5 Contoh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Indonesia dan Tujuannya
Bank Perkreditan Rakyat tak ayal memeran peran penting bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat di daerah. Simak contoh BPR beserta tujuannya di sini, ya!
Tujuan BPR
Menurut Bank & Lembaga Keuangan (2002) yang disusun oleh Juli Irmayanto tujuan dari didirikannya BPR adalah sebagai berikut:
1. BPR bertujuan untuk meningkatkan pelayanan perbankan khususnya pada masyarakat di daerah atau pedesaan
2. BPR bertujuan mendukung pertumbuhan serta modernisasi ekonomi di daerah atau pedesaan seperti bagi petani, nelayan serta para pedagang kecil di desa-desa.
3. BPR menyediakan modal dengan prosedur pemberian kredit yang sederhana dan gampang.
4. BPR turut serta dalam memobilisasi modal yang penting bagi permbangunan serta menabung dengan menyediakan sarana yang aman bagi masyarakat.
Jenis-jenis BPR
Tadi kita sudah membahas definisi, fungsi dan larangan kegiatan BPR, sebelum mempelajari contoh bank perkreditan rakyat berikut Mamikos jelaskan mengenai jenis-jenis BPR.
Jenis BPR ada beberapa macam jika kita tinjau berdasarkan siapa pemiliknya, prinsip pengelolaannya, jenis serta kegiatan usahanya. Berikut penjelasan masing-masing!
A. Siapa Pemiliknya
Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Indonesia jika dikategorikan berdasarkan siapa pemiliknya bisa kita berdasakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. BPR Milik Pemerintah Daerah
BPR jenis pertama adalah BPR yang kepemilikan dan pengelolaannya dipegang oleh pemerintah (biasanya BPR ini dijalankan oleh pemerintah daerah tingkat II).
Meski di lapangan lebih banyak BPR yang dijalankan oleh pihak swasta, tapi masih ada BPR yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah.
Dengan demikian, maka pemerintah daerah memiliki pengaruh dalam mengelola serta memberikan intervensi dalam mengarahkan kebijakan BPR tersebut.
Apalagi jika intervensi itu dibutuhkan untuk lebih menyejahterakan ekonomi di daerahnya.
2. BPR Milik Swasta
BPR yang dioperasikan oleh pihak swasta mencakup seluruh BPR yang berkomitmen dalam menghadirkan layanan keuangan untuk masyarakat di daerah-daerah.
BPR swasta memiliki peran yang sangat menonjol dalam menyediakan akses keuangan pada para UMKM serta individu yang belum tertampung oleh bank umum.
B. Prinsip Pengelolaannya
Tidak lengkap jika kita sudah membahas contoh bank perkreditan rakyat tapi belum mengetahui apa saja jenis BPR jika dilihat dari prinsip pengelolaannya. Berikut jenis-jenis BPR jika dilihat dari prinsip pengelolaannya!
1. BPR Konvensional
BPR Konvensional merupakan BPR yang kegiatannya dijalankan berdasar prinsip-prinsip perbankan konvensional.
Kegiatan ekonomi yang nantinya menghasilkan profit berupa bunga dan layanan keuangan lain akan didapatkan berdasarkan prinsip-prinsip tradisional.
Apabila kebutuhan konsumen tidak terkait dengan keharusan penerapan prinsip syariah dalam kegiatannya, maka konsumen bisa memilih layanan BPR konvensional.
Halaman:

