Advertisement
Source : blogs.bl.uk

5 Contoh Akulturasi Kebudayaan Hindu-Budha dan Islam di Indonesia beserta Penjelasannya

Fenomena peleburan atau yang biasa disebut dengan akulturasi memiliki contoh dalam bentuk nyata yang memiliki makna tertentu. Pelajari ulasan lengkapnya di bawah ini.

28 Desember 2025 Kristina.S

Mulailah pada saat itu dibangun masjid yang bercorak seperti rumah dan juga pendopo dengan bagian atap yang berbentuk tumpeng bersusun dan tingkat yang paling atas berbentuk limas.

Biasanya jumlah tumpangnya selalu gasal, ada yang tiga ataupun lima dan atasnya diberi suatu kemuncak yang bernama mustaka.

Bentuk atap bertumpang ini adalah hasil pengaruh budaya yang telah dikembangkan oleh era Hindu. Contohnya adalah bentuk bangunan meru pada bangunan suci Hindu atau Pure.

Ciri-ciri lainnya adalah tidak adanya bangunan menara.

Umumnya, masjid di luar Indonesia memiliki menara seperti masjid-masjid di Mesir ataupun di Irak yang juga disebut sebagai bangunan penting tempat muadzin melakukan panggilan shalat.

Di Indonesia panggilan itu pun dilakukan dengan memukul bedug atau kentongan, dimana hal itu merupakan bentuk akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal Indonesia.

Meskipun begitu ternyata ada beberapa masjid di indonesia pada saat itu yang memiliki Menara, salah satunya adalah Masjid Kudus.

Namun Menara tersebut memiliki asal usul yang unik juga. Menara kudus tersebut ternyata merupakan sebuah candi langgam jawa timur yang telah disesuaikan bangunan dan fungsinya.

Ada juga yang meyakini bahwa bentuk masjid kudus sendir mirip dengan bale kulkul, yaitu bagian bangunan dari Pure.

Selain itu uniknya lagi dari masjid kudus ini terdapat pada desain pintu-pintu masuk dan begitu pula dengan tempat wudhunya. Pintu-pintu masuk masjid ini identik dengan pintu-pintu masuk di bangunan suci Hindu.

Di tempat wudhunya memiliki aliran air wudhu yang mengalir keluar dari mulut kalamakara.

Hal-hal tersebut membuat semakin jelas bentuk akulturasi budaya yang terjadi dari budaya era Hindu dan budaya era Islam.

5+ Contoh Akulturasi Budaya Islam dengan Budaya Lokal Masyarakat Indonesia

Makam

15 Contoh Asimilasi dalam Kehidupan Sehari-Hari di Masyarakat, Keluarga, dan Sekolah
Getty Images/delobol

Selain bangunan masjidnya, hal yang berakulturasi dalam seni bangunan adalah makam. Pemakaman era-era pengaruh sebelum Islam sangat mempengaruhi pemakaman di era Islam.

Banyak kebiasaan-kebiasaan dan pandangan-pandangan era sebelum era pengaruh Islam masih dilakukan oleh masyarakat Islam.

Contohnya adalah penyimpanan mayat di zaman kuno yang dilakukan di dalam batu, dan di era Islam penyimpanan mayat disimpan didalam peti kayu.

Ada juga penaburan bunga-bungaan dilakukan diatas kubur.

Selamatan atau saji-sajian yang jauh sudah berkembang jauh sebelum masa perkembangan Islam, bahkan sebelum era-era Hindu-Buddha dan semua itu masih hidup sampai era Islam.

Tidak lupa juga dengan tradisi peringatan 1, 3, 7, 40, 100, 1 tahun, 2 tahun, dan 1000 hari dari orang meninggal yang bisa disebut dengan tahlil.

Peringatan atau selamatan tersebut biasanya dilakukan dengan doa-doa yang diyakini untuk mengantarkan roh orang yang telah meninggal untuk menghadap ke Sang Pencipta.

Dan lagi hal itu pun menanyakan kejelasan akulturasi yang terjadi antara budaya-budaya Islam dengan budaya Hindu-Buddha dan pra-sejarah.

2. Seni Ukir

Contoh-contoh Akulturasi Kebudayaan Hindu-Budha dan Islam di Indonesia beserta Penjelasannya
https://www.triptrus.com/

Mengukir, membuat patung, melukis makhluk hidup ataupun manusia sejatinya dalam Islam tidak diperkenankan. Alhasil seni patung di Indonesia pada era pengaruh Islam kuranglah berkembang.

Di zamannya pengaruh Hindu dan Buddha walaupun seni patung untuk penggambaran makhluk hidup yang secara nyata tidak diperkenankan juga namun seni pahat dan seni ukir sangatlah berkembang.

Para seniman pun untuk melambangkan penggambaran makhluk hidup yang tidak diperkenankan mengembangkan seni hias dan ukir dengan motif dedaunan dan bunga-bungaan.

Kreasi baru saat itu tercipta untuk situasi dimana mereka harus menggambarkan makhluk hidup akan disamarkan melalui berbagai hiasan hingga bentuknya tidak benar-benar jelas berwujud makhluk hidup.

Seni seperti itu disebut dengan Stilir.

Perkembangan seni ukir dan hias di era perkembangan Islam dapat dijumpai di masjid mantingan, Jepara dan komplek makam Sendang Duwur, Jawa timur.

Halaman:

Advertisement