Advertisement
Source : kompas.id

7 Cerpen Karya Putu Wijaya Berbagai Judul dan Sinopsisnya

Siapa yang tidak mengenal Putu Wijaya? Seorang sastrawan besar yang sudah melahirkan berbagai karya hebat. Yuk, kenali beberapa judul cerpennya!

4 Oktober 2024 Lintang Filia

4. Laki-Laki Sejati Karya Putu Wijaya

Selanjutnya, Mamikos akan memberikan kamu sinopsis tentang cerpen karya Putu Wijaya berjudul Laki-Laki Sejati.

Cerita pendek tersebut mengisahkan seorang gadis yang bertanya pada ibunya tentang sosok laki-laki sejati. Sang ibu terkejut dengan pertanyaan itu, mengingat putrinya yang baru kemarin masih anak kecil kini telah tumbuh dewasa.

Dialog yang tercipta antara ibu dan anak ini penuh dengan gambaran tentang apa yang sebenarnya membuat seorang laki-laki disebut sejati.

Dalam percakapan yang berlangsung, sang ibu menjelaskan bahwa laki-laki sejati bukan hanya soal fisik yang kuat, tampan, atau kaya, melainkan tentang tanggung jawab, serta kesesuaian antara ucapan dan perbuatannya.

Mendengar jawaban ibunya, gadis itu menjadi bersemangat untuk bertemu sosok tersebut, tetapi perlahan juga mulai menyadari bahwa menemukan laki-laki sejati seperti itu bukan hal yang mudah.

Sang ibu bahkan menyebut bahwa laki-laki sejati seperti itu sudah tak ada lagi, kecuali ayahnya yang telah meninggal. Hal itu tentu membuat si gadis merasa putus asa dan patah hati.

Namun ibunya tetap mendorong putrinya untuk keluar dari dunianya yang penuh dengan buku dan mimpi. Sang ibu juga menyuruhnya untuk menghadapi kenyataan dan bersosialisasi dengan dunia luar.

Meskipun kecewa, si gadis akhirnya mulai memahami bahwa mungkin laki-laki sejati yang ia bayangkan hanyalah ilusi dari buku-buku yang selama ini ia baca.

Ringkasan Cerita Hikayat Amir Hamzah Singkat dan Nilai yang Bisa Diambil

5. Guru Karya Putu Wijaya

Lagi-lagi Putu Wijaya membuat cerita pendek yang menjadi gambaran kenyataan yang sedang terjadi di negara ini, salah satunya adalah guru yang kerap dipandang sebelah mata karena tidak akan membuat seseorang menjadi kaya raya.

Selain itu, melalui cerpen berjudul Guru, Putu Wijaya menggambarkan kondisi di mana tidak selamanya anak dan orangtua memiliki pemikiran maupun pandangan yang sama.

Berkisah tentang konflik batin seorang ayah yang tidak setuju dengan cita-cita anaknya, Taksu, yang ingin menjadi seorang guru. Sang ayah merasa bahwa profesi guru tidak memiliki masa depan yang cerah, penuh dengan kesulitan, dan tidak menawarkan keuntungan materi.

Halaman:

Advertisement