Contoh Analisis Cerpen Beserta Cara Membuatnya yang Baik dan Benar
Pernahkah kamu membaca atau terinspirasi untuk membuat cerpen? Cobalah untuk belajar membuat dan menganalisis cerpen, dengan membaca artikel di bawah ini.
4. Fungsi Didaktif
Cerpen bisa mengarahkan dan juga mendidik para pembaca, dengan menggunakan nilai-nilai kebenaran serta kebaikan di dalam cerita.
5. Fungsi Relegiusitas
Cerpen juga mengandung nilai-nilai yang terdapat dalam ajaran agama, yang dapat dijadikan sebagai teladan untuk para pembacanya.
Struktur Cerpen
1. Abstrak
Abstrak adalah pemaparan pada gambaran awal dari cerita yang akan dikisahkan.
Pada cerpen, abstrak seringkali digunakan untuk pelengkap cerita. Oleh karena, itu abstrak sangat bersifat opsional atau dapat jadi tidak muncul pada cerpen tersebut.
2. Orientasi
Pada orientasi cerpen, seringkali menjelaskan mengenai latar cerita seperti waktu, suasana, tempat/lokasi, yang digunakan di dalam penggambaran sebuah cerita cerpen.
3. Komplikasi
Komplikasi menjelaskan mengenai struktur, yang berkaitan pada pemaparan awal dalam suatu masalah, yang sedang dihadapi oleh tokoh.
Watak dari tokoh juga akan dijelaskan pada bagian ini. Selain itu, pada bagian komplikasi juga menjelaskan mengenai urutan kejadian yang akan berhubungan dengan sebab akibat.
4. Evaluasi
Pada bagian evaluasi ini, akan terjadi konflik masalah yang semakin memuncak.
Konflik akan mulai menuju pada bagian klimaks, serta memperoleh penyelesaian atas masalah yang sedang terjadi.
5. Resolusi
Resolusi adalah bagian akhir dari permasalahan, yang sedang terjadi dalam cerpen. Pada bagian ini, terdapat sebuah penjelasan dari pengarang, tentang solusi permasalahan yang dihadapi tokoh.
6. Koda
Koda adalah nilai ataupun pesan moral, yang terdapat dalam sebuah cerpen yang disampaikan dari penulis kepada para pembaca.
Pesan moral yang disampaikan, juga sesuai dengan jenis dari cerpen.
Ciri-ciri Cerpen
Sebelum membahas contoh analisis cerpen, agar kamu bisa lebih mengenal apa itu cerpen, maka tidak hanya sekadar mengetahui tentang pengertian cerpen saja.
Sebuah cerpen mempunyai ciri-ciri tertentu yang khas, dimana ciri-ciri tersebut nantinya akan dapat digunakan sebagai pembeda, dari bentuk karya sastra lainnya.
Ciri-ciri dari cerpen sebagai berikut ini:
- Pada umumnya cerpen memang bersifat fiktif, atau berbentuk karangan dari sang penulis.
- Cerpen mempunyai susunan kata, yang tidak lebih dari 10.000 (sepuluh ribu) kata.
- Ketika membaca cerpen, biasanya akan selesai hanya dengan sekali duduk.
- Cerpen mempunyai bentuk cerita yang sangat singkat.
- Cerpen mempunyai diksi atau pilihan kata yang memang tidak rumit, sehingga akan mudah untuk dipahami oleh pembaca.
- Cerpen hanya mempunyai alur cerita tunggal, atau dalam satu jalan cerita saja.
- Kisah cerita dalam cerpen, seringkali berasal dari peristiwa pada kehidupan sehari-hari.
- Karakter tokoh dalam cerpen sangatlah sederhana.
- Di akhir bagian, seringkali terdapat sebuah pesan moral yang sangat mendalam, sehingga akan membuat pembaca dapat ikut merasakan kisah dari cerpen tersebut.
Halaman:



