Advertisement
Source : Getty Images/HAKINMHAN

Contoh Business Model Canvas beserta Cara Membuatnya yang Baik

Business model canvas biasa digunakan untuk membangun bisnis baru agar memiliki tujuan yang lebih jelas dan tertata. Simak contoh dan cara membuatnya dalam artikel ini.

13 Maret 2024 Bella Carla

Cara Menyusun Business Model Canvas

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, business model canvas terdiri dari 9 elemen dalam manajemen yang berupa visual chart.

Ketika berbicara tentang cara menyusun bisnis model kanvas, kamu akan berfokus pada cara mengisi setiap komponen atau elemen yang ada di dalamnya.

Nah, berikut adalah penjelasan untuk masing-masing elemen business model canvas dan cara mengisinya:

1. Customer Jobs

Block ini diisi untuk mengetahui apa saja pekerjaan dari pelanggan yang ingin diselesaikan dengan produk atau jasa kamu.

Pekerjaan ini dapat berupa tugas yang ingin diselesaikan, kebutuhan yang ingin dipenuhi, atau masalah yang ingin dipecahkan. Untuk mempermudah dalam mengisinya, kamu bisa menjawab pertanyaan berikut ini:

  • Pekerjaan fungsional yang ingin pelanggan selesaikan?
  • Pekerjaan sosial yang ingin pelanggan lakukan?
  • Pekerjaan emosional yang ingin pelanggan selesaikan? Apa saja kebutuhan dasar dari pelanggan yang ingin dipenuhi?
Pengertian Etika Bisnis, Contoh, Tujuan dan Alasan Pentingnya Etika dalam Berbisnis

2. Customer Gain

Block business model canvas berguna untuk menjelaskan manfaat yang diharapkan atau diinginkan pelanggan dari bisnismu.

Keinginan yang dimaksud di sini adalah keinginan fungsionalitas, emosi, sosial, dan penghematan biaya.

Dengan begitu, kamu dapat mengetahui prioritas utama pelanggan. Untuk mengisi block ini, kamu bisa coba menjawab pertanyaan berikut:

  • Apa penghematan yang diinginkan pelanggan, apakah waktu, uang, atau usaha?
  • Hasil apa yang diharapkan oleh pelanggan?
  • Solusi yang bisa menyenangkan pelanggan?
  • Apa yang dicari oleh pelanggan, apakah desain, harga, atau fitur lengkap?
  • Setelah menjawab pertanyaan di atas, cobalah untuk mengurutkan keuntungan apa saja yang relevan dengan pelanggan atau produk

3. Customer Pain

Block satu ini digunakan untuk menggambarkan emosi negatif, situasi dan risiko, biaya yang tidak diinginkan, selama atau setelah pekerjaan selesai.

Guna mempermudah mengetahui customer pain, kamu bisa menjawab pertanyaan berikut:

  • Apa yang menurut pelanggan mahal? Apakah waktu yang lama, modal terlalu besar, atau usaha cukup besar?
  • Apa yang membuat pelanggan merasa buruk, frustasi, terganggu, tidak nyaman, dan sebagainya?
  • Bagaimana solusi sekarang ketika terjadi kinerja buruk seperti fitur tidak sesuai, kinerja buruk, cepat rusak, dan sebagainya?
  • Apa saja kesulitan utama dan tantangan dari pelanggan? Apakah kesulitan mendapatkan sesuatu, resistensi?
  • Risiko yang pelanggan takutkan, apakah masalah uang, risiko teknis, atau sosial?

Sama dengan block customer gain, setelah menjawab deretan pertanyaan di atas, kamu juga wajib melakukan pengurutan mulai dari yang paling relevan berdasarkan pelanggan.

Dengan mengetahui kelemahan atau ketakutan dari customer, kamu dapat membuat produk yang bisa menjawab semua masalah yang dialami pelanggan.

Halaman:

Advertisement