80 Contoh Majas Paradoks beserta Pengertian dan Ciri-cirinya
Dalam artikel Mamikos ini, kamu akan mengenal contoh majas paradoks beserta pengertian dan ciri-cirinya.
Jenis majas paradoks ini biasanya berfungsi untuk mengekspresikan pendapat mengenai sesuatu yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya atau tidak disuka.
Majas paradoks juga sering dipakai sebagai cara ‘halus’ untuk menegur seseorang tanpa memberi kesan jemawa yang berlebihan.
Majas paradoks juga sering ditemukan dalam berbagai media.
Namun majas ini lazimnya ditemukan dalam media cetak misalnya koran, majalah hingga tabloid. Majas paradoks juga sering dipakai sebagai sebuah argumen.
Ketahui Ciri-ciri dalam Majas Paradoks
Masing-masing majas yang kita kenal tentu saja memiliki pengertian dan ciri-cirinya sendiri.
Meski terlihat sama, tapi bisa jadi makna yang dimilikinya berbeda. Sama halnya dengan majas paradoks ini.
Meskipun kamu sudah memahami betul makna pengertiannya di atas, tapi untuk lebih meyakinkan kamu perlu membaca secara mendalam bagaimana ciri-ciri dari majas paradoks tersebut.
Berikut ini ciri-ciri dari majas paradoks yang bisa dengan mudah kamu kenali.
1. Memiliki dua konteks berbeda dalam satu kalimat yang sama
Dari pengertian di atas, kamu mungkin sudah dapat menyimpulkan bahwa majas paradoks ini mempunya dua unsur yang bertolak belakang alias berkebalikan.
Biar Mamikos contohkan lagi agar kamu dapat memahami. Dalam kalimat, ‘Merasa sepi di tengah kemeriahan’, terdapat dua kata yang menjadi inti dari majas paradoks. Yakni kata ‘sepi’ dan ‘kemeriahan’.
Dua kata tadi tentu saja bertolak belakang. Kata kemeriahan merujuk pada suatu keadaan di mana banyak orang, ramai, dan hiruk pikuk, sementara kondisi sebenarnya orang tersebut merasa sepi dan sendiri saja.
2. Mempunyai dua konteks yang berbeda dan mengarah pada sebuah kebenaran
Ciri berikutnya yang mudah untuk kamu pahami dari majas paradoks adalah majas paradoks mempunyai dua konteks yang berbeda namun mengarah pada sebuah kebenaran.
Mamikos akan memberikan contoh berikutnya di sini. ‘Dalam tubuhnya yang sudah renta, ia masih memiliki semangat muda yang berapi-api’.
Halaman:

