Advertisement
Source : unsplash.com/@sandragabriel

Cara Menghitung Gaji Prorate Karyawan beserta Contoh Perhitungannya yang Benar

Pelajari cara menghitung gaji prorate karyawan beserta rumus dan contoh perhitungannya agar proses penggajian lebih akurat sesuai ketentuan perusahaan.

13 Juli 2026 Lailla
Ringkasan Artikel
  • Pengertian & dasar hukum: gaji prorate adalah pembayaran upah untuk masa kerja sebagian bulan (mis. karyawan mulai/berhenti pertengahan bulan, unpaid leave, perubahan status, kontrak <12 bulan). Dasar regulasi penting meliputi PP No.36/2021 (dan update PP No.51/2023), Kepmenakertrans KEP.102/MEN/VI/2004 (1/173 untuk upah per jam), dan UU No.13/2003 Pasal 94.
  • Metode perhitungan: (a) berdasarkan hari kerja — rasio hari kerja aktif terhadap total hari kerja efektif atau hari kerja standar (contoh: (hari aktif / 22) × gaji bulanan); (b) berdasarkan jam kerja — upah per jam = (1/173) × gaji bulanan, lalu dikalikan akumulasi jam kerja. Metode hari lebih mudah dipahami; metode jam lebih akurat untuk shift/paruh waktu.
  • Praktik & kesalahan umum: tetapkan dan terapkan metode secara konsisten, cantumkan di kontrak atau kebijakan perusahaan, patuhi cut-off payroll, jangan otomatis prorate tunjangan tidak tetap tanpa dasar, dan pastikan perhitungan transparan untuk menghindari pelanggaran dan sengketa.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebagai seorang HR atau pemilik bisnis, ketahui cara menghitung gaji prorate karyawan yang bekerja tidak penuh sebulan karena berbeda dengan karyawan reguler.

Situasi karyawan yang bekerja kurang dari satu bulan namun tidak ditangani secara tepat ini bisa memicu pelanggaran regulasi di Indonesia. Jadi, simak cara menghitung prorated salary pada artikel berikut ini. 💰👷

Cara Menghitung Gaji Prorate Karyawan

Cara Menghitung Gaji Prorate Karyawan Beserta Contoh Perhitungannya yang Benar
unsplash.com/@sandragabriel
8 Contoh Slip Gaji Karyawan Outsourcing Sederhana yang Bisa Jadi Inspirasi 

Apakah kamu pernah menjumpai kasus saat karyawan baru mulai bekerja pada pertengahan bulan? Atau justru ada karyawan yang resign pada tanggal 15?

Sebagai pemilik usaha, tentu kamu tetap wajib memberikan hak berupa gaji pada karyawan. Namun, besar gaji tersebut tidak penuh karena masa kerjanya tidak penuh selama satu bulan.

Tentu kamu tidak bisa asal-asalan menghitung gaji karena di kemudian hari bisa menimbulkan masalah sampai melanggar regulasi yang berlaku.

Perlu kamu ketahui bahwa ada istilah ‘gaji prorate’, yaitu pembayaran upah kepada karyawan yang bekerja hanya untuk sebagian periode (dari total masa kerja satu bulan penuh).

Contoh Surat Pengangkatan Karyawan Perusahaan beserta Cara Membuatnya yang Benar

Perhitungan gaji prorate diatur dalam regulasi terkait perhitungan upah per jam atau pemotongan upah karena karyawan tidak masuk kerja. Standardisasi penetapan rumus baku penyusunan payroll ini diatur dalam Undang-Undang dan Kepmenakertrans berikut:

  • PP No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan (diperbarui PP No. 51 Tahun 2023): merupakan aturan turunan dari UU Cipta Kerja yang menjadi dasar utama perhitungan upah berbasis jam dan proporsional.
  • Kepmenakertrans No. KEP.102/MEN/VI/2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur: mengatur formula upah sejam (1/173) dan upah sehari, yang lazim diadopsi perusahaan sebagai basis perhitungan gaji prorate meskipun regulasi ini sebenarnya ditujukan untuk perhitungan upah lembur.
  • UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 94: tentang aturan komponen gaji pokok minimal 75% dari total upah (gaji pokok dan tunjangan tetap). Hal ini relevan karena umumnya hanya gaji pokok dan tunjangan tetap yang dimasukkan dalam perhitungan prorate.
Apakah Uang THR Karyawan Dikenakan Pajak dan Berapa Persen? Ini Ketentuan PPh 21 Pajak THR untuk Karyawan

Metode untuk Menghitung Gaji Prorate

Terdapat dua metode legal yang kerap dipakai HR untuk menentukan nominal gaji prorate yang didasarkan pada kebijakan perusahaan dan sistem hari kerja di kantor.

1. Metode Penentuan Gaji Prorate Berdasarkan Jumlah Hari Kerja

Pada metode ini, perhitungan upah didasarkan pada rasio jumlah hari kerja dengan total hari kerja efektif yang dijalani karyawan pada bulan tersebut.

Metode ini terbilang adil untuk diterapkan di perusahaan dengan hari kerja kalender stabil. Namun, kelemahannya adalah nominal upah harian bisa berbeda setiap bulan tergantung jumlah tanggal merah dan hari dalam bulan tersebut.

Rumus Metode Hari Kerja Aktual

Digunakan jika perusahaan menggunakan dasar hari kerja bulanan yang berjalan

Gaji Prorate = (Jumlah Hari Kerja Aktif / Total Hari Kerja Efektif Sebulan) × Total Gaji Bulanan

Rumus Metode Hari Kerja Standar Perusahaan

Digunakan jika perusahaan menetapkan angka rata-rata hari kerja tetap (contoh: 22 hari untuk 5 hari kerja per minggu atau 25 hari untuk 6 hari kerja per minggu) sebagai pembagi.

Gaji Prorate = (Jumlah Hari Kerja Aktif / Hari Kerja Standar) × Total Gaji Bulanan

2. Metode Penentuan Gaji Prorate Berdasarkan Jumlah Jam Kerja

Penerapan metode berdasarkan jumlah jam kerja mengacu pada aturan perhitungan upah per jam dalam Pasal 15 PP No. 36/2021. Pemerintah menetapkan angka 173 sebagai jumlah jam kerja rata-rata karyawan dalam satu bulan.

Jika menerapkan metode ini, karyawan akan mendapatkan kepastian angka upah per jam yang konstan. Namun, kelemahannya adalah membutuhkan ketelitian tinggi saat menghitung akumulasi jam kerja secara aktual agar perusahaan dan karyawan tidak ada yang dirugikan.

Halaman:

Advertisement