Advertisement
Source : unsplash.com/EugeniaClara

13 Contoh Akulturasi Budaya yang Ada di Indonesia Lengkap

Proses akulturasi budaya di Indonesia telah berlangsung sejak dahulu. Hingga kini, hasil akulturasi budaya tersebut masih bisa dilihat dan dinikmati.

28 Desember 2025 Bella Carla

Dalam ilmu antropologi atau sosiologi, istilah akulturasi sering digunakan untuk menggambarkan suatu percampuran dari dua budaya atau lebih.

Sejak dahulu kala, proses akulturasi budaya di Indonesia telah berlangsung dan kini hasil akulturasi budaya tersebut masih bisa dilihat dan dinikmati.

Temukan informasi selengkapnya seputar deretan contoh akulturasi budaya di Indonesia berikut ini. 📖✨

Berikut Deretan Contoh Akulturasi Budaya yang Ada di Indonesia

Contoh Akulturasi Budaya yang Ada di Indonesia Lengkap
unsplash.com/EugeniaClara
Budaya Nasional Bersumber dari Budaya? Berikut Penjelasannya

Ada berbagai macam kebudayaan yang berasal dari dua budaya atau lebih yang berbeda di sekitar kita.

Meskipun sudah bercampur, tentu ada unsur asli yang tidak dihilangkan. Nah, hal inilah yang kemudian disebut dengan akulturasi.

Akulturasi budaya merupakan perpaduan antara dua kebudayaan atau lebih yang berbeda.

Proses akulturasi budaya ini bisa terjadi dikarenakan adanya interaksi antara kelompok masyarakat yang mempunyai kebudayaan tertentu dengan kelompok masyarakat lainnya.

Meskipun begitu, proses akulturasi ini tidak menghilangkan unsur-unsur kebudayaan dari dua atau lebih kelompok masyarakat tadi.

Kebudayaan asli masih tetap bisa dilihat ciri-cirinya, serta dapat dibedakan dan dianalisis jika dibandingkan dengan kebudayaan dari luar.

Siapa Saja yang Berkewajiban Melestarikan Budaya Indonesia? Berikut Penjelasannya

Deretan Contoh Akulturasi Budaya di Indonesia

Berikut adalah contoh akulturasi budaya di Indonesia.

1. Candi Borobudur

Contoh Akulturasi Budaya yang Ada di Indonesia Lengkap
unsplash.com/@mlapergolaphoto

Candi Borobudur adalah suatu candi Buddha di Indonesia memiliki banyak keistimewaan.

Terletak di wilayah Kabupaten Magelang, Candi Borobudur merupakan salah satu hasil akulturasi antara budaya prasejarah dengan budaya/pengaruh India.

Hal ini tercermin dari keberadaan stupa pusat dan stupa-stupa lainnya (unsur Buddha) yang diletakkan di atas struktur berundak (unsur prasejarah/lokal).

Jika kamu melihat dari atas, denah Candi Borobudur jelas menunjukkan pola mandala, yakni diagram berbentuk lingkaran-lingkaran konsentris yang berkaitan dengan lokasi penempatan tempat dewa-dewa.

Unsur budaya asli Indonesia yang terdapat di dalam Candi Borobudur tercermin dari bentuknya yang menyerupai Punden Berundak.

Sejak zaman Megalitikum, Punden Berundak merupakan tempat untuk memuja roh nenek moyang. Bentuk Punden Berundak inilah yang kemudian diadaptasi dalam Candi Borobudur.

38 Rumah Adat Provinsi di Indonesia Lengkap Gambar dan Penjelasan

2. Masjid Menara Kudus

Contoh Akulturasi Budaya yang Ada di Indonesia Lengkap
kebudayaan.kemdikbud.go.id

Masjid Menara Kudus juga merupakan salah satu contoh akulturasi budaya di Indonesia. Menara yang berada di sebelah tenggara bangunan masjid ini mempertemukan antara budaya Islam dengan Hindu.

Dimana menaranya tersusun dari batu bata merah yang meyerupai Nale Kulkul atau bangunan penyimpan kentongan di Bali.

Melalui karakteristik inilah, Menara Kudus mencerminkan sikap tenggang rasa atau toleransi yang sudah ada sejak dahulu.

Mengingat Menara Kudus memiliki fungsi sebagai masjid, namun arsitekturnya menyerupai bangunan pura pada agama Hindu.

Penerapan budaya Hindu dalam Masjid Menara Kudus juga bisa dilihat dari pembagian bagian menara menjadi tiga, yaitu kaki, badan, dan puncak bangunan khas Jawa-Hindu.

Kemudian, atap tajugnya bertingkat dua, penggunaan ornamen-ornamen, dan adanya candi siku yang berada di pintu masuk juga menjadi bukti akulturasi budaya.

Selain itu, penerapan budaya Jawa-Hindu terlihat pula pada delapan pancuran untuk wudhu, di mana terdapat arca di atas pancuran tersebut.

Merupakan ekspresi budaya masyarakat pesisiran, Masjid Menara Kudus juga mengandung nilai pendidikan multikultural yang tercermin di dalamnya. 

Kini, Masjid Menara Kudus ditetapkan menjadi Cagar Budaya kategori Situs Tingkat Nasional.

3. Seni Pertunjukan Wayang

Contoh Akulturasi Budaya yang Ada di Indonesia Lengkap
unsplash.com/@lightenup_cc

Contoh akulturasi budaya di Indonesia berikutnya adalah seni pertunjukan wayang.

Sebagaimana kita ketahui, Wayang adalah bentuk seni tradisional yang dimiliki oleh Indonesia yang sudah mengalami pertumbuhan dan perkembangan lebih dari 1000 tahun.

Konon, para walisongo menggunakan wayang sebagai sarana yang dianggap tepat dalam menyebarluaskan agama Islam.

Para wali menambahkan nilai-nilai islam di dalam alur cerita seni pertunjukkan wayang, misalnya menambahkan tokoh yang tidak ada dalam cerita Ramayana dan Mahabarata.

Tokoh yang dimaksud bernama Punakawan (semar) yang berarti guru yang cerdas untuk pandawa.

Wayang adalah jenis kesenian yang masyhur dan populer hingga sekarang ini. Merupakan hasil budaya, Wayang sejatinya merupakan akulturasi dari kebudayaan Jawa dan India.

Dimana Budaya Jawa tercermin dari nama-nama tokoh Punakawan Wayang yakni Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.

Sedangkan, budaya India dapat kamu lihat dari cerita seni pertunjukan wayang yang diangkat dari Kitab Ramayana dan Mahabarata.

4. Kaligrafi

Contoh Akulturasi Budaya yang Ada di Indonesia Lengkap
unsplash.com/RummanAmin

Kaligrafi juga masuk dalam contoh akulturasi budaya di Indonesia.

Merupakan jenis seni Islami yang banyak ditemui di berbagai tempat, kaligrafi sebenarnya adalah akulturasi budaya yang menggabungkan dua budaya yaitu Islam dan Indonesia.

Budaya Islam di dalam kaligrafi ini terlihat dari ayat Al-Qur’an yang ditulis, sedangkan budaya Indonesia bisa kamu lihat dari beragam bentuk yang ada pada kaligrafi.

5. Gambang Kromong

Contoh Akulturasi Budaya yang Ada di Indonesia Lengkap
infobudaya.net

Gambang kromong adalah kesenian masyarakat Betawi yang mulai populer sekitar tahun 1930 an.

Dimana kesenian ini menggunakan dua buah alat musik utama berupa gambang dan seperangkat kromong

Diketahui, Gambang Kromong gambang kromong merupakan hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Betawi. 

Hal ini terlihat dari instrumen atau alat musik lainnya, Khususnya alat-alat musik seperti sukong, tehyan dan kongahyan yang memang berasal dari China.

Terciptanya gambang kromong tak lepas dari peran seorang pemimpin komunitas Tionghoa bernama Nie Hoe Kong.

Pada masa itu, yakni abad ke-18 saat Indonesia masih dalam masa penjajahan, Nie Hoe Kong diangkat Belanda menjadi kapitan Cina pada tahun 1736-1740.

Kesenian ini lantas berkembang hingga kini di Jakarta dan sekitarnya, termasuk di Kota Tangerang.

6. Musik Keroncong

Contoh Akulturasi Budaya yang Ada di Indonesia Lengkap
vincentcahya.files.wordpress.com

Musik keroncong adalah salah satu ciri khas kebudayaan musik Indonesia. Di mana musik keroncong juga faktanya adalah salah satu contoh dari akulturasi budaya di bidang seni rupa.

Pada dasarnya, music keroncong adalah suatu bentuk akulturasi atau perpaduan antara musik Barat dan musik Timur.

Perpaduan yang terdapat dalam musik keroncong adalah musik sistem pentatonik (dari budaya Timur) dan musik sistem diatonik (dari budaya Barat).

Awal mula perjalanan musik keroncong adalah pada tahun 1511.

Ketika Portugis menguasai Malaka untuk mendapatkan rempah-rempah, Dan kemudian terjadi persaingan dengan Belanda yang pada akhirnya menguasai Malaka pada tahun 1641.

Beberapa orang Portugis yang menjadi tawanan Belanda ditempatkan di daerah Kampung Tugu.

Kemudian, para warga pun mulai membuat alat musik sendiri berbahan dasar dari batang kayu bulat dan pohon.

Alat musik tersebut menghasilkan wujud berupa gitar kecil yang diberi nama macina dan berbunyi “crong crong”. Hal inilah yang melatarbelakangi adanya alat musik keroncong.

Halaman:

Advertisement