Advertisement
Source : blogs.bl.uk

5 Contoh Akulturasi Kebudayaan Hindu-Budha dan Islam di Indonesia beserta Penjelasannya

Fenomena peleburan atau yang biasa disebut dengan akulturasi memiliki contoh dalam bentuk nyata yang memiliki makna tertentu. Pelajari ulasan lengkapnya di bawah ini.

28 Desember 2025 Kristina.S

Akulturasi adalah sebuah fenomena peleburan.

Peleburan antara dua kebudayaan ataupun lebih didalam sebuah kesinambungan langsung dan mempengaruhi satu sama lain. Hasilnya pun adalah perubahan pada budaya asli dari kedua kebudayaan maupun salah satu darinya.

Diberbagai belahan dunia dapat dengan mudahnya untuk menemukan akulturasi-akulturasi budaya. Karena banyaknya perubahan zaman dan era yang didapatkan pada sebuah masyarakat sosial.

Mari simak akulturasi di bawah ini. 📖✨

Faktor yang Menimbulkan Akulturasi Kebudayaan

Contoh-contoh Akulturasi Kebudayaan Hindu-Budha dan Islam di Indonesia beserta Penjelasannya
triptrus.com
Contoh Akulturasi dalam Bidang Makanan, Pakaian Adat, Bahasa dan Budaya di Masyarakat

Ekspansi, penjajahan, perang, penyebaran agama, dan lokasi perbatasan adalah beberapa hal yang dapat menimbulkan sebuah akulturasi budaya.

Indonesia yang begitu luas dan dipenuhi dengan berbagai macam suku, agama, dan, budaya ini pun tentunya membuatnya dapat dengan mudah menemukan akulturasi-akulturasi budaya.

Hindu dan Buddha adalah agama awal yang masuk kedalam wilayah nusantara. Tentunya pada waktu hindu dan buddha masuk ke nusantara pun, saat itu Indonesia sudah dipenuhi dengan budaya-budaya lokal.

Masuknya Hindu dan Buddha dalam nusantara melahirkan akulturasi-akulturasi budaya Hindu dan Buddha dengan kebudayaan lokal di indonesia.

Begitu kuatnya budaya di antara kedua budaya tersebut melahirkan akulturasi di dalam masyarakat saat itu.

Ringkasan Materi Sosiologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap

Akulturasi Era Islam Masuk ke Indonesia

Terjadi hal yang sama pula ketika Islam masuk ke Indonesia. Saat itu agama lokal yang sudah berakulturasi dengan Hindu dan Buddha pun berakulturasi lagi dengan budaya Islam yang baru masuk ke Indonesia.

Kebudayaan memiliki sifat yang dinamis dan saling mempengaruhi. Budaya-budaya yang berinteraksi akan menghasilkan budaya yang ter-upgrade. maupun budaya yang benar-benar baru.

Contoh Akulturasi di Lingkungan Masyarakat Indonesia yang Ada Sampai Sekarang

Bahkan menghasilkan dampak yang negatif berupa konflik, ketika dua budaya tersebut sangat saling bertentangan.

Sementara jejak masuknya Hindu, Buddha, dan Islam ke dalam Indonesia adalah melalui jalur yang penuh dengan kedamaian. Masing-masing dari agama tersebut masuk dengan sebuah penyesuaian pada budaya setempat.

Itu semua menghasilkan penerimaan oleh masyarakat lokal Indonesia tanpa ada pertumpahan darah maupun tragedi-tragedi lainnya.

Adapun Interaksi dengan bentuk lain yang direpresentasikan oleh Hindu, Buddha, dan Islam dengan tradisi lokal dalam hal kepercayaan.

Di zaman megalitikum telah mengenal tradisi persembahan. Ritual kepercayaan animisme dan dinamisme begitupun dengan mantera-mantera.

Hal-hal ini pun masih terus berlanjut di era-era pengaruh Hindu dan Buddha, bahkan dalam era Islam pun hal-hal tersebut tidak hilang dengan begitu saja.

Konsep-konsep dinamisme dan animisme masih bisa ditemukan didalam masyarakat islam Indonesia bahkan sampai detik ini. Fenomena peleburan dalam hal keagamaan ini pun memiliki sebutan sinkretisme.

Kamu dapat menemukan berbagai hal ini apalagi di dalam masyarakat jawa yang masih melakukan persembahan sesaji pada tempat-tempat yang diyakini keramat.

Pemujaan terhadap gunung, laut, danau, binatang, senjata dan berbagai hal lainnya.

Fenomena akulturasi antara kebudayaan menghasilkan dampak yang bervariatif di berbagai hal.

Adapun hal-hal tersebut mencakup bentuk fisik kebendaan seperti seni bangunan, seni ukir, ataupun pahatan dan juga bidang-bidang kesenian.

Contoh-contoh Akulturasi Kebudayaan Hindu-Budha dan Islam di Indonesia

1. Seni Bangunan

Salah satu bentuk nyata dari akulturasi yang bisa kamu lihat dalam bentuk fisik adalah seni bangunan.

Dalam era pengaruh Islam, seni-seni bangunan sangat menunjukan adanya akulturasi budaya Islam dengan budaya-budaya lokal Indonesia. Diantaranya yang paling umum terlihat adalah seni bangunan masjidnya.

Masjid

15 Contoh Asimilasi dalam Kehidupan Sehari-Hari di Masyarakat, Keluarga, dan Sekolah
jalanbareng.com

Masjid yang terakulturasi mempunyai beberapa ciri-ciri yang khas, yang paling utama adalah atapnya yang berbentuk tumpeng ataupun atap yang bersusun dan bertingkat.

Adapun berdasarkan sejarah atap masjid yang berbentuk kubah barulah terlahir di era sekitar abad 18, yaitu awal dimana penyebaran Islam di pulau jawa terjadi.

Karena penyebarannya yang dengan cara fleksibel dan tidak kaku, bangunan ibadah umat Islam ini pun diselaraskan dengan corak bangunan-bangunan yang pada saat itu ada di Indonesia.

Halaman:

Advertisement