Advertisement
Source : canva.com/@gettyimages/Nesho

4 Contoh Barter beserta Cara Melakukannya Lengkap dengan Syarat dan Kelebihannya

Barter sudah ada sejak zaman prasejarah dan masih sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari hingga sekarang. Simak contoh-contohnya di bawah ini!

14 November 2023 Evita

4. Abad Pertengahan

Selanjutnya, sistem barter juga diterapkan pada feodalisme sekitar abad ke-9 hingga ke-15.

Sistem barter tersebut tetap menjadi bagian penting dari kehidupan ekonomi, terutama di antara petani dan penguasa feodal yang ada pada masa itu.

Contoh-contoh Tindakan Ekonomi dalam Kehidupan Sehari-hari

5. Era Penjelajahan dan Perdagangan

Masa ini terjadi sekitar abad ke-15 hingga ke-18.

Selama era penjelajahan, kontak antara Eropa, Asia, dan Amerika menghasilkan pertukaran barang-barang baru melalui rute perdagangan. 

Barter digunakan dalam pertukaran rempah-rempah, sutra, dan barang-barang lain.

6. Era Modern dan Pengenalan Uang

Era ini terjadi sekitar abad ke-19 hingga sekarang.

Meskipun barter masih ada di beberapa masyarakat tradisional, seiring perkembangan ekonomi dan perdagangan global, pengenalan uang sebagai alat tukar universal menjadi lebih umum. 

Uang memberikan kemudahan dalam nilai yang dapat diukur dan memfasilitasi pertukaran di pasar yang lebih kompleks.

Syarat Barter

Setelah memahami pengertian dan sejarah barter, sekarang mari kita bahas syarat-syarat dari barter itu sendiri.

Meskipun sederhana, sistem ini memerlukan pemenuhan beberapa syarat agar transaksi dapat berjalan dengan lancar. 

Berikut adalah beberapa syarat umum dalam sistem barter:

1. Kedua pihak yang terlibat dalam transaksi harus setuju untuk menukarkan barang atau jasa yang dimilikinya.

Tanpa kesepakatan bersama, pertukaran tidak dapat terjadi, dan adanya persetujuan merupakan langkah awal yang penting dalam sistem barter.

2. Barang atau jasa yang ditukarkan harus memiliki nilai yang setara atau dapat dianggap setara oleh kedua pihak yang terlibat.

Kesetaraan nilai memastikan bahwa pertukaran tersebut adil dan memuaskan kebutuhan kedua belah pihak.

3. Kedua pihak harus memiliki barang atau jasa yang diinginkan oleh pihak lain dan sekaligus diinginkan olehnya sendiri.

Tanpa keselarasan keinginan, sulit untuk mencapai pertukaran, karena masing-masing pihak harus menemukan pasangan yang tepat untuk menukarkan barang atau jasanya.

4. Barang atau jasa yang ditukarkan harus dapat dibagi-bagi jika perlu, terutama jika nilainya lebih besar dari barang atau jasa yang ditawarkan oleh pihak lain.

Pembagian ini memastikan fleksibilitas dalam pertukaran dan memungkinkan penyesuaian nilai yang akurat.

Halaman:

Advertisement