65 Contoh Akomodasi dalam Sosiologi di Masyarakat, Sekolah, dan Keluarga
Akomodasi dalam sosiologi ternyata dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, lho. Yuk, simak contoh-contohnya!
5. Meminta maaf kepada tetangga jika melakukan kesalahan, apalagi jika sampai menyebarkan kabar yang tak berdasar atau fitnah.
6. Melibatkan pihak ketiga, misalnya Pak RT, jika dirasa masalah dengan tetangga tidak bisa diselesaikan berdua.
7. Tidak mengganggu tetangga yang sedang menjalankan ibadah agamanya.
8. Menghormati tetangga yang sedang merayakan hari raya agamanya.
9. Mengedepankan sikap ikhlas dan mengalah supaya konflik di lingkungan rumah tidak menjadi lebih besar.
10. Melakukan musyawarah dengan tetangga agar mencapai kesepakatan bersama.
11. Bekerja sama dengan tetangga dalam menciptakan kerukunan di lingkungan rumah.
12. Jika terjadi konflik antardusun atau antardesa, maka warga menggunakan pihak ketiga untuk menyelesaikan masalah secara adil.
13. Mengalah dengan memberikan jalan kepada ambulans yang melintas di jalan raya.
14. Mengajak tetangga baru yang tidak bisa berbahasa daerah dengan menggunakan bahasa Indonesia.
15. Mengadakan rapat rutin desa yang bertujuan untuk membangun desa serta menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di desa.
16. RT melaporkan warganya yang terindikasi melakukan tindak kriminal kepada pihak berwajib.
17. Warga mengadakan jadwal ronda rutin untuk menjaga keamanan di lingkungan rumah.
18. Polisi membubarkan warga desa yang rusuh sehingga tidak mengganggu keamanan warga lainnya.
19. Satpam komplek membantu warga menangkap pencuri di perumahan.
20. Tidak main hakim sendiri setelah berhasil menemukan pencuri, melainkan membawanya ke kantor polisi.
Akomodasi dalam Sosiologi di SekolahÂ
21. Melerai teman yang sedang bertengkar.
22. Membantu teman yang sedang dirundung dengan cara meminta bantuan guru.
23. Menghormati teman yang memiliki agama, ras, atau budaya yang berbeda dengan kita.
24. Guru memberikan sanksi kepada murid yang melanggar peraturan agar tidak mengulangi kesalahannya.
25. Guru membantu mediasi antara murid yang dirundung dengan perundungnya, sehingga bisa mencapai keputusan bersama yang disetujui kedua belah pihak.
26. Membantu mempertemukan teman yang sedang berkonflik dan menanyakan akar permasalahannya agar bisa segera dicari jalan keluarnya.
27. Tidak segan meminta maaf kepada teman jika melakukan kesalahan.
28. Melapor pada guru jika menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh siswa lainnya.
29. Menerima dengan lapang dada kekalahan pertandingan olahraga saat melawan kelas lainnya.
30. Aktif menjadi bagian dari OSIS agar bisa menampung aspirasi siswa di sekolah.
31. Menyepakati jadwal rutin piket harian di kelas.
32. Ketua kelas mengadakan musyawarah yang melibatkan semua anggota kelas jika dirasa ada konflik tak berujung di dalam kelas tersebut.Â
33. Guru BK menghukum murid yang terlambat dengan menyuruh mereka membersihkan halaman sekolah, agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama.
34. Tidak memandang status pertemanan dari faktor agama, ras, budaya, maupun strata sosial.
35. Para guru mencegah murid-muridnya yang akan melakukan tawuran dengan sekolah lainnya.
36. Menghargai teman muslim yang berpuasa dengan tidak makan dan minum di depannya.
37. Guru menghukum muridnya yang ketahuan menyontek saat ujian.
38. Sekolah memperketat aturan anti bullying setelah mendapatkan laporan tentang tindak perundungan di lingkungan sekolah.
39. Kepala sekolah menjadi mediator untuk perselisihan yang terjadi antara orang tua murid dengan guru.
40. Bersikap jujur jika melakukan kesalahan, misalnya tidak sengaja merusak fasilitas sekolah, memecahkan pot, dan lain-lain.
Akomodasi dalam Sosiologi di KeluargaÂ
41. Tidak egois dengan membiarkan adik menonton acara televisi yang dia inginkan.
42. Menjadi penengah saat ibu dan ayah bertengkar.
43. Menjadi contoh kakak yang baik untuk adik-adiknya.
44. Melerai adik atau saudara yang sedang berkelahi.
45. Melakukan mediasi jika perkawinan sudah tidak bisa dipertahankan lagi.
Halaman:

