7 Contoh Gaya Bahasa dalam Cerpen serta Penjelasannya Lengkap
Gaya bahasa atau majas adalah ungkapan penyampaian pesan yang menggunakan kata-kata kiasan. Baca contoh gaya bahasa dalam cerpen di dalam artikel ini.
- Ironi
Merupakan kata yang digunakan mempunyai makna bertentangan dengan maksud sesungguhnya, misalnya mengemukakan ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan dan ketidaksesuaian antara suasana yang diketengahkan dan kenyataan yang mendasarinya.Â
Contoh: Merdu sekali suaramu hingga membuatku terbangun.
3. Gaya Bahasa Pertautan
Gaya bahasa pertautan adalah kata-kata berkias yang bertautan (berasosiasi) dengan gagasan, ingatan, atau kegiatan panca indra pembicara atau penulisnya.
Berikut ini macam-macam gaya bahasa pertautan.
- Eufemisme
Merupakan majas yang menggunakan ungkapan lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasakan kasar dan dianggap merugikan atau tidak menyenangkan.Â
Contoh: Rupanya anak dia sudah berubah akal (gila)
- Metonimis
Merupakan majas yang mengemukakan merek dagang atau nama barang untuk melukiskan sesuatu yang digunakan atau dikerjakan sehingga kata itu berasosiasi dengan benda keseluruhan.Â
Contoh: Mama pergi ke Jakarta naik Rajawali. (Rajawali nama pesawat terbang)
- Sinekdoke
Merupakan majas yang menyebutkan nama bagian untuk menyebut nama seluruhnya (pars pro toto) dan menyebutkan nama keseluruhan sebagai pengganti nama bagiannya (totum pro parte).
Contoh: Saya tidak melihat batang hidungnya Steve hari ini. (pars pro toto), Indonesia mengalahkan Malaysia dengan skor 3:0. (totum pro parte).
4. Gaya Bahasa Perulangan
Gaya bahasa perulangan adalah majas yang menekankan suatu hal dengan cara mengulang kata, frasa, atau klausa tertentu untuk memperkuat kesan dan makna kalimat. Berikut ini beberapa macam gaya bahasa perulangan:
- Anafora
Anafora adalah majas yang mengulang kata pertama di setiap baris atau kalimat berturut-turut untuk menekankan makna.
Contoh:
Aku rindu masa kecilku,
Aku rindu bermain di bawah hujan,
Aku rindu tertawa tanpa beban.
- Epifora
Epifora adalah kebalikan dari anafora, yaitu pengulangan kata di bagian akhir baris atau kalimat.
Contoh:
Dia menatap langit dengan harapan,
Berdoa dengan penuh harapan,
Menunggu datangnya cinta dengan harapan.
- Mesodiplosis
Mesodiplosis adalah gaya bahasa yang mengulang kata yang sama di tengah beberapa kalimat secara berurutan.
Contoh: Mereka berjuang untuk kebebasan, mereka hidup untuk kebebasan, dan mereka mati untuk kebebasan.
- Tautotes
Tautotes adalah gaya bahasa yang menggunakan pengulangan kata yang sama secara berulang-ulang dalam satu kalimat agar memiliki penekanan makna tertentu.
Contoh: Kerja, kerja, dan kerja adalah kunci kesuksesan sejati.
5. Gaya Bahasa Sindiran
Gaya bahasa sindiran digunakan untuk menyindir seseorang atau keadaan secara halus maupun tajam, dengan tujuan memberikan efek kesadaran atau kritik sosial. Berikut beberapa jenisnya:
- Sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran paling tajam dan bersifat menyakitkan, biasanya digunakan dalam nada marah atau mengejek.
Contoh: Wah, hebat sekali kamu! Nilaimu nol besar tapi masih bisa tertawa lebar!
- Sinisme
Sinisme adalah sindiran yang menyatakan ketidakpercayaan atau merendahkan niat baik seseorang.
Contoh: Oh, jadi sekarang kamu rajin belajar? Pasti karena mau dilihat guru, kan?
6. Gaya Bahasa Penegasan
Gaya bahasa penegasan digunakan untuk menegaskan atau menekankan suatu maksud agar lebih diperhatikan oleh pembaca atau pendengar.
- Repetisi
Repetisi adalah pengulangan kata atau frasa secara berulang dalam satu kalimat atau beberapa kalimat untuk menekankan makna.
Contoh: Kita harus bekerja, bekerja, dan terus bekerja untuk membangun negeri ini.
- Pleonasme
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata berlebihan, padahal maknanya sudah tercakup dalam kata sebelumnya, tujuannya untuk memperjelas maksud.
Contoh: Ia turun ke bawah dari tangga rumah dengan tergesa-gesa.
7. Gaya Bahasa Peneguhan
Jenis gaya bahasa ini digunakan untuk memperkuat pernyataan dengan menggunakan perbandingan, perulangan, atau contoh yang mempertegas ide utama.
- Paralelisme
Paralelisme adalah majas yang menggunakan struktur bahasa sejajar dalam kalimat atau frasa untuk memperkuat kesan dan irama kalimat.
Contoh:
Aku mencintai laut karena ombaknya,
Aku mencintai gunung karena udaranya,
Aku mencintai negeri ini karena keindahannya.
Penutup
Oke, itulah informasi yang bisa Mamikos bagikan terkait contoh gaya bahasa dalam cerpen beserta penjelasannya.
Semoga informasi di atas dapat membantu kamu dalam memahami materi terkait gaya bahasa dalam cerpen ya!
Jika kamu butuh informasi lain, kamu bisa kunjungi situs Mamikos dan temukan informasinya di sana.
Halaman:

