Contoh Industri: Pengertian, Jenis, dan Contohnya yang Ada di Indonesia
Tidak hanya identik dengan pabrik besar, sektor industri juga mencakup usaha rumahan, kerajinan lokal, hingga perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia.
- Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah/setengah jadi menjadi barang atau jasa bernilai tambah (unsur: bahan baku, proses produksi, produk).
- Jenisnya beragam: menurut tahap produksi (primer, sekunder, tersier), jumlah tenaga kerja (rumah tangga, kecil, sedang, besar), barang yang dihasilkan (dasar, aneka, kerajinan), asal modal (PMDN, PMA, joint venture), dan daya tampung tenaga kerja (padat karya vs padat modal).
- Contoh di Indonesia: baja di Cilegon, otomotif di Karawang/Cikarang, semen di Gresik/Tuban, batik di Pekalongan/Yogyakarta; peran industri meliputi penyerapan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah, devisa dari ekspor, pembangunan daerah, dan mendukung kemandirian ekonomi.
Pernah bertanya-tanya, apa saja contoh industri di sekitar kita? Muali dari semen yang dipakai membangun gedung, mi instan di dapur, sampai kaus yang kamu pakai hari ini, semuanya lahir dari kegiatan industri.
Contoh industri di Indoensia sangat beragam, mulai dari pabrik besar dengan ribuan pekerja sampai usaha keripik tempe rumahan.
Di artikel ini kamu akan menemukan pengertian industri, jenis-jenisnya, dan contoh industri di Indonesia lengkap dengan daerah penghasilnya. Yuk simak penjelasan lengkapnya!
Daftar Isi
Pengertian Industri

Secara sederhana, industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan setengah jadi, atau barang jadi menjadi barang lain yang nilainya lebih tinggi.
Contohnya seperti batang kayu diolah menjadi furnitur, kapas dipintal menjadi kain, dan susu segar menjadi susu kemasan. Proses pengolahan inilah yang disebut penambahan nilai.
Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, industri mencakup seluruh bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku atau memanfaatkan sumber daya industri sehingga menghasilkan barang bernilai tambah lebih tinggi, termasuk jasa industri.
Ada tiga unsur dalam sebuah industri:
- Bahan baku: material yang diolah, misalnya kapas, biji kakao, atau bijih besi.
- Proses produksi: tahapan pengolahan dengan tenaga manusia, mesin, atau keduanya.
- Produk: barang atau jasa hasil olahan yang siap dipakai atau dijual.
Jenis Industri dan Contohnya
Tahukah kamu bahwa industri tidak hanya dibedakan berdasarkan produk yang dihasilkannya?
Industri juga dapat dikelompokkan berdasarkan tahap produksi, jumlah tenaga kerja, jenis barang yang dihasilkan, asal modal, serta daya tampung tenaga kerja.
1. Jenis Industri Berdasarkan Tahap Produksi
Pernah bertanya-tanya bagaimana bahan mentah bisa berubah menjadi produk yang digunakan sehari-hari? Berdasarkan tahap produksinya, industri dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu industri primer, sekunder, dan tersier.
a. Industri primer (ekstraktif) merupakan industri yang memanfaatkan sumber daya alam secara langsung tanpa melalui proses pengolahan yang kompleks. Industri ini menjadi titik awal rantai produksi karena menghasilkan bahan baku untuk industri lainnya, seperti:
- Pertambangan batu bara dan nikel
- Perkebunan kelapa sawit dan karet
- Perikanan tangkap dan kehutanan
- Pertanian padi dan jagung
b. Industri sekunder (manufaktur) mengolah bahan mentah atau bahan setengah jadi menjadi produk yang siap digunakan atau dipasarkan. Contohnya adalah:
- Industri makanan dan minuman, seperti pabrik mi instan, biskuit, dan air minum kemasan
- Industri tekstil dan garmen
- Industri otomotif, seperti perakitan mobil dan sepeda motor
- Industri semen dan baja
c. Industri tersier (jasa) tidak menghasilkan barang dalam bentuk fisik, tetapi menyediakan layanan yang mendukung aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat. Misalnya:
- Perbankan dan asuransi
- Transportasi dan logistik
- Telekomunikasi
- Pariwisata dan perhotelan
Menariknya, ketiga jenis industri ini saling berkaitan. Misalnya hasil pertanian dari industri primer, bisa diolah oleh industri manufaktur menjadi makanan kemasan, lalu didistribusikan kepada konsumen melalui layanan transportasi dan logistik yang termasuk industri jasa.
Dengan kata lain, produk yang kamu gunakan sehari-hari melibatkan lebih dari satu jenis industri dalam proses pembuatannya.
2. Jenis Industri Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja
Badan Pusat Statistik (BPS) membagi industri pengolahan menurut banyaknya pekerja:
- Industri rumah tangga (1 sampai 4 pekerja). Contoh: pembuat tempe, kue kering, atau kerajinan anyaman di rumah.
- Industri kecil (5 sampai 19 pekerja). Contoh: konveksi kecil, usaha keripik, dan bengkel las.
- Industri sedang (20 sampai 99 pekerja). Contoh: pabrik roti skala menengah dan percetakan.
- Industri besar (100 pekerja atau lebih). Contoh: pabrik otomotif, tekstil besar, dan perusahaan semen.
Saat mencari contoh industri kecil, perhatikan jumlah pekerjanya. Usaha dengan satu atau dua orang anggota keluarga biasanya masuk kategori rumah tangga, bukan industri kecil.
3. Jenis Industri Berdasarkan Barang yang Dihasilkan
Berdasarkan barang yang dihasilkan, industri dapat dibedakan menjadi industri dasar, aneka industri, serta industri kecil dan kerajinan.
- Industri dasar (hulu) menghasilkan bahan baku atau bahan setengah jadi yang diolah kembali oleh industri lain, seperti industri baja, kimia dasar, dan pupuk.
- Aneka industri menghasilkan berbagai barang jadi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, misalnya tekstil, elektronik, dan alas kaki.
- Industri kecil dan kerajinan memproduksi barang dalam skala terbatas, biasanya memiliki ciri khas daerah tertentu. Contohnya batik tulis, gerabah, dan ukiran kayu.
4. Jenis Industri Berdasarkan Asal Modal
Tidak semua industri dibangun dengan sumber modal yang sama. Ada yang didanai sepenuhnya oleh investor dalam negeri, ada yang berasal dari luar negeri, dan ada pula yang merupakan hasil kerja sama keduanya.
- PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri): pabrik makanan atau tekstil milik pengusaha lokal.
- PMA (Penanaman Modal Asing): pabrik elektronik atau otomotif milik perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia.
- Joint venture (modal campuran): kerja sama perusahaan dalam negeri dan luar negeri, misalnya dalam perakitan kendaraan.
5. Jenis Industri Berdasarkan Daya Tampung Tenaga Kerja
Berdasarkan kemampuan menyerap tenaga kerja, industri dibedakan menjadi industri padat karya dan padat modal.
- Industri padat karya mengandalkan banyak tenaga kerja dalam proses produksinya. Contohnya industri tekstil, garmen, alas kaki, dan furnitur.
- Industri padat modal lebih banyak menggunakan mesin, teknologi, dan investasi besar dibandingkan tenaga kerja. Contohnya pembangkit listrik, industri petrokimia, dan pembuatan pesawat terbang.
Contoh Industri di Indonesia
Indonesia punya banyak pusat industri yang tersebar dari Sumatra sampai Sulawesi. Berikut contoh industri yang cukup dikenali.
1. Industri Baja di Cilegon, Banten
Bahan dari gedung pencakar langit, jembatan, hingga rel kereta api yang sering kamu lihat adalah baja yang diproduksi di Cilegon.
Kota ini terkenal sebagai salah satu pusat industri baja terbesar di Indonesia dan menjadi rumah bagi PT Krakatau Steel, produsen baja nasional yang telah beroperasi sejak puluhan tahun lalu.
2. Industri Otomotif di Karawang dan Cikarang, Jawa Barat
Banyak pabrik otomotif kelas dunia seperti Toyota, Honda, Hyundai, dan Mitsubishi di CIkarang. Menariknya, kendaraan yang diproduksi di sini tidak hanya dijual di Indonesia, tetapi juga diekspor ke berbagai negara.
3. Industri Semen di Gresik dan Tuban, Jawa Timur
Hampir setiap pembangunan rumah, sekolah, atau jalan membutuhkan semen. Itulah sebabnya Gresik dan Tuban menjadi wilayah strategis bagi industri ini. Ketersediaan batu kapur dalam jumlah besar membuat kedua daerah tersebut berkembang menjadi pusat produksi semen nasional.
4. Industri Batik di Pekalongan dan Yogyakarta
Selain industri yang menghasilkan baja atau kendaraan, ada pula industri yang mengolah kreativitas dan budaya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Pekalongan dan Yogyakarta dikenal sebagai sentra batik yang telah melahirkan ribuan motif khas. Karya para perajin tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, bahkan sudah menjangkau pasar internasional.
Industri Batik menjadi bagaimana warisan budaya bisa berkembang menjadi industri yang membuka banyak lapangan kerja.
Peran Industri bagi Perekonomian Indonesia
Industri menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia. Sektor manufaktur bahkan secara konsisten menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan kontribusi sekitar 19% dalam beberapa tahun terakhir.
Berikut peran industri bagi perekonomian Indonesia:
1. Membuka lapangan kerja dalam jumlah besar
Industri menyerap tenaga kerja dari berbagai tingkat pendidikan dan keahlian, mulai dari operator produksi, teknisi, staf administrasi, hingga tenaga profesional.
Sektor manufaktur sendiri menjadi salah satu sektor dengan jumlah pekerja terbesar di Indonesia, dengan jutaan tenaga kerja yang bergantung pada aktivitas industri.
2. Meningkatkan nilai tambah bahan baku
Berbagai komoditas hasil pertanian, perkebunan, perikanan, maupun pertambangan memiliki nilai jual yang lebih tinggi setelah diolah. Misalnya, bijih nikel dapat diolah menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik, sementara kelapa sawit dapat diolah menjadi minyak goreng, biodiesel, dan berbagai produk turunan lainnya.
3. Menambah devisa negara melalui ekspor
Produk industri Indonesia, seperti makanan dan minuman, tekstil, alas kaki, otomotif, serta produk logam, dipasarkan ke berbagai negara. Aktivitas ekspor tersebut menghasilkan devisa yang penting untuk mendukung perekonomian nasional. Bahkan, sektor manufaktur mendominasi nilai ekspor Indonesia dengan kontribusi lebih dari 70% terhadap total ekspor nasional.
4. Mendorong pembangunan daerah
Munculnya kawasan industri biasanya diikuti pembangunan jalan, pelabuhan, perumahan, pusat perdagangan, serta berbagai fasilitas umum lainnya. Selain meningkatkan aktivitas ekonomi, hal ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
5. Mendukung kemandirian ekonomi nasional
Kapasitas industri dalam negeri membantu memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa bergantung sepenuhnya pada produk impor. Semakin kuat sektor industri suatu negara, semakin besar pula kemampuan negara tersebut dalam menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.
Memahami Beragam Contoh Industri di Indonesia
Sebagian besar barang yang kamu gunakan setiap hari merupakan hasil dari rantai industri yang panjang dan melibatkan banyak pihak.
Contohnya roti kemasan yang kamu beli saat istirahat sekolah bukan hanya berasal dari pabrik makanan. Perjalannya berawal dari sektor pertanian, transportasi, pengemasan, hingga distribusi. Hal yang sama berlaku pada pakaian, kendaraan, maupun perangkat elektronik.
Keterkaitan tersebut menunjukkan bahwa industri bukan sekadar tempat memproduksi barang, melainkan bagian penting yang menghubungkan sumber daya, tenaga kerja, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Semakin berkembang suatu sektor industri, semakin besar pula peluang terciptanya inovasi, lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi yang mendorong kemajuan suatu daerah maupun negara.
FAQ
Industri makanan dan minuman termasuk salah satu industri terbesar di Indonesia dan menyerap banyak tenaga kerja dan berkontribusi terhadap ekspor nasional.
Pulau Jawa memiliki infrastruktur yang lebih lengkap, seperti jalan tol, pelabuhan, bandara, dan akses ke pasar yang besar. Kondisi tersebut memudahkan distribusi bahan baku maupun produk jadi sehingga banyak perusahaan memilih membangun pabrik di wilayah ini.
Kehadiran industri dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mendorong munculnya usaha pendukung, serta mempercepat pembangunan infrastruktur di suatu daerah.
Tidak. Industri dapat berbentuk usaha rumah tangga, industri kecil, industri menengah, hingga industri besar. Contohnya mulai dari usaha pembuatan keripik dan batik hingga pabrik otomotif serta baja.
Industri membantu menciptakan nilai tambah dari bahan baku, menghasilkan barang yang dibutuhkan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan negara melalui kegiatan ekspor.
Referensi:
Industri Adalah: Ini Pengertian, Contoh, dan Jenisnya [Daring]. Tautan: https://www.ocbc.id/article/2023/11/22/industri-adalah
Pengertian Industri: Jenis, Contoh, Tujuan, dan Syaratnya [Daring]. Tautan: https://www.fortuneidn.com/business/pengertian-industri-adalah-00-z4fpb-0dbwqz
Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:
Kost Jogja Murah
Kost Jakarta Murah
Kost Bandung Murah
Kost Denpasar Bali Murah
Kost Surabaya Murah
Kost Semarang Murah
Kost Malang Murah
Kost Solo Murah
Kost Bekasi Murah
Kost Medan Murah



