Advertisement
Source : kompas.id

7 Cerpen Karya Putu Wijaya Berbagai Judul dan Sinopsisnya

Siapa yang tidak mengenal Putu Wijaya? Seorang sastrawan besar yang sudah melahirkan berbagai karya hebat. Yuk, kenali beberapa judul cerpennya!

4 Oktober 2024 Lintang Filia

Ayahnya berusaha membujuk Taksu untuk memilih profesi lain yang dianggap lebih membanggakan dan menguntungkan secara finansial. Namun, Taksu tetap teguh pada keinginannya untuk menjadi guru, meskipun harus menghadapi penolakan keras dari orang tuanya.

Keteguhan Taksu bukan hanya soal cita-cita, tetapi juga merupakan sebuah panggilan hati. Bagi Taksu, menjadi guru adalah cara untuk memberikan warisan yang abadi, yaitu pengetahuan yang terus hidup dan berkembang meskipun guru itu sendiri sudah tiada.

Meski sang ayah marah dan mengancam, Taksu tidak goyah. Baginya, guru adalah seseorang yang tidak bisa dibunuh karena ajarannya akan terus ada dan mempengaruhi generasi berikutnya.

6. Bersiap Kecewa Bersedih karena Kata-kata Karya Putu Wijaya

Cerita dari Bersiap Kecewa Bersedih karena Kata-kata dimulai dengan tokoh utama – aku – yang sedang berada di toko bunga buka. Setelah satu jam, ia masih belum menemukan bunga yang pas.

Saat hendak pergi, seorang perempuan muda menghampirinya dan menawarkan bantuan. Dia menyarankan rangkaian bunga tulip dan mawar berwarna pastel.

Awalnya, meskipun tokoh utama tersebut sama sekali tidak tertarik. Namun, setelah perempuan itu mengatakan bahwa dialah yang merangkainya, bunga tersebut tiba-tiba tampak menarik di mata si tokoh utama.

Sayang, rangkaian bunga itu tidak dijual. Walau si penjual menawarkan untuk membuat yang baru, tokoh utama tetap bersikeras ingin membelinya, bahkan menawarkan semua uang yang dimilikinya.

Setelah mendengar pengakuan dan cerita si tokoh utama, perempuan penjual bunga itu merasa tersentuh oleh kejujurannya dan akhirnya setuju memberikannya.

Ketika membuat kartu ucapan, perempuan tersebut menuliskan sebuah kutipan dari sajak Goenawan Mohamad, “Bersiap kecewa, bersedih tanpa kata-kata.”

Tulisan tersebut membuat tokoh utama sangat terharu hingga menitikkan air mata. Ternyata bunga itu bukan untuk orang lain, melainkan untuk dirinya sendiri sebagai hadiah ulang tahun karena tak seorang pun yang ingat hari spesialnya.

Si perempuan juga menawarkan diri untuk mengantar si tokoh utama pulang dengan mobil Ferrari merahnya. Di akhir cerita, terungkap bahwa perempuan itu adalah pemilik toko bunga tersebut.

Halaman:

Advertisement