Advertisement
Source : Canva/@kzenon2

15 Contoh Bacaan Mad beserta Hukum dan Jenis-jenisnya Lengkap

Dapatkan penjelasan dan contoh-contoh lengkap tentang hukum bacaan Mad hanya di artikel berikut ini.

24 Oktober 2024 Fajar Laksana

Mempermudah Hafalan

Membaca Al-Qur’an dengan ilmu tajwid yang benar termasuk dengan adanya hukum bacaan Mad akan mempermudah mengingat Al-Qur’an.

Menambah Keindahan Bacaan

Hukum bacaan mad juga berperan dalam menciptakan keindahan bacaan Al-Qur’an. 

Memahami berbagai jenis mad dan cara melafalkannya dapat membuat suara ketika membaca Al-Qur’an memiliki irama.

Percabangan Jenis-jenis Mad

Hukum bacaan Mad pada ilmu Tajwid diklasifikasikan ke dalam dua percabangan kelompok, yaitu mad thabi’i (mad asli) dan mad far’i (mad turunan).

Pada mad thabi’i, harakat dibaca dengan panjang dua ketuk harakat, sedangkan pada mad far’i harakat dibaca dengan panjang 2 sampai 6 ketuk harakat.

Supaya kamu punya gambaran yang lebih jelas, berikut penjelasan dan daftar jenis-jenis mad.

1. Mad thabi’i

Mad thabi’i adalah salah satu hukum bacaan mad yang berarti memanjangkan suara pada huruf tertentu dalam Al-Qur’an. 

Praktik dari mad thabi’i adalah memanjangkan bacaan huruf hijaiyah yang berharakat fathah jika bertemu dengan alif mati (ا), berharakat kasrah jika bertemu dengan huruf ya mati (يْ), dan berharakat dhammah jika bertemu huruf wau mati (وْ)

2. Mad far’i

Mad far’i merupakan jenis bacaan panjang dalam ilmu tajwid hukum bacaan mad yang terjadi karena adanya pengaruh dari huruf atau kondisi tertentu setelah huruf yang berharakat fathah, kasrah, atau dhammah.

67 Contoh Mad Jaiz Munfasil beserta Surat dan Ayatnya dalam Al-Quran Dilengkapi Penjelasan

Mad far’i dapat dikategorikan berdasarkan penyebab terjadinya, antara lain:

Mad Wajib Muttasil: Mad thabi’i yang bertemu dengan hamzah di dalam satu kata, dibaca panjang lima harakat.
Mad Jaiz Munfasil: Mad thabi’i yang bertemu hamzah di awal kata berikutnya, dibaca panjang lima harakat. 

Mad Badal: Hukum bacaan mad badal merupakan mad yang bermula dari pergantian huruf hamzah yang mati dengan huruf alif, ya’ maupun wau. Bacanya dipanjangkan dua harakat..
Mad Iwad: Ketika fathahtain dibaca dengan menggantinya dengan alif, dibaca dua harakat.

Mad Layyin: Memiliki arti lunak, yaitu ketika mad thabi’i baik yang wau sukun atau yaa’ sukun didahului oleh harakat fathah.
Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi: Ketika huruf Mad thabi’i bertemu harakat sukun pada satu kata atau akhir kata dan dibaca panjang 3 harakat.
Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi: Ketika huruf Mad thabi’i bertemu dengan sukun di satu kata atau akhir kata lalu dibaca panjang hingga 6 harakat..
Mad Lazim Mukhaffaf Harfi: Apabila terdapat huruf hijaiyyah pada awal surah yang hanya terdiri satu huruf atau lebih.
Mad Lazim Mutsaqqal Harfi: Ketika ada penggalan dari huruf hijaiyyah di awal pembuka suatu surah.
Mad Farq: Tatkala dua hamzah bertemu, yaitu hamzah istifham dengan hamzah washal pada alif lam ma’rifah.
Mad Aridh Lissukun: Merupakan kondisi Mad thabi’i yang berpapasan dengan huruf mati akibat waqaf.
Mad Tamkin: Mad Tamkin terjadi apabila dua huruf yaa’ bertemu. Yaa’ pertama mempunyai harakat tasydid dan kasrah, sedangkah yaa’ kedua berharakat sukun.
Mad Shilah Qasirah: Mad shilah qasirah adalah hukum bacaan mad apabila terdapat huruf ha’ dhammir dan huruf sebelumnya yang hidup, panjang bacaannya dua harakat.

Mad Shilah Tawilah: Merupakan hukum bacaan mad ketika ha dhammir berpapsan dengan huruf hamzah berharakat setelahnya, panjang bacaannya lima harakat.

Halaman:

Advertisement