31 Contoh Akulturasi dan Asimilasi di Lingkungan Sekolah Lengkap
Apakah kamu sudah pernah mendengar mengenai proses akulturasi dan asimilasi di kehidupan sehari-hari? Simak penjelasan dan contoh akulturasi dan asimilasi di lingkungan sekolah yang ada di bawah ini.
5. Merubah Perilaku Sesuai Norma Sosial Baru
Pada contoh akulturasi selanjutnya yang ada di lingkungan sekolah yaitu mengenai perilaku. Kamu bisa mencoba untuk menyesuaikan perilaku dengan norma yang ada di tempat baru.
Setiap budaya yang ada di tempat tertentu akan memiliki norma sosial yang berbeda pula. Misalnya yaitu kebudayaan individualistis yang mungkin lebih sering kamu temui di negara Barat.
6. Mencari Pengetahuan Budaya Baru
Selanjutnya, contoh akulturasi di lingkungan sekolah yaitu bisa dengan mencari informasi mengenai pengetahuan budaya baru.
Bisa jadi kamu belajar mengenai sejarah, seni, hingga sastra dari budaya baru tersebut saat pindah ke negara lain.
Proses satu ini dapat memakan waktu yang cukup lama. Namun, saat kamu sudah mulai memahaminya, maka proses integrasi ke budaya lama akan menjadi semakin mudah.
7. Mengambil Bagian dalam Kegiatan Budaya Baru
Contoh lainnya untuk proses akulturasi yang terjadi di lingkungan sekolah yaitu bisa dengan berpartisipasi secara langsung.
Saat kamu bertemu dengan budaya yang baru, bisa untuk bergabung dengan kegiatan dan hobi yang baru pula.
Setiap kebudayaan akan memiliki hobi dan aktivitas yang berbeda pula. Misalnya yaitu banyak orang dewasa di Indonesia yang lebih suka bermain sepak bola dan bulu tangkis.
Sementara untuk negara lain, bisa jadi orang dewasanya lebih suka bermain bola basket seperti di negara Amerika Serikat.
8. Penggunaan Sapaan dan Etika Berkomunikasi Baru
Di lingkungan sekolah internasional, siswa terbiasa menggunakan sapaan seperti Mr., Mrs., atau memanggil guru dengan nama belakang.
Siswa Indonesia yang awalnya terbiasa memanggil “Bu” atau “Pak” akan menyesuaikan diri dengan kebiasaan tersebut tanpa meninggalkan sikap sopan khas budaya sendiri.
9. Perpaduan Metode Belajar
Sekolah yang menerima siswa dari berbagai negara sering mengombinasikan metode belajar lokal dengan metode dari budaya lain.
Misalnya, diskusi terbuka ala Barat dipadukan dengan sikap sopan dan menghargai guru seperti budaya Timur, sehingga tercipta suasana belajar yang seimbang.
10. Perayaan Hari Besar Budaya di Sekolah
Sekolah mengadakan kegiatan perayaan budaya seperti International Day, di mana siswa mengenakan pakaian adat dari berbagai negara.
Dalam kegiatan ini, budaya lokal tetap ditampilkan, tetapi juga berpadu dengan budaya asing tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing.
11. Kebiasaan Antri dan Manajemen Waktu
Siswa yang berasal dari budaya dengan kedisiplinan waktu tinggi membawa kebiasaan tepat waktu ke lingkungan sekolah.
Lambat laun, siswa lain ikut menyesuaikan diri dengan budaya tersebut tanpa harus meninggalkan kebiasaan sosial yang sudah ada sebelumnya.
12. Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran
Masuknya siswa atau guru dari luar negeri turut membawa budaya penggunaan teknologi dalam proses belajar.
Contohnya, penggunaan platform pembelajaran digital dipadukan dengan sistem pembelajaran tatap muka yang sudah lama diterapkan di sekolah.
13. Kerja Kelompok Multikultural
Dalam kerja kelompok, siswa dari latar belakang budaya berbeda saling berbagi cara berpikir dan menyelesaikan masalah.
Hasilnya, terbentuk cara kerja baru yang merupakan perpaduan antara budaya gotong royong dan budaya mandiri.
14. Penyesuaian Aturan Sekolah terhadap Keberagaman
Sekolah menyesuaikan aturan berpakaian, jadwal ibadah, atau kegiatan tertentu agar dapat mengakomodasi siswa dari berbagai budaya.
Aturan baru ini tidak menghilangkan budaya sekolah, tetapi justru memperkaya nilai toleransi dan saling menghormati.
Pengertian Asimilasi
Tidak kalah pentingnya untuk dipahami dari contoh akulturasi dan asimilasi di lingkungan sekolah yaitu mengenai proses asimilasi tersebut.
Asimilasi merupakan sebuah proses penyesuaian atau peleburan dari sifat asli yang dimiliki budaya dengan lingkungan sekitarnya.
Asimilasi terjadi karena terdapat individu atau kelompok yang memiliki latar belakang berbeda dan hidup pada sebuah lingkungan maupun daerah yang sama.
Halaman:

