Advertisement
Source : Canva/@fpwing

3 Contoh Cerpen Percintaan Singkat yang Seru untuk Dibaca, Awas Baper!

Salah satu tema atau bahasan cerpen yang paling banyak diminati adalah tentang percintaan. Mamikos memiliki beberapa cerpen percintaan yang seru di artikel ini. Yuk, baca!

7 Oktober 2024 Lintang Filia

Fanny ikut tertawa. “Ternyata kita sama-sama payah ya.”

“Parah sih. Udah kayak sinetron, tapi tanpa dramanya,” ujar Dika sambil menggelengkan kepala, wajahnya lega. “Jadi… gimana sekarang?”

Fanny mengangkat cangkirnya dan tersenyum manis. “Sekarang, kita mulai dari kopi ini dulu. Tapi kali ini, bukan sebagai sahabat.”

Dika tersenyum lebar, lalu mengangkat cangkirnya, menyentuh cangkir Fanny dengan bunyi ting yang lembut. “Oke, deal. Tapi kalau kita berantem, aku masih boleh pinjam PR-mu kan?”

Fanny tertawa keras. “Kamu nggak pernah berubah ya! Kalau kita berantem, aku kasih kamu PR dua kali lipat!”

4 Cerpen Keluarga Bahagia dan Sedih yang Bermakna dengan Penuh Pesan Moral

2. Perpisahan di Ujung Senja

Di ujung jalan kecil yang mengarah ke pantai, aku duduk di bangku usang yang sudah terlalu sering jadi tempat pelarianku. Senja, seperti biasa, menggantung di cakrawala, langit oranye keemasan mengisi hari yang perlahan tenggelam.

Aku merenung, menatap laut yang seolah tak pernah berubah, meskipun segalanya di hidupku terus bergerak, bahkan kadang tanpa arah.

Entah apa yang aku tunggu. Atau mungkin aku hanya tak ingin pergi. Di sini, di tempat ini, aku bisa merasa sedikit lebih damai. Namun damai yang aneh—seperti menunggu sesuatu yang tak kunjung datang.

Lalu, langkah kaki kecil terdengar dari belakangku. Aku tahu siapa itu bahkan sebelum aku menoleh. Agni. Senyuman kecil terbit di wajahku saat melihat sosoknya. Sudah lama sekali. Terlalu lama. “Agni,” sapaku pelan.

Tanpa sepatah kata, dia duduk di sebelahku, ikut memandang senja yang hampir hilang. Sudah dua tahun sejak kami terakhir bertemu di tempat ini.

Dua tahun sejak kami memutuskan untuk berpisah. Bukan karena cinta itu hilang, tapi karena dunia – entah bagaimana, seolah tak pernah memberi restu bagi kami.

“Aku pikir kamu nggak akan pernah datang lagi ke sini,” kataku akhirnya, memecah keheningan yang entah terasa hangat atau dingin.

Agni menghela napas panjang dan jawaban yang keluar dari bibirnya membuat hatiku sedikit ngilu. “Aku selalu datang, cuma saja kamu nggak pernah sadar.”

Aku menatap laut, merasa kecil dan bodoh. “Aku sadar. Aku cuma terlalu takut untuk berharap lagi.”

Halaman:

Advertisement