga.

Berikut adalah contoh cara menghitung cicilan KPR secara manual dengan suku bunga capped:

Misalkan Anda meminjam Rp300 juta untuk membeli rumah dengan bunga tetap 5% selama satu tahun awal. Tenor pinjaman adalah 10 tahun atau 120 bulan. Bank menetapkan batasan bunga sebesar 10%.

Anda harus membayar Rp3.750.000 setiap bulan pada tahun pertama.

Namun, setelah itu, jika suku bunga pasar berada pada 10% atau di bawahnya, Anda mengikuti tren pasar.

Tetapi, jika suku bunga pasar melebihi 10%, Anda harus mengikuti batas bunga bank. Dengan demikian, perhitungan cicilan menjadi seperti ini:

Cicilan bunga per bulan = Rp300.000.000 x 10% x 10 / 120 = Rp2.000.000

Total cicilan KPR per bulan = Rp3.750.000 + Rp2.000.000 = Rp5.750.000

Cara Menghitung Cicilan KPR dengan Simulasi Suku Bunga Gabungan/Hybrid

Terakhir, ada jenis suku bunga hybrid atau kombinasi. Suku bunga jenis ini menggabungkan elemen suku bunga tetap, mengambang, dan mungkin juga memasukkan batasan (capped).

Konsepnya adalah bank akan membagi masa pinjaman ke dalam segmen-segmen yang menggunakan jenis suku bunga berbeda selama tahunan.

Misalkan, jika Anda mengajukan tenor pinjaman selama 15 tahun, bank dapat menawarkan cicilan KPR dengan rincian sebagai berikut:

Pertama, tingkat bunga tetap sebesar 5% selama tiga tahun pertama. Selama periode ini, cicilan KPR Anda tidak akan mengalami perubahan.

Halaman:

Advertisement