Contoh Jurnal Penutup dan Cara Membuatnya yang Baik dan Benar
Jurnal penutup termasuk jurnal yang penting untuk dipelajari dan dipersiapkan dalam kegiatan usaha. Berikut penjelasan, contoh, dan cara membuatnya.
Risiko Perusahaan tidak Membuat Jurnal Penutup
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa pembuatan laporan akhir akuntansi perusahaan sangat penting.
Terlebih bagi beberapa perusahaan yang selalu melalukan transaksi akuntansi di setiap produktivitasnya.
Bagaimana risiko yang dialami perusahaan jika mengabaikan laporan penutupan akuntansi tersebut?
Berikut beberapa risiko bagi perusahaan yang tidak membuat jurnal penutup dengan baik dan benar:
1. Siklus akuntansi tersendat karena tidak ada laporan akhir
Pernahkah kamu melihat perusahaan yang mengalami pailit dalam kurun waktu yang lama?
Salah satu faktornya bisa disebabkan oleh minimnya rutinitas pembuatan laporan untuk bidang akuntansi.
Padahal penting bagi sebuah perusahaan untuk mengelola laba dan rugi lewat sistem yang terintegrasi.
Tanpa laporan dan data yang lengkap mustahil perusahaan bisa mengembangkan usahanya dengan baik.
Terlebih jurnal tersebut dibuat berdasarkan akhir periode akuntansi sebuah perusahaan.
Apabila hal tersebut diabaikan bisa jadi siklus akuntansi pada perusahaan akan tersendat dan mengganggu kredibilitas usaha tersebut.
2. Perusahaan tidak mengetahui kinerja akuntansi
Sebuah perusahaan wajib menyusun jurnal penutup dengan benar dan susunan yang baik demi keberlangsungan keuangan di dalamnya.
Namun bagaimana jadinya jika perusahaan tidak membuat dan menyusun laporan akhir?
Tentu saja perusahaan harus mengetahui arus laba dan rugi pada masing-masing periode.
Hal tersebut bermanfaat untuk mengevaluasi kinerja bagian akuntansi pada beberapa periode yang ditentukan.
Mengabaikan penyusunan laporan penutupan juga berpotensi membuat perusahaan mengandalkan hasil kinerja lama.
Sehingga jika perusahaan mengalami kesalahan dalam penghitungan makan hal tersebut sulit dideteksi sejak dini.
3. Menghambat pengembangan perusahaan
Salah satu dampak dari tidak adanya jurnal penutup adalah terhambatnya pengembangan bagi perusahaan.
Setiap perusahaan biasanya memerlukan proses untuk berkembang dalam berbagai sektor dan bidang.
Proses pengembangan perusahaan juga harus dibarengi dengan konsep penyusunan laporan akhir yang benar.
Namun jika laporan tidak dikerjakan dengan baik dan benar hal tersebut akan memengaruhi pengembangan perusahaan.
Bahkan di dalam laporan umumnya terdapat penghitungan laba dan rugi. Jika hal tersebut tidak dicermati dengan benar bisa terjadi kesalahan data sehingga perusahaan justru mengalami kerugian.
Pembuatan jurnal juga harus dilakukan berdasarkan fakta transaksi yang terjadi dalam satu periode.
Sehingga seluruh transaksi yang berhubungan dengan hal sensitif dapat tercatat dengan baik dan maksimal.
Itulah penjelasan mengenai pentingnya laporan akhir akuntansi pada perusahaan.
Dengan melihat contoh jurnal penutup dan cara menyusun jurnal penutup di atas saat ini kamu bisa mengembangkan skill dalam bidang akuntansi.
Halaman:


