17 Contoh Asimilasi dalam Kehidupan Sehari-Hari di Masyarakat, Keluarga, dan Sekolah
Apakah kamu tahu apa itu asimilasi? Jika belum, maka kamu perlu membaca artikel ini untuk memahaminya lebih dalam.
Proses asimilasi sudah terjadi sejak dahulu kala bahkan zaman kerajaan. Adanya asimilasi memudahkan bentuk kebudayaan lain untuk bercampur dengan budaya yang sudah ada.
Maksudnya adalah asimilasi dapat membantu kebudayaan baru yang ingin masuk ke kebudayaan lama. Asimilasi juga menjadi proses pengenalan dari kebudayaan bari agar lebih mudah untuk diterima oleh masyarakat.
Sebenarnya asimilasi lebih bertujuan untuk membentuk kesatuan sehingga dua jenis budaya dapat berjalan bersama. Kira-kira apa saja contoh asimilasi dalam kehidupan sehari-hari? Berikut penjelasan lengkapnya. 📖✨
Daftar Isi
Pengertian Asimilasi

Asimilasi diambil dari kata dalam Bahasa Latin yaitu assimilare, yang memiliki arti “menjadi sama”.
Kata ini juga diserap dari Bahasa Inggris yaitu “assimilation” yang kemudian berbentuk menjadi “asimilasi” dalam konteks Bahasa Indonesia.
Namun secara umum, asimilasi merupakan sebuah proses sosial yang dapat berlangsung pada tingkatan yang tertinggi.
Pengertian dari asimilasi lumrahnya akan didefinisikan sebagai bentuk penyatuan antara dua kebudayaan yang diikuti dengan tergerusnya suatu ciri khusus dari kebudayaan asli yang pada akhirnya akan membentuk sebuah kebudayaan baru.
Dalam menekan sebuah bentuk perbedaan, maka disertai juga dengan gerakan untuk mempererat bentuk kesatuan tindakan, perasaan, dan juga sikap yang tentu saja tetap dalam memperhatikan kepentingan serta sekaligus tujuan untuk bersama.
Syarat Terwujudnya Asimilasi
Asimilasi juga tidak dapat terwujud begitu saja. Namun terdapat syarat agar asimilasi dapat terbentuk. Berikut adalah beberapa syarat dari terwujudnya sebuah asimilasi:
- Terdapat sejumlah kelompok masyarakat yang memiliki bentuk kebudayaan berbeda.
- Terdapat bentuk interaksi secara intensif dari antarindividu maupun kelompok.
- Sifat yang khas dari kebudayaan-kebudayaan golongan masyarakat yang dapat saling berinteraksi mengalami sebuah perubahan, begitu pun juga dengan wujud dari kebudayaan sehingga akan terbentuk kebudayaan campuran.
Proses Terjadinya Asimilasi
Asimilasi tentu juga memiliki proses yang tak lama, sebab percampuran budaya tentu harus melalui proses penerimaan yang panjang.
Sebab menyatukan dua kebudayaan yang berbeda dapat mengacaukan kedua budaya tersebut. Berikut adalah proses terjadinya asimilasi:
- Proses pertama yaitu beberapa dari kelompok dengan bentuk kebudayaan yang berbeda akan menempati suatu wilayah yang sama.
- Proses kedua akan terjadi proses interaksi yang intensif antara dua kelompok tersebut dalam jangka waktu yang cukup panjang.
- Berikutnya adalah mereka akan terbuka pada bentuk kebudayaan yang baru tersebut.
- Mulai menciptakan atau melahirkan rasa toleransi antar dua anggota kelompok yang berbeda.
- Selanjutnya yaitu menghilangkan suatu sifat konservatif serta mulai memunculkan keterbukaan terhadap sikap dan juga pemikiran yang ada dari kelompok yang berkuasa terhadap kaum kelompok pendatang.
- Terdapat sebuah pernikahan dari antaranggota kelompok budaya yang berbeda.
- Proses terakhir adalah terdapat kesamaan atau rasa yang sama dalam menyukai sesuatu, sehingga akan tercipta sebuah tujuan untuk bersama.
Tujuan Asimilasi
Seperti kebanyakan dari fenomena sosial yang memang memiliki tujuan di dalam kehadirannya, baik dengan cara eksplisit maupun implisit, begitu juga dengan adanya bentuk asimilimasi.
Tujuan utama dari asimilasi yang secara sederhana yaitu guna untuk lebih mendekatkan lagi dari kesatuan sebuah tindakan, perasaan, dan juga sikap yang akan diikuti dengan rasa memperhatikan dalam kepentingan juga demi tujuan bersama.
Oleh sebab itu, proses terjadinya asimilasi dapat terlihat apabila kedua kebudayaan yang berbeda sudah bisa saling menerima dan menghargai satu sama lain.
Sebab jika hanya terjadi dialog namun belum memiliki rasa persatuan yang sama, maka proses asimilasi dianggap gagal.
Contoh Asimilasi di Masyarakat
1. Pernikahan Antar Etnis

Contoh dari asimilasi yang paling mudah untuk ditemui di masyarakat yaitu pernikahan berbeda etnis dan juga ras.
Dua orang yang berbeda ras dan menikah, maka akan menghasilkan keturunan campuran atau disebut juga blasteran, misalnya adalah seperti pasangan Indo-Belanda, Indo-Arab, Indo-Prancis, dan lain sebagainya.
Pernikahan ini bukan merupakan bentuk paksaan orang tua, walaupun memang terdapat beberapa yang dijodohkan, namun lebih kepada perasaan pribadi antar kedua lawan jenis.
2. Seni Musik Dangdut

Asimilasi di masyarakat juga dapat ditemui di dalam bidang musik.
Misalnya adalah percampuran antara jenis musik melayu dengan adanya pengaruh musik dari India, yang kemudian dapat menghasilkan genre musik baru yaitu dangdut.
Musik dangdut yang pertama kali populer di Indonesia yaitu pada akhir tahun 60an.
Kini music dangdut semakin populer di kalangan anak muda dan sering menjadi corak musik yang unik dan sering digunakan pada suatu acara tertentu.
Bentuk asimilasi di bidang musik ini juga sangat menyadarkan jika asimilasi memang terjadi.
Halaman:



