17 Contoh Iman kepada Qada dan Qadar beserta Pengertian dan Tanda-Tandanya
Qada dan qadar merupakan ketetapan Allah atas seluruh ciptaan-Nya. Simak pengertian, tanda-tanda serta contohnya!
Contoh Iman Kepada Qada dan Qadar
Berikut adalah 17 contoh nyata iman kepada qada dan qadar dalam kehidupan sehari-hari:
1. Menerima Kematian
Ketika kita kehilangan anggota keluarga atau teman dekat, beriman kepada qada dan qadar berarti menerima bahwa kematian adalah bagian dari takdir Allah, dan kita tidak dapat menghindarinya.
Selain itu, iman kepada qada dan qadar membantu menghadapi kesedihan dan kehilangan dengan sabar.
2. Merencanakan dengan Penuh Usaha
Meskipun kita tahu bahwa takdir Allah mencakup rezeki dan kejadian dalam hidup kita, beriman kepada qada dan qadar tidak berarti kita hanya pasif.
Kita tetap merencanakan dan berusaha keras dalam hidup kita, sambil menyadari bahwa hasil akhirnya ada di tangan Allah.
3. Menerima Tantangan dan Ujian
Ketika mendapat cobaan atau kesulitan hidup, beriman kepada qada dan qadar membantu kita untuk menerima bahwa Allah menguji manusia dengan cara yang berbeda-beda.
Berdasarkan contoh ini, iman kepada qada dan qadar bisa membantu menguatkan iman dan kesabaran seorang muslim.
4. Menyikapi Kebahagiaan dan Keberhasilan
Ketika meraih kebahagiaan dan keberhasilan dalam hidup, contohnya berupa rezeki atau karier, iman kepada qada dan qadar berarti mengakui bahwa hal tersebut adalah bagian dari karunia Allah.
5. Menerima Perubahan dalam Kehidupan
Kehidupan kita senantiasa berubah, baik dalam hal pekerjaan, kesehatan, atau hubungan.
Beriman kepada qada dan qadar membantu menerima perubahan ini dengan lapang dada dan tetap tenang dalam menghadapinya.
6. Mengatasi Kegagalan
Contoh selanjutnya ketika kita mengalami sebuah kegagalan, beriman kepada qada dan qadar membantu kita untuk tidak terlalu terpuruk.
Kita menerima bahwa mungkin itu adalah yang terbaik menurut rencana Allah.
7. Menghindari Sifat Suuzan
Contoh ini mengajarkan iman kepada qada dan qadar membantu kita untuk tidak mencari-cari orang atau faktor luar sebagai penyebab masalah kita.
Dengan keyakinan kuat terhadap ketetapan Allah, kita akan menyadari bahwa apa yang terjadi adalah takdir Allah.
8. Mengendalikan Amarah
Contoh selanjutnya adalah saat kita mendadak menghadapi situasi yang membuat marah, beriman kepada qada dan qadar membantu untuk tetap tenang dan tidak terlalu terpancing emosi.
Sebab, kita tahu dan sadar bahwa semuanya terjadi dengan izin Allah. Kita sebagai makhluk tidak tahu rahasia ketetapan-Nya dan cukup menjalani apa yang ada sesuai koridor agama.

