Advertisement
Source : awsimages.detik.net.id

9 Contoh Integrasi Normatif, Fungsional, dan Koersif dalam Sosiologi

Ada tiga bentuk integrasi sosial, yakni integrasi sosial normatif, integrasi sosial fungsional, dan integrasi sosial koersif. Simak penjelasan dan contohnya dalam artikel berikut.

28 Desember 2025 Bella Carla

Ketika mempelajari Sosiologi, kamu akan mempelajari materi seputar integrasi sosial.

Secara umum, ada tiga bentuk integrasi sosial, yakni integrasi sosial normatif, integrasi sosial fungsional, dan integrasi sosial koersif.

Ketiga jenis integrasi sosial tersebut tentu memiliki perbedaan signifikan antara satu sama lainnya. Simak artikel ini hingga bagian akhir untuk memperoleh penjelasan dan contohnya. 📖✨

Berikut Contoh Integrasi Normatif, Fungsional, dan Koersif dalam Sosiologi

8 Contoh Integrasi Normatif, Fungsional, dan Koersif Dalam Sosiologi
awsimages.detik.net.id
3 Ruang Lingkup Sosiologi, Objek, Sifat Hakikat, Ciri Beserta Penjelasannya

Manusia tidak bisa hidup seorang diri, oleh sebab itu manusia tinggal berkelompok dan membentuk masyarakat. Nah, dalam kehidupan berkelompok ini dikenal istilah integrasi sosial.

Integrasi sosial adalah situasi dan kondisi yang mencerminkan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Adanya interaksi sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat rupanya terbagi menjadi tiga jenis, yakni integrasi sosial normatif, integrasi sosial fungsional, dan integrasi sosial koersif.

Ada berbagai penjelasan dan contoh mengenai tiga jenis integrasi sosial. Bagaimana penjelasannya? Kamu bisa temukan penjelasannya berikut ini.

11 Contoh Difusi Kebudayaan Sosiologi dalam Kehidupan Sehari-hari

Apa itu Integrasi Sosial?

Sebelum melihat contoh integrasi sosial normatif, integrasi sosial fungsional, dan integrasi sosial koersif, mari kita mulai pembahasan artikel ini dengan melihat terlebih dahulu pengertian dari integrasi sosial itu sendiri.

Mengenal Paradigma Sosiologi Beserta Pengertian, Contoh, dan Jenisnya

Integrasi sosial adalah bentuk pembauran atau percampuran yang terjadi dalam masyarakat yang mempunyai latar belakang budaya dan suku yang berbeda hingga menjadi satu kesatuan yang utuh.

Dikutip dari buku karya Maryati dan Suryawati berjudul Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XI, integrasi sosial didefinisikan sebagai suatu proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda pada masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan.

Integrasi sosial dapat terbentuk apabila sebagian besar anggota masyarakat sepakat tentang struktur kemasyarakatan yang dibangun. Termasuk juga norma, nilai dan pranata-pranata sosial lainnya.

Apa Syarat Integrasi Sosial?

Adanya integrasi sosial dalam masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan pengendalian terhadap konflik serta penyimpangan sosial yang dapat menyatukan segala unsur sosial berbeda yang ada dalam masyarakat.

Dengan adanya integrasi sosial, maka masyarakat dapat terbantu untuk menyiapkan masyarakat dalam menghadapi segala tantangan yang mungkin terjadi dalam kehidupan sosial.

Nah, suatu integrasi sosial bisa terbentuk jika memenuhi syarat khusus. Menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkoff, berikut adalah syarat terjadinya integrasi sosial, antara lain:

  • Anggota masyarakat merasa bahwa mereka sudah berhasil saling mengisi kebutuhan (fisik dan sosial) mereka. Terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan membuat semua anggota masyarakat saling menjaga keterikatan satu dengan lainnya.
  • Masyarakat berhasil mencapai kesepakatan bersama yang berhubungan dengan nilai dan norma sosial yang dijadikan sebagai pedoman dalam berinteraksi.
  • Nilai dan norma sosial yang telah disepakati berlaku dalam jangka waktu yang lama, tidak mudah berubah, dan setiap anggota masyarakat menjalankan nilai dan norma tersebut dengan konsisten.

Bentuk Integrasi Sosial

Berikut ini adalah tiga jenis interaksi sosial, yaitu:

1. Integrasi normatif

Integrasi normatif adalah bentuk integrasi yang terjadi karena adanya norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Norma menjadi hal yang bisa menyatukan masyarakat.

2. Integrasi fungsional

Integrasi fungsional ada karena terdapat fungsi-fungsi tertentu pada masyarakat. Suatu integrasi dapat terbentuk dengan mendahulukan fungsi dari masing-masing pihak dalam suatu masyarakat.

Halaman:

Advertisement