Advertisement
Source : liputan9.id

5 Contoh Gerakan Radikalisme di Masyarakat Indonesia, Sekolah, Kampus beserta Cara Mencegahnya

Ada berbagai gerakan radikalisme di dunia. Berikut adalah beberapa contoh gerakan radikalisme yang tersebar di Indonesia.

12 Juni 2024 Fajar Laksana

Selanjutnya, negara-negara lain mulai mengategorikan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris.

Ditarik dari simpul sejarah, Ikhwanul Muslimin merupakan organisasi Islam tertua di Mesir. Didirikan oleh Hasan al-Banna pada 1928.

Awal pendiriannya ditujukan untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang revolusioner. Akan tetapi seiring dengan perkembangannya, Ikhwanul Muslimin berubah menjadi sebuah gerakan politik bahkan memiliki regu persenjataan tersendiri.

Melalui aktivitas amal yang mencakup seluruh dunia, Ikhwanul Muslimin berhasil menaruh proksi-proksinya ke berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Tak pelak, di Indonesia memang ada benih Ikhwanul Muslimin yang tertanam dan disemai melalui gerakan-gerakan politik praktis maupun lewat jalur keagamaan.

Penyebaran pandangan radikal Ikhwanul Muslimin ke seluruh dunia bahkan mendapat respon positif karena pendekatan mereka menggunakan pendekatan humanis berupa pendirian masjid, yayasan, pesantren, dan lain sebagainya.

Lebih dari itu, gerakan Ikhwanul Muslimin juga menyusup di kehidupan kampus di Indonesia melalui organisasi-organisasi kemahasiswaan Islam

Meski menjalankan pendekatan humanis, di dalam perjalanannya peserta atau anggota yang baru saja bergabung perlahan akan memperoleh pandangan-pandangan radikal dari Ikhwanul Muslimin.

Strategi tersebut memang sangat menarik bagi negara-negara Islam, terutama negara-negara berkembang yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam.

5. Neo Nazi 

Neo Nazi adalah contoh gerakan radikalisme yang berupaya menghidupkan kembali Nazisme.

Di Eropa, gerakan radikalisme Neo Nazi tumbuh dengan subur, bahkan mampu menggaet anggota hingga puluhan ribu orang.

Neo Nazi memang mengklaim punya pandangan yang berbeda dengan Nazi, namun mereka tidak menyangkal bahwa mereka setia pada pandangan terkait antisemitisme, rasisme, xenophobia, dan ultra-nasionalisme.

Mereka juga mengaku setia pada pandangan mutlak Adolf Hitler mengenai ras superior yang sudah seharusnya menjadi pengelola dunia.

Neo Nazi sampai saat ini banyak tersebar di Jerman Timur dan beberapa negara di Eropa Timur. 

15 Contoh Sosiologi Ekonomi beserta Manfaat dan Penjelasannya dalam Ilmu Sosiologi

Di Jerman, perspektif terhadap neo nazi dianggap tidak berbahaya, namun mereka tetap memberikan pengawasan ekstra terhadap setiap aktivitas yang dilakukan neo nazi.

Anggota-anggota neo nazi tanpa menutup-nutupi meniru persis segala atribut nazi, mulai dari bendera swastika, gesture tangan, hingga nyanyian-nyanyian yang menunjukkan keunggulan Nazi.

Bahkan tidak sedikit dari para anggota neo nazi yang menunjukkan eksistensi mereka lewat media sosial sembari membawa senjata api.

Halaman:

Advertisement