80 Contoh Majas Paradoks beserta Pengertian dan Ciri-cirinya
Dalam artikel Mamikos ini, kamu akan mengenal contoh majas paradoks beserta pengertian dan ciri-cirinya.
Contoh-contoh Majas Paradoks
- Kemajuan teknologi dapat jadi penyebab kemunduran interaksi sosial masa kini.
- Kamarnya terlihat bersih, tetapi pikirannya selalu kotor.
- Perwakilan rakyat terlihat mendengar, tetapi selalu pura-pura tuli jika dituntut oleh rakyatnya.
- Indonesia kalah dalam satu pertandingan ganda campuran cabang badminton, namun memenangkan emas dalam olimpiade tahun ini.
- Kejujuran dalam persidangan dapat menjadi sebuah kebohongan tanpa adanya bukti nyata.
- Akhir dari dari segala sesuatu yang ada di dunia, adalah awal dari kehidupan yang lainnya.
- Ia memiliki hati yang baik dan penuh kasih meski mulut sering berkata jahat.
- Adi membeli sepatu termahal di Amerika, namun ia bilang sepatunya murah.
- Ia memiliki insting yang tajam, tapi nuraninya cukup tumpul.
- Di dalam rumah besar itu, mereka merasa kesepian.
- Meski badannya kecil, kekuatannya luar biasa.
- Hatinya penuh cinta, namun kata-katanya selalu menyakiti.
- Dia selalu tersenyum, meskipun hatinya sedang menangis.
- Di tengah harta melimpah, ia merasa kekurangan.
- Meski rumahnya megah, hatinya terasa hampa.
Contoh-contoh Majas Paradoks
- Pikirannya tenang meskipun situasinya kacau.
- Tubuhnya terlihat kuat, tapi jiwanya rapuh.
- Meski suara desahan angin terdengar lembut, badai di dalamnya sedang menggila.
- Sering kali tertawa, tetapi ia menyimpan banyak kesedihan.
- Di saat semua orang bergembira, ia malah merenung.
- Pada siang hari yang terik, hatinya terasa beku.
- Wajahnya terlihat tenang, tetapi pikirannya berantakan.
- Dengan semua kemewahan yang ia miliki, kebahagiaan terasa jauh dari jangkauannya.
- Meski selalu tampil rapi dan teratur, hidupnya penuh kekacauan.
- Ia memiliki banyak teman, tetapi selalu merasa sendiri.
- Saat semua orang tertawa bahagia, hatinya malah penuh kekosongan.
- Meskipun ia diberi jabatan tinggi, hatinya tetap merasa rendah.
- Di tengah keramaian pesta, pikirannya melayang dalam kesepian.
- Meski tubuhnya sudah tua, semangatnya tetap seperti anak muda.
- Hidupnya tampak sempurna dari luar, tapi batinnya terus terombang-ambing.
- Di saat malam hari begitu sunyi, pikirannya terus bergejolak.
- Meski dikenal sebagai orang kaya, hatinya selalu merasa miskin.
- Semua orang memujinya, tapi ia merasa tak pantas mendapatkannya.
- Dengan senyum yang lebar, ia menutupi rasa sakit di hatinya.
- Meski dunia di sekitarnya sibuk, hatinya tetap diam tak bergeming.
Halaman:

