Advertisement
Source : Canva/@fpwing

3 Contoh Cerpen Percintaan Singkat yang Seru untuk Dibaca, Awas Baper!

Salah satu tema atau bahasan cerpen yang paling banyak diminati adalah tentang percintaan. Mamikos memiliki beberapa cerpen percintaan yang seru di artikel ini. Yuk, baca!

7 Oktober 2024 Lintang Filia

Dika menggaruk-garuk kepalanya, terlihat sedikit gugup. “Iya… Sebenarnya aku mau ngomong sesuatu. Tapi jangan ketawa ya.”

Fanny mengangkat alis. “Wah, serius banget nih? Jangan-jangan mau pinjam uang?”

“Yah, nggak lah! Aku serius ini, Fan.”

Fanny mendekatkan wajahnya, penasaran. “Apa? Cerita aja, Dik. Kita udah sahabatan sejak kecil, apaan sih yang nggak bisa kamu bilang ke aku?”

Dika menarik napas panjang, lalu menghela pelan. “Aku… sebenernya suka sama kamu.”

Fanny terdiam sejenak, lalu meletus tertawa keras. “Ya ampun, Dika! Kamu lucu banget! Dari dulu udah suka ngeledek aku. Kena deh aku!”

Dika menatapnya sedikit frustasi. “Aku serius, Fan. Ini bukan bercandaan.”

Tawa Fanny tiba-tiba berhenti, dia menatap Dika dengan bingung. “Tunggu… Kamu serius?”

Dika mengangguk dengan wajah memerah. “Iya, aku serius. Aku udah suka sama kamu sejak kita SMP. Tapi waktu itu kita masih kecil, dan aku pikir itu cuma perasaan sesaat. Tapi, sampai sekarang nggak hilang.”

Fanny tersandar ke kursinya, terkejut mendengar pengakuan itu. “Kamu… suka sama aku? Dari dulu?”

Dika tersenyum kecut. “Iya, cuma aku nggak pernah punya keberanian buat bilang.”

Fanny masih terdiam berusaha mencerna. “Tapi… tapi kenapa kamu nggak bilang dari dulu?”

“Aku takut, Fan. Takut kalau aku bilang, kita jadi canggung, terus persahabatan kita hancur. Aku lebih baik jadi sahabat kamu daripada kehilangan kamu sama sekali.”

Fanny menggelengkan kepalanya masih terkejut. “Dika, kamu bodoh banget.”

Dika tersentak. “Hah? Bodoh?”

Fanny mendesah. “Iya, bodoh. Kamu tahu nggak, aku juga nunggu kamu bilang sesuatu dari dulu? Aku suka sama kamu, tapi karena kamu nggak pernah ngomong, aku kira kamu nggak ngerasain hal yang sama.”

Dika ternganga. “Serius? Kamu suka sama aku juga?”

Fanny tertawa kecil, sedikit malu. “Iya, Dika. Dari dulu. Tapi aku juga nggak berani ngomong karena nggak mau merusak apa yang kita punya.”

Mereka saling menatap dalam keheningan yang penuh arti. Dika akhirnya tertawa kecil. “Jadi, selama ini kita berdua saling suka tapi sama-sama nggak berani ngomong?”

Halaman:

Advertisement