9 Contoh Integrasi Normatif, Fungsional, dan Koersif dalam Sosiologi
Ada tiga bentuk integrasi sosial, yakni integrasi sosial normatif, integrasi sosial fungsional, dan integrasi sosial koersif. Simak penjelasan dan contohnya dalam artikel berikut.
3. Integrasi koersif
Integrasi ini bisa terbentuk karena kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa. Penguasa menerapkan cara koersif (kekerasan).
Contoh Integrasi Normatif
Integrasi normatif adalah persamaan persepsi yang terbentuk karena adanya kesepakatan nilai sosial, norma sosial, cita-cita bersama, hingga rasa solidaritas yang ada di antara masyarakat.
Umumnya, bentuk integrasi normatif terjadi pada masyarakat sederhana atau masyarakat yang memiliki solidaritas mekanik. Integrasi normatif juga sangat erat kaitannya dengan unsur budaya. Oleh sebab itu, integrasi normatif juga disebut dengan integrasi budaya.
Berikut ini adalah beberapa contoh integrasi normatif:
1. Bhinneka Tunggal Ika
Semboyan yang menggunakan bahasa Jawa Kuno ini mempunyai arti “berbeda-beda tetapi tetap satu”.
Dengan demikian, semboyan tersebut memiliki arti yakni masyarakat Indonesia dapat bersatu di atas latar belakang yang beraneka ragam.
Salah satu bukti nyata dari penerapan Bhinneka Tunggal Ika bisa kamu lihat di Provinsi Kalimantan Barat.
Bagaimana tidak, dalam provinsi tersebut terdapat masyarakat dari berbagai suku yang bisa hidup berdampingan dan saling menerima satu sama lain.
Mulai dari suku Dayak, suku Cina, suku Jawa, hingga Madura.
Pada dasarnya, integrasi normatif di daerah tersebut bisa terjadi karena disebabkan oleh konflik yang dulunya terjadi antara Suku Madura dan Suku Dayak.
Namun, dengan adanya kesadaran mengenai dampak negatif perpecahan, maka kedua suku tersebut setuju untuk melakukan integrasi sosial.
2. Restoran AS
Ada banyak sekali restoran di Amerika Serikat yang dimiliki oleh orang yang bukan dari Amerika melainkan mereka yang berasal dari negara lain.
Misalnya, masyarakat Cina yang merupakan imigran ingin memperkenalkan makanan Cina. Begitu pula dengan imigran dari Meksiko yang berusaha juga untuk memperkenalkan makanan dari daerah mereka.
3. McDonald’s yang memiliki cabang
Contoh integrasi normatid lainnya adalah restoran asing, seperti McDonald’s yang mempunyai cabang di luar negeri, termasuk Indonesia.
Adanya integrasi budaya tersebut biasanya merupakan pengaruh dari globalisasi budaya.
Contoh Integrasi Fungsional
Integrasi fungsional adalah integrasi yang terbentuk karena fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat. Lalu, apa saja contoh integrasi fungsional? Berikut adalah beberapa contohnya.
1. Suku Jawa dan Suku Bugis
Salah satu contoh integrasi fungsional di Indonesia adalah suku Jawa dan suku Bugis, di mana mereka saling membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup pertanian dan kelautan.
Untuk melengkapi setiap kebutuhan kelautan dan pertanian, kedua suku tersebut keduanya saling membantu dan bertanggung jawab agar dapat memenuhi gizi seimbang, serta penerus generasi juga bisa tumbuh berkembang.
2. Suku Betawi dan Suku Sunda
Contoh integrasi fungsional berikutnya adalah suku Betawi dan suku Sunda.
Kedua suku ini melakukan integrasi fungsional agar dapat memenuhi kebutuhan pasokan dan ketersediaan makanan di masing-masing wilayah.
Suku Betawi dan suku Sunda saling bekerja sama untuk bisa melengkapi kebutuhan masing-masing. Kedua suku ini juga saling berjuang untuk membantu agar tidak ada yang jatuh.
Halaman:

