3 Contoh Cover Artikel Ilmiah Serta Cara Membuatnya, Gampang Banget!
Sudah tahu cara membuat cover artikel ilmiah yang baik dan menarik? Simak cara pembuatan beserta contoh-contohnya berikut ini.
7. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Hasil penelitian yang sudah dilakukan ditulis pada bagian tersebut, kemudian dibahas secara rinci sesuai prosedur.
8. Penutup
Bagian penutup karya ilmiah berisi kesimpulan, saran, dan kritik.
9. Daftar Pustaka
Bagian daftar pustaka berisi data-data publikasi yang digunakan penulis selama membuat karya ilmiah.
Cara Membuat Cover Artikel Ilmiah
Setelah membaca bahwa cover artikel ilmiah sangat penting sebagai identitas karya, ikuti cara-cara pembuatan cover artikel ilmiah berikut ini.
1. Cantumkan Judul Artikel Ilmiah
Hal pertama yang tidak boleh kamu abaikan adalah mencantumkan judul artikel ilmiah.
Pembaca bisa mengetahui garis besar tulisanmu dengan membaca judul, kemudian memutuskan akan meneruskan membacanya ataupun tidak.
Buatlah judul artikel ilmiah yang menarik bagi pembaca. Hindari membuat judul yang terlalu panjang atau terlalu pendek.
Penempatan judul juga perlu diperhatikan, seperti berada di tengah atas halaman. Perhatikan penulisan judul, seperti penggunaan huruf kapital pada awal kata.
2. Tujuan Penulisan Artikel Ilmiah
Pada bagian bawah setelah judul, tujuan penulisan artikel ilmiah dicantumkan.
Misalnya artikel ilmiah tersebut untuk memenuhi tugas mata kuliah, menjadi syarat untuk kelulusan, dan sebagainya. Jadi, pembaca bisa memahami cakupan penulisan artikel ilmiah tersebut.
3. Logo Instansi atau Lembaga
Bagian logo instansi atau lembaga perlu dicantumkan untuk identitas.
Pembuat artikel ilmiah kerap mengabaikan logo dan cenderung memilih logo secara asal-asalan, sehingga resolusinya kurang bagus saat dicantumkan.
Pastikan bahwa logo lembaga sudah proporsional dan tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil.
4. Nama Penulis
Cantumkan nama penulis pada bagian bawah logo. Adapun jumlah penulis bisa disesuaikan dengan kondisi di lapangan, yaitu penulis yang berpartisipasi. Penulisan nama dilakukan berdasarkan urutan abjad.
Idealnya, nama penulis yang dicantumkan kurang dari sepuluh orang. Jika lebih dari itu, bagian cover akan terlihat penuh dan kurang menarik.
Fungsi adanya nama penulis yang dicantumkan adalah membuat pembaca tahu pembuat artikel ilmiah. Jadi, kredibilitas artikel ilmiah pun bisa diketahui.
5. Identitas Instansi atau Lembaga
Nama instansi atau lembaga tempat penulis berada juga perlu dicantumkan pada bagian cover.
Jika penelitian yang kamu lakukan ada di Universitas X, maka kamu perlu menulis nama Universitas X secara lengkap.
Adanya identitas instansi atau lembaga dapat memberikan informasi bagi pembaca terkait kredibilitas artikel ilmiah yang berasal dari suatu instansi atau lembaga.
Pihak lain pun akan lebih sulit mengakui artikel ilmiah tersebut secara sepihak tanpa adanya izin dan bukti.
Halaman:

