Advertisement
Source : freepik.com/Freepik/

Contoh Cerita Inspiratif tentang Indahnya Kebersamaan dan Keberagaman

Kebersamaan dan keberagaman sudah menjadi nilai-nilai yang tertanam dalam masyarakat Indonesia. Nah, berikut adalah beberapa contoh cerita inspiratif tentang kebersamaan dan keberagaman.

28 Januari 2024 Sekarbumi

Dari cerita Siska, mereka sering menginap di rumah Opung jika Andi bekerja lembur. Opung Ami sangat baik dan merawat mereka layaknya cucu sendiri.

Walau begitu, Andi justru merasa kesal dan waswas. Pasalnya, Ami memiliki keyakinan dan kepercayaan yang berbeda dengan mereka.

Andi takut anak-anaknya akan dicekoki hal-hal yang tidak berguna, atau lebih parah lagi, dicuci otaknya oleh Ami.

Memikirkan hal itu, Andi pun memutuskan untuk tidak lembur hingga larut malam. Ia buru-buru pulang karena tidak ingin anak-anaknya pergi ke rumah Ami.

16 Contoh Judul Cerita Inspiratif yang Menarik dan Cara Membuatnya

Betapa terkejutnya Andi saat melihat banyak polisi dan petugas pemadam kebakaran di sekitar rumahnya. Banyak pula orang-orang yang berkerumun, penuh rasa ingin tahu.

“Ada apa ini?!” seru Andi panik. “Pak Polisi, itu rumah saya! Ada apa?!”

“Gas meledak, Pak,” sahut seorang Polisi yang sedang sibuk mengatur kerumunan. “Sepertinya Anda lupa mematikan kompor dengan benar.”

“Anak-anak saya!” pekik Andi sambil berusaha menerobos masuk. Tapi ia segera ditahan oleh para petugas pemadam kebakaran dan polisi. “Anak-anak saya masih di dalam, Pak!”

“Ayah!”

“Ayah!”

Di tengah kekalutannya, Andi menoleh saat mendengar suara Siska dan Farel. Kedua anaknya itu tampak berdiri di balkon rumah Ami.

“Ayah! Kita di sini!”

Seketika itu juga hati Andi terasa lega. Buru-buru ia berlari menuju rumah Ami.

“Anak-anakmu baik-baik saja, Di,” kata Ami saat membukakan pintu bagi pria itu. “Mereka sedang berkunjung saat rumahmu meledak.”

“Terima kasih, Opung,” ucap Andi dengan suara tercekat. “Terima kasih banyak.”

“Bukan masalah. Siska dan Farel sudah seperti cucuku sendiri.” Ami tersenyum ramah, membuat kerutan di wajahnya semakin banyak. “Tapi, jika aku boleh memberimu nasihat, jangan pulang larut malam lagi ya? Kasihan anak-anakmu, Di.”

Andi mengangguk. Matanya berkaca-kaca saat ia melihat Siska dan Farel berlari menghampiri.

Ia memeluk kedua anaknya itu erat-erat sambil mengucapkan rasa syukur berkali-kali.

Jika mereka tidak sedang berkunjung ke rumah Ami … jika Ami tidak menerima mereka dengan tangan terbuka … entah apa yang akan terjadi.

Sejak itu, Andi tidak lagi bersikap diskriminatif terhadap Ami. Ia mulai berteman dengan Ami dan turut memberikan perhatian pada wanita tua yang hidup seorang diri itu.

Halaman:

Advertisement