15 Contoh Kalimat Kata Sandang beserta Pengertian dan Ciri-Cirinya
Beragam contoh kalimat kata sandang sehari-hari yang wajib diketahui, yuk simak!
1. Sang pangeran berhasil membangunkan puteri tidur yang pingsan itu
‘Sang’ merupakan salah satu contoh dari keragaman perkataan sandang untuk panggilan kepada manusia, hewan, bahkan benda mati.
Biasanya, penggunaannya digunakan untuk menyindir, meninggalkan martabat, atau sekedar gurauan dalam sebuah cerita.
Dalam kalimat tersebut, memiliki arti sebagai seorang pangeran yang telah berhasil (mendapatkan/meninggikan martabat) membangunkan puteri tidur yang sedang pingsan.
Jadi, ‘sang’ pada kalimatnya memiliki arti sebagai seseorang.
2. Sang ahli waris dari keluarga kerajaan akhirnya mendapatkan haknya
Contoh kalimat kata sandang ini masih sama seperti contoh sebelumnya dimana ‘sang’ memiliki arti sebagai seseorang. ‘Sang’ juga merujuk ke makna tunggal atau merujuk pada sesosok tokoh berderajat tinggi.
Pada contoh di atas, penggunaannya masih diletakkan pada awal kalimat dengan diikuti nama orang. Jadi, penggunaannya tidak digunakan untuk mengolok-olok suatu hal atau arti dari kalimatnya masih berarti baik.
3. Sang surya telah meninggi, ratu tidur akhirnya mulai terbangun
Seperti sudah dikatakan sebelumnya, bahwa contoh kalimat kata sandang dapat digunakan sebagai bahan olok-olokan. Namun, penggunaannya diikuti dengan kata benda dan dalam contoh kalimat di atas adalah ‘surya’.
Kalimat di atas merupakan bentuk sindiran yang memiliki arti hari sudah siang, tapi seorang wanita baru bangun. Atau, bisa juga berbunyi seperti menyindir seorang wanita yang bangunnya di siang hari.
4. Perempuan cantik itu membawakan makan siang untuk sang suami yang bekerja di kantor
Ciri lain dari penulisan ‘sang; adalah menggunakan huruf kecil saat diletakkan pada tengah kalimat. Namun, kata sang dapat menjadi huruf kapital saat menuliskan unsur Tuhan.
Contoh kalimat kata sandang seperti di atas mungkin lebih sering didengar. Karena, sebagian orang memang suka menggunakan katanya di tengah kalimat seperti pada contoh tersebut.
5. Sebagai manusia, sebaiknya kita selalu berdoa kepada Sang Pencipta
Dalam contoh tersebut terdapat kata ‘Pencipta’ dimana berarti Tuhan. Oleh sebab itu, saat menuliskannya kamu harus menggunakan huruf kapital untuk menghargai serta menghormatinya sebagai pencipta makhluk hidup.
Hal ini dikarenakan dalam bahasa Indonesia serta tradisi penulisan latin dikenal menggunakan huruf kapital atau besar.
Bahkan dalam pedoman umum ejaan bahasa Indonesia, dikatakan bahwa kata Tuhan ditulis huruf besar.
Halaman:

