4 Contoh Diakronik dan Sinkronik dalam Kehidupan Sehari-hari beserta Penjelasannya
Pengungkapan peristiwa sejarah tidak akan lepas dari ruang dan waktu. Sehingga, dibutuhkan kemampuan berpikir diakronik dan sinkronik. Simak ulasan lebih lengkapnya dalam artikel ini.
Pengertian Sinkronik
Berbeda dari konsep diakronik yang memandang sejarah dalam pembabakan umum, baik itu dari periode atau kronologi peristiwa.
Cara berpikir sinkronik merupakan pembahasan sejarah pada suatu peristiwa atau kejadian secara mendalam dan spesifik.
Secara etimologis, ‘sinkronik’ juga berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘syn’ yang berarti ‘dengan’, dan ‘chronos’ yang berarti waktu.
Singkatnya, sinkronik berhubungan dengan suatu peristiwa tertentu yang terjadi pada suatu masa dalam sejarah.
Cara berpikir sinkronik lebih mengutamakan keluasan ruang, tapi tidak terlalu memikirkan dimensi waktunya. Melalui konsep ini, kita dapat menganalisa suatu peristiwa sejarah tertentu pada waktu tertentu.
Misalnya, penggambaran sosial dan politik Indonesia yang terjadi ketika reformasi 1998.
Di sini, peristiwa sejarah digambarkan hanya analisis struktur dan fungsi sosial dan politik di tahun 1998 saja.
Berangkat dari situ akan dijelaskan apa yang terjadi pada Indonesia di tahun 1998.
Menjelaskan tokoh-tokoh yang terlibat, daftar daerah mana saja peristiwa reformasi terjadi, dan bagaimana dampak reformasi bagi pemerintahan serta masyarakat Indonesia.
Jadi, cara berpikir ini hanya berfokusnya pada peristiwa, bukan urutan waktunya.
Seringkali, sinkronik digunakan dalam ilmu sosial, seperti sosiologi, politik, antropologi, ekonomi, dan ilmu-ilmu sosial lainnya.
Meski begitu, baik ilmu sejarah maupun ilmu sosial saling berkaitan. Ada kalanya ketika ingin meneliti sejarah, kamu bisa menggunakan ilmu sosial, begitupun sebaliknya.
Ciri-ciri Konsep Diakronik dan Sinkronik
Supaya kamu semakin paham tentang cara berpikir diakronik dan sinkronik, kamu juga perlu tahu nih, ciri-ciri dari kedua konsep berpikir tersebut.
Simak ulasan berikut untuk mendapatkan penjelasannya.
Ciri-ciri Diakronik
Secara garis besar ada 3 ciri dari cara berpikir diakronik, antara lain:
a) Memanjang dalam waktu dan menyempit dalam ruang
Kamu tinggal mengingat saja jika diakronik itu fokusnya pada waktu. Maka dari itu, cara berpikir diakronik lebih mengutamakan urutan waktu dan tidak terlalu memperhatikan keluasan ruang.
b) Bersifat kronologis atau fokus pada urutan waktu kejadian
Artinya, kronologis digunakan untuk menempatkan suatu peristiwa dengan peristiwa lainnya secara berurutan.
Nah, kronologi ini punya kebalikan, yakni anakronik. Anakronik berarti menempatkan objek, tokoh, peristiwa, atau kebiasaan yang tidak sesuai dengan urutan waktunya.
c) Bersifat vertikal
Coba kamu bayangkan garis vertikal yang tegak lurus, atau lebih mudahnya kamu bisa membayangkan pohon kelapa yang batangnya lurus banget dan tidak punya cabang.
Nah, perumpamaan pohon kelapa itu hampir mirip seperti ciri-ciri vertikal dari cara berpikir diakronik.
Maksudnya, dalam hal ini, alur waktu berjalan lurus saja tanpa ada penjelasan yang lebih luas.
Halaman:

