Advertisement
Source : unsplash.com/@nci

31 Contoh Akulturasi dan Asimilasi di Lingkungan Sekolah Lengkap

Apakah kamu sudah pernah mendengar mengenai proses akulturasi dan asimilasi di kehidupan sehari-hari? Simak penjelasan dan contoh akulturasi dan asimilasi di lingkungan sekolah yang ada di bawah ini.

4 Januari 2026 Fatma

Pada zaman modern seperti sekarang ini, terdapat banyak perkembangan yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Tidak hanya berkaitan dengan perkembangan mengenai teknologi, tetapi juga terdapat perkembangan yang berkaitan dengan budaya. Termasuk juga dengan terjadinya percampuran budaya dan perubahan sosial.

Percampuran budaya ini bisa kamu temui dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, penting untuk kamu mengetahui apa saja contoh akulturasi dan asimilasi di lingkungan sekolah yang ada. 📖✨

Pengertian Akulturasi

Pengertian Akulturasi
unsplash.com/@nci
Contoh Akulturasi dalam Bidang Makanan, Pakaian Adat, Bahasa dan Budaya di Masyarakat

Sebelum lebih lanjut memahami mengenai contoh akulturasi dan asimilasi di lingkungan sekolah, maka penting untuk membahas pengertiannya terlebih dahulu.

Akulturasi merupakan sebuah proses masuknya pengaruh dari kebudayaan asing ke dalam sebuah masyarakat. Bisa jadi sebagian dari unsur kebudayaan asing tersebut mampu diterima.

Sementara itu, sebagian lainnya dari kebudayaan lama tidak mau atau menolak unsur dari kebudayaan asing tersebut.

Secara perlahan, proses akulturasi ini akan membuat masyarakat mampu menerimanya secara perlahan tanpa adanya karakter kebudayaan lama yang harus dihilangkan.

Contoh Akulturasi di Lingkungan Masyarakat Indonesia yang Ada Sampai Sekarang


Contoh Akulturasi di Lingkungan Sekolah

Pembahasan mengenai contoh akulturasi dan asimilasi di lingkungan sekolah untuk kali ini akan lebih fokus dengan akulturasi.

Tidak bisa dipungkiri bahwa proses akulturasi ini banyak ditemukan di lingkungan sekolah. Maka dari itu, penting untuk kamu memahaminya agar bisa mengidentifikasi contohnya dengan lebih baik.

1. Mempelajari Bahasa Baru

Contoh akulturasi pertama yang terdapat di lingkungan sekolah yaitu terjadi saat kamu mempelajari bahasa baru. Saat kamu pergi ke sebuah negara lain, maka biasanya akan belajar bahasa yang mereka gunakan.

Hal tersebut dilakukan supaya kamu bisa bergaul dan berkomunikasi secara lebih mudah bersama masyarakat yang tinggal di negara tersebut.

Contoh Bentuk interaksi sosial Akomodasi, Kerjasama, Akulturasi, dan Asimilasi beserta pengertiannya


Ketika kamu belajar bahasa yang mereka gunakan, biasanya kamu juga secara perlahan belajar dan memahami budaya yang ada di dalamnya.

Proses satu ini bisa cukup rumit seperti saat kamu akan belajar untuk bahasa yang benar-benar baru. Misalnya kamu orang Indonesia ingin belajar bahasa Korea mulai dari awal.

Namun, perlu untuk diketahui bahwa proses ini dapat dilakukan dengan cukup sederhana pula. Seerti misalnya kamu orang Indonesia ingin mempelajari bahasa Malaysia. Tentu akan lebih mudah dilakukan.

2. Mengadopsi Budaya Baru

Contoh akulturasi budaya yang kedua dan bisa terjadi di lingkungan sekolah yaitu ada dengan mengadopsi budaya baru.

Setiap budaya yang ada di dunia ini masing-masing memiliki kebiasaan dan keunikan tersendiri. Misalnya yaitu cara orang merayakan hari Natal di setiap negara bisa berbeda-beda.

Oleh karena itu, apabila kamu biasa merayakan hari Natal seperti saat di Indonesia, bisa jadi kebiasaan ini akan berbeda saat pindah ke Spanyol.

3. Mengubah Penampilan dan Pakaian

Contoh akulturasi budaya ketiga yang bisa ditemui di lingkungan sekolah yaitu dengan mengubah penampilan dan pakaian yang biasa digunakan.

Bisa dibilang bahwa cara satu ini yang menjadi cukup terlihat dan mudah untuk diketahui. Misalnya yaitu kamu menyesuaikan pakaian dengan budaya lokal tempat kamu berkunjung.

Seperti saat kamu pergi ke negara dengan musim dingin, kamu akan menyesuaikan pakaian yang biasa digunakan selama musim tersebut.

Hal ini tentunya dilakukan agar kamu bisa bertahan dan tetap menjalani kehidupan dengan sebaik mungkin.

4. Menyesuaikan dengan Makanan Baru

Contoh akulturasi selanjutnya yang bisa kamu temui dalam lingkungan sekolah yaitu ada dengan menyesuaikan makanan baru. Bisa jadi kamu melakukan hal ini saat melakukan kunjungan ke negara lainnya.

Bisa jadi saat kamu pergi ke sana, nantinya akan mendapatkan hidangan jenis makanan baru yang mungkin belum pernah ditemui sebelumnya.

Mencoba makanan baru di negara lain akan membantu kamu untuk memahami budayanya dengan lebih baik. Mulai dari kebiasaan masyarakatnya hingga sisi kebudayaan terkait dengan makanan pokok.

Misalnya yaitu saat kamu mendatangi Meksiko, maka kamu akan lebih sering menemukan dengan cita rasa pedas. Bahkan rasa pedasnya juga bisa berbeda dengan yang biasa kamu rasakan di Indonesia.

5. Merubah Perilaku Sesuai Norma Sosial Baru

Pada contoh akulturasi selanjutnya yang ada di lingkungan sekolah yaitu mengenai perilaku. Kamu bisa mencoba untuk menyesuaikan perilaku dengan norma yang ada di tempat baru.

Setiap budaya yang ada di tempat tertentu akan memiliki norma sosial yang berbeda pula. Misalnya yaitu kebudayaan individualistis yang mungkin lebih sering kamu temui di negara Barat.

17 Contoh Asimilasi dalam Kehidupan Sehari-Hari di Masyarakat, Keluarga, dan Sekolah


6. Mencari Pengetahuan Budaya Baru

Selanjutnya, contoh akulturasi di lingkungan sekolah yaitu bisa dengan mencari informasi mengenai pengetahuan budaya baru.

Bisa jadi kamu belajar mengenai sejarah, seni, hingga sastra dari budaya baru tersebut saat pindah ke negara lain.

Proses satu ini dapat memakan waktu yang cukup lama. Namun, saat kamu sudah mulai memahaminya, maka proses integrasi ke budaya lama akan menjadi semakin mudah.

7. Mengambil Bagian dalam Kegiatan Budaya Baru

Contoh lainnya untuk proses akulturasi yang terjadi di lingkungan sekolah yaitu bisa dengan berpartisipasi secara langsung.

Saat kamu bertemu dengan budaya yang baru, bisa untuk bergabung dengan kegiatan dan hobi yang baru pula.

Setiap kebudayaan akan memiliki hobi dan aktivitas yang berbeda pula. Misalnya yaitu banyak orang dewasa di Indonesia yang lebih suka bermain sepak bola dan bulu tangkis.

Sementara untuk negara lain, bisa jadi orang dewasanya lebih suka bermain bola basket seperti di negara Amerika Serikat.

8. Penggunaan Sapaan dan Etika Berkomunikasi Baru

Di lingkungan sekolah internasional, siswa terbiasa menggunakan sapaan seperti Mr., Mrs., atau memanggil guru dengan nama belakang.

Siswa Indonesia yang awalnya terbiasa memanggil “Bu” atau “Pak” akan menyesuaikan diri dengan kebiasaan tersebut tanpa meninggalkan sikap sopan khas budaya sendiri.

9. Perpaduan Metode Belajar

Sekolah yang menerima siswa dari berbagai negara sering mengombinasikan metode belajar lokal dengan metode dari budaya lain.

Misalnya, diskusi terbuka ala Barat dipadukan dengan sikap sopan dan menghargai guru seperti budaya Timur, sehingga tercipta suasana belajar yang seimbang.

10. Perayaan Hari Besar Budaya di Sekolah

Sekolah mengadakan kegiatan perayaan budaya seperti International Day, di mana siswa mengenakan pakaian adat dari berbagai negara.

Dalam kegiatan ini, budaya lokal tetap ditampilkan, tetapi juga berpadu dengan budaya asing tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing.

11. Kebiasaan Antri dan Manajemen Waktu

Siswa yang berasal dari budaya dengan kedisiplinan waktu tinggi membawa kebiasaan tepat waktu ke lingkungan sekolah.

Lambat laun, siswa lain ikut menyesuaikan diri dengan budaya tersebut tanpa harus meninggalkan kebiasaan sosial yang sudah ada sebelumnya.

12. Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran

Masuknya siswa atau guru dari luar negeri turut membawa budaya penggunaan teknologi dalam proses belajar.

Contohnya, penggunaan platform pembelajaran digital dipadukan dengan sistem pembelajaran tatap muka yang sudah lama diterapkan di sekolah.

13. Kerja Kelompok Multikultural

Dalam kerja kelompok, siswa dari latar belakang budaya berbeda saling berbagi cara berpikir dan menyelesaikan masalah.

Hasilnya, terbentuk cara kerja baru yang merupakan perpaduan antara budaya gotong royong dan budaya mandiri.

14. Penyesuaian Aturan Sekolah terhadap Keberagaman

Sekolah menyesuaikan aturan berpakaian, jadwal ibadah, atau kegiatan tertentu agar dapat mengakomodasi siswa dari berbagai budaya.

Aturan baru ini tidak menghilangkan budaya sekolah, tetapi justru memperkaya nilai toleransi dan saling menghormati.

Pengertian Asimilasi

Tidak kalah pentingnya untuk dipahami dari contoh akulturasi dan asimilasi di lingkungan sekolah yaitu mengenai proses asimilasi tersebut.

Asimilasi merupakan sebuah proses penyesuaian atau peleburan dari sifat asli yang dimiliki budaya dengan lingkungan sekitarnya.

Asimilasi terjadi karena terdapat individu atau kelompok yang memiliki latar belakang berbeda dan hidup pada sebuah lingkungan maupun daerah yang sama.

Contoh Asimilasi di Lingkungan Sekolah

Pembahasan mengenai contoh akulturasi dan asimilasi di lingkungan sekolah sebelumnya lebih fokus dengan proses akulturasi.

Sementara itu, kali ini kamu akan diajak untuk mengetahui apa saja contoh asimilasi yang bisa ditemui di lingkungan sekolah.

Berikut ini merupakan contoh dari asimilasi yang dapat ditemukan di lingkungan sekolah diantaranya:

  1. Membuka diri dalam menerima keberadaan siswa dari berbagai jenis latar belakang yang ada.
  2. Menyediakan ruang serta kesempatan untuk siswa dalam mengenal dan memahami budaya maupun nilai yang berbeda.
  3. Mendorong siswa supaya dapat berinteraksi dan berkolaborasi dengan siswa yang memiliki latar belakang berbeda.
  4. Mengintegrasikan budaya atau nilai yang berbeda dan terdapat dalam kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler.
  5. Mengadakan forum yang mengangkat topik tentang isu keberagaman dan keterbukaan sebagai nilai yang dianggap penting.
  6. Melibatkan orang tua dan masyarakat dalam upaya untuk mendukung dan mendorong asimilasi yang memiliki nilai positif di lingkungan sekolah.
  7. Menyediakan dukungan serta sumber daya yang memadai bagi para siswa yang membutuhkan penanganan khusus.
  8. Menyesuaikan bahasa komunikasi sehari-hari di sekolah dengan bahasa yang dipahami bersama, sehingga siswa dari berbagai latar belakang dapat berinteraksi tanpa hambatan.
  9. Membentuk kelompok belajar yang beranggotakan siswa dari suku, agama, atau budaya berbeda hingga perbedaan tersebut tidak lagi menjadi sekat dalam pergaulan.
  10. Menghilangkan kebiasaan mengelompok berdasarkan asal daerah atau latar belakang tertentu, sehingga seluruh siswa berbaur secara alami dalam kegiatan sekolah.
  11. Menyatukan aturan dan tata tertib sekolah yang berlaku sama bagi seluruh siswa tanpa membedakan latar belakang budaya, agama, maupun status sosial.
  12. Kegiatan upacara bendera dan peringatan hari besar nasional yang diikuti seluruh siswa sebagai simbol persatuan dan identitas bersama.
  13. Penggunaan seragam sekolah yang sama untuk seluruh siswa agar perbedaan latar belakang tidak terlihat secara mencolok.
  14. Pembiasaan nilai-nilai bersama seperti disiplin, toleransi, dan tanggung jawab yang diterapkan kepada seluruh warga sekolah tanpa pengecualian.
  15. Kerja sama antarsiswa dalam kegiatan organisasi sekolah seperti OSIS, pramuka, atau klub sekolah hingga terbentuk solidaritas dan rasa kebersamaan.
  16. Penerapan sanksi dan penghargaan yang adil bagi seluruh siswa sehingga tidak ada perlakuan istimewa berdasarkan latar belakang tertentu.
  17. Terbentuknya budaya sekolah baru yang merupakan hasil peleburan berbagai budaya siswa, seperti kebiasaan saling menyapa, bekerja sama, dan menghargai perbedaan sebagai sesuatu yang wajar.

Penutup

Nah, itu tadi merupakan kumpulan dari beberapa contoh akulturasi dan asimilasi di lingkungan sekolah yang mungkin juga pernah kamu temui dalam kehidupan sehari-hari.

Pada penjelasan tersebut selain contoh, tetapi juga di atas telah diberikan mengenai penjelasan dari akulturasi dan asimilasi sehingga kamu bisa mencoba mencari contoh yang lainnya.

Tidak hanya terjadi dengan akulturasi dan asimilasi, tetapi juga masih ada banyak hal berkaitan dengan budaya yang penting untuk kamu pahami.

Kamu bisa membaca terkait dengan kehidupan budaya dan sosial masyarakat yang lengkap hanya melalui situs blog Mamikos.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Advertisement