Advertisement
Source : unsplash/@Shashi

7 Contoh Gaya Hidup Minimalis dan Slow Living beserta Cara Menjalaninya

Yuk, cari tahu contoh gaya hidup minimalis dan slow living bersama Mamikos!

21 April 2025 Nuril Hidayah

Adanya manajemen waktu ala slow living bisa membuat kamu lebih hadir setiap momen dengan energi yang stabil. Kamu menjadi lebih tahu kapan waktu untuk produktif dan recharge. Bonusnya, kualitas kerja semakin meningkat karena kerja dengan fokus bukan tergesa-gesa.

4. Makan Sadar (Mindful Eating)

Mindful eating adalah praktik makan dengan penuh perhatian tanpa distraksi dari gadget, TV, atau aktivitas lain. Bukan hanya soal apa yang kamu makan, tapi juga bagaimana kamu menikmatinya.

Di tengah rutinitas yang serba cepat, kamu sering makan sambil kerja, scroll TikTok, atau nonton drakor. Akibatnya? Kamu makan berlebihan tanpa sadar, tidak menikmati makanan, dan membuat sistem pencernaan kerja ekstra.

Mengapa Mindful Eating Sangat Penting?

  • Lebih menghargai makanan dan prosesnya, dari bahan sampai ke piring.
  • Porsi makan jadi lebih terkontrol karena otak butuh waktu sekitar 20 menit untuk menyadari bahwa kamu sudah kenyang.
  • Pencernaan lebih sehat, karena makanan dikunyah dengan baik dan kamu makan dalam kondisi tenang, bukan tergesa-gesa.

5. Kurangi Digital Overload

Apakah kamu suka scroll sosmed hingga lupa waktu? Waktu scrolling medsos bisa mencuri jam tidur, waktu produktif, bahkan kepercayaan diri. 

Digital minimalism mengajak kamu untuk lebih sadar dan bijak dalam menggunakan teknologi. Bukan anti-gadget, tapi tahu kapan harus disconnect demi kesehatan mental.

Cara menjalaninya:

  • Buat screen-free zone atau waktu khusus tanpa layar, misalnya 1 jam sebelum tidur, saat makan, dan pagi hari setelah bangun
  • Matikan notifikasi yang tidak penting seperti dari game, promosi, atau grup yang tidak kamu ikuti aktif.
  • Kurasi konten yang kamu konsumsi. Kalau ada akun atau konten membuat cemas, insecure, atau selalu membandingkan diri, tidak usah ragu untuk unfollow atau mute.
  • Ganti waktu scrolling dengan aktivitas yang lebih tenang, seperti baca buku, journaling, atau jalan santai tanpa bawa HP.

6. Hidup dengan Tujuan

Hidup minimalis dan slow living mengajarkan untuk hidup sesuai nilai dan tujuan pribadi, bukan berdasarkan ekspektasi orang lain. Di tengah budaya harus sukses versi orang lain, memiliki rumah besar, karier tinggi, barang branded, kamu pertanyakan ke diri sendiri terlebih dahulu.

Cara menjalaninya:

  1. Luangkan waktu untuk refleksi diri. Coba renungkan:
  • Apa yang membuat kamu merasa puas dan damai?
  • Nilai apa yang paling kamu pegang? (misal: keluarga, kebebasan, kreativitas, spiritualitas, dsb.)
  1. Tulis jurnal atau buat vision board. Visualisasi tujuan hidup kamu secara konkret, seperti:
  • Ingin punya waktu luang buat keluarga
  • Ingin hidup tanpa utang
  • Ingin kerja di bidang yang berdampak
  1. Gunakan nilai-nilai itu sebagai kompas saat ambil keputusan. Misalnya:
  • Menolak tawaran kerja yang gajinya tinggi tapi bertolak belakang dengan prinsip hidup kamu.
  • Memilih tinggal di kota kecil demi kualitas hidup, meskipun tidak se-“wah” tinggal di ibu kota.

Contoh nyata:

Kalau kamu punya nilai hidup sederhana dan ingin dekat dengan keluarga, mungkin kamu akan lebih memilih:

  • Kerja remote dari rumah, meski gajinya biasa saja
  • Daripada posisi prestisius di kota besar yang jauh dari orang-orang tercinta dan membuat kamu stres

Hasilnya? Hidup kamu menjadi lebih ringan, penuh makna, dan tidak perlu validasi dari luar.

7 Ide Model Atap Rumah Memanjang ke Belakang yang Bisa jadi Inspirasi

7. Nikmati Hal-Hal Kecil

Kunci dari slow living adalah belajar untuk menemukan kebahagiaan dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. 

Kamu sering terlalu fokus mengejar target besar, karier, materi, pencapaian—sampai lupa bahwa momen kecil yang dianggap “biasa” sebenarnya bisa jadi sumber ketenangan dan rasa syukur.

Slow living mengajarkan kamu untuk pause sejenak, memperlambat langkah, dan mulai benar-benar merasakan hidup, bukan cuma menjalani rutinitas tanpa sadar.

Halaman:

Advertisement