Contoh Biografi Diri Sendiri untuk Melamar Kerja dan Cara Membuatnya yang Baik dan Benar
Untuk membuat lamaran kamu mendapat perhatian dari tim HR. Pahami bagaimana cara membuat deskripsi diri secara baik dan benar.
2. Tonjolkan Keunggulan
Tips selanjutnya dalam membuat deskripsi diri yaitu dengan menentukan poin-poin yang ditonjolkan atau diunggulkan. Mungkin kamu memiliki segudang pengalaman kerja.
Namun tetap ingat bahwa deskripsi sebaiknya ditulis secara singkat. Maka dari itu, usahakan memilih beberapa poin agar benar-benar ditonjolkan.
Untuk menarik perhatian recruiter, kamu tidak harus menunjukkan semua pengalaman kerja, skill, maupun pencapaian yang telah diraih.
Jadikan biografi tersebut sebagai rangkuman atas CV kamu. Yaitu dengan cara menonjolkan beberapa keunggulan kualifikasi atau keahlian paling penting.
Untuk menentukan poin-poin keunggulan yang ingin ditonjolkan, perhatikan posisi lowongan tersebut. Pilih beberapa pengalaman atau skill yang relevan dengan posisi tersebut.
Dengan demikian, perekrut bisa mendapatkan kualifikasi sesuai dengan yang mereka cari untuk mengisi posisi tersedia.
3. Tunjukkan Profesionalisme
Tips membuat contoh biografi diri sendiri untuk melamar kerja berikutnya yaitu mengidentifikasi profil secara profesional. Perkenalkan diri kamu sebagai seorang profesional.
Misalnya menyebut apa jabatan yang ditempati maupun penjelasan tentang deskripsi pengalaman kerjamu.
4. Jelaskan Tujuan Karier
Semua orang perlu memiliki tujuan atau target tertentu dalam kariernya. Menentukan tujuan karier dapat mendorong kamu untuk menyusun strategi agar tujuan tersebut tercapai.
Untuk membuat recruiter tertarik melihat profilmu secara lebih lengkap. Akhiri deskripsi diri dengan menjelaskan apa tujuan karier yang kamu miliki dan ingin wujudkan.
Uraikan juga bagaimana tujuan tersebut memiliki korelasi atau keterkaitan dengan posisi yang ingin dilamar.
5. Gunakan Angka
Tidak ada salahnya melibatkan penggunaan angka misalnya dalam bentuk persentase di biografi kamu.
Angka tersebut bisa merujuk kepada suatu pencapaian atau prestasi yang pernah kamu torehkan sebelumnya. Angka menunjukkan bahwa pencapaian tersebut benar-benar terukur.
6. Berikan Sentuhan Personal
Biografi adalah tulisan dengan sifat pribadi atau personal. Maka dari itu, ada baiknya kamu menghindari cara pendeskripsian terlalu umum.
Pendeskripsian terlalu umum mungkin akan membuat perekrut merasa bahwa profil yang kamu tampilkan cenderung biasa saja. Sehingga mereka tidak melirikmu lebih jauh.
Oleh sebab itu, tidak ada salahnya memberikan sentuhan lebih personal pada biografi diri tersebut. Sentuhan personal justru dapat memberikan kesan tersendiri.
Melalui sentuhan personal tersebut, recruiter dapat menemukan keunikan pribadi pada dirimu sebagai kandidat potensial untuk memperoleh posisi di lowongan terkait.
Halaman:
