4 Contoh Diakronik dan Sinkronik dalam Kehidupan Sehari-hari beserta Penjelasannya
Pengungkapan peristiwa sejarah tidak akan lepas dari ruang dan waktu. Sehingga, dibutuhkan kemampuan berpikir diakronik dan sinkronik. Simak ulasan lebih lengkapnya dalam artikel ini.
Ciri-ciri Sinkronik
Jika cara berpikir diakronik punya ciri-ciri, cara berpikir sinkronik juga punya cirinya tersendiri.
Berikut adalah ciri-cirinya.
a) Memanjang dalam ruang dan menyempit dalam waktu
Kebalikan dari cara diakronik yang memanjang dalam waktu tapi menyempit dalam ruang.
Jika dalam cara berpikir sinkronik, cirinya adalah memanjang dalam ruang dan menyempit dalam waktu.
Maksudnya adalah aspek ruang menjadi poin penting yang menjadi fokus pembahasan suatu peristiwa.
Dalam cara berpikir sinkronik akan dibahas sebuah peristiwa secara runtut dan mendetail.
b) Mengkaji waktu tertentu
Ciri lainnya dari cara berpikir sinkronik adalah mengkaji waktu tertentu. Jadi, sinkronik hanya fokus mengkaji pada satu waktu tertentu saja guna mendalami peristiwa sejarah.
c) Bersifat horizontal
Terakhir, cara berpikir sinkronik bersifat horizontal. Dalam hal ini, sinkronik melihat peristiwa sejarah pada ruang yang lebih luas dalam berbagai aspek, seperti aspek sosial, budaya, ekonomi, dan politik.
Contoh Diakronik dan Sinkronik dalam Kehidupan Sehari-hari
Gimana? Udah makin kebayang tentang cara-cara berpikir diakronik dan sinkronik ini?
Biar makin kebayang, berikut adalah contoh cara berpikir diakronik dan sinkronik dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh Diakronik 1: Peran perempuan dalam kehidupan masyarakat
Contoh diakronik yang satu ini adalah melihat adanya peran perempuan dari masa ke masa, khususnya dalam posisi sosial.
Dulunya, perempuan tidak dapat dengan mudah memperoleh pendidikan karena hanya kalangan-kalangan tertentu saja yang bisa mendapatkannya.
Namun, pada saat ini peran perempuan sudah terlihat tidak seperti pada masa dulu.
Nyatanya, kini perempuan sudah bisa masuk dalam ranah politik, sosial dan kelembagaan lainnya.
Contoh Diakronik 2: Kegiatan belajar mengajar
Kegiatan belajar mengajar merupakan proses belajar yang dilakukan antara guru dengan peserta didik untuk memperoleh hasil belajar tertentu, yakni berupa pemahaman suatu materi.
Hal ini juga termasuk dari proses diakronik karena memikirkan hal secara lebih mendalam dan berlangsung selama seumur hidup.
Mengingat belajar adalah salah satu hal yang tidak hanya bisa dilakukan dibangku sekolah, melainkan juga di kehidupan sehari-hari.
Contoh Sinkronik 1: Mengerjakan tugas dari guru
Mengerjakan tugas atau PR dari guru merupakan suatu hal yang memiliki batas waktunya. Sehingga, contoh ini masuk dalam proses sinkronik.
Selain itu, ketika mengerjakan tugas itu sendiri juga akan dijabarkan secara lengkap.
Ini artinya, pada proses tersebut memerlukan pemikiran yang mendalam dengan batasan waktu karena tugas tersebut karena harus segera dikumpulkan agar bisa memperoleh nilai dari guru.
Contoh Sinkronik 2: Berolahraga untuk persiapan pertandingan
Melakukan olahraga secara rutin sebelum pertandingan dimulai juga merupakan salah satu contoh proses sinkronik. Mengingat proses latihan ini harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu.
Jika seseorang semakin giat berlatih maka pertandingan nantinya akan lebih mudah dihadapi karena sudah memiliki pengalaman dan kemampuan yang maksimal.
Nah, di atas tadi adalah contoh diakronik dan sinkronik dalam kehidupan sehari-hari yang bisa Mamikos jabarkan.
Semoga informasi di atas bermanfaat ya untuk kamu dalam memahami kedua konsep berpikir ini.
Jika kamu ingin mengulik materi edukasi lainnya, silahkan kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.
FAQ
Contoh Diakronik 1: Peran perempuan dalam kehidupan masyarakat
Contoh Diakronik 2: Kegiatan belajar mengajar
Contoh peristiwa sinkronik: Pembacaan teks proklamasi 1945 dan penculikan pahlawan dalam G30S/PKI
Contoh cara berpikir sinkronik:
1. Mempelajari sejarah masa lalu.
2. Menitikberatkan kajian peristiwa pada pola, gejala, dan karakter.
Perbedaan diakronik dan sinkronik, yaitu diakronik merupakan suatu cara untuk berpikir secara runtut (kronologis) di dalam menganalisis atau meneliti sesuatu hal tertentu. Sedangkan, cara berpikir sinkronik merupakan pembahasan sejarah pada suatu peristiwa atau kejadian secara mendalam dan spesifik.
a) Memanjang dalam ruang dan menyempit dalam Waktu
b) Mengkaji waktu tertentu
c) Bersifat horizontal
Halaman:


