25 Contoh Kalimat Tanya Retoris beserta Pengertian dan Ciri-cirinya
Mungkin kalian masih bingung, bagaimana bisa ada pertanyaan yang tidak butuh jawaban. Ingin tahu penjelasannya? Simak di sini.
6. “Manusia beragama menyembah serta percaya terhadap sesuatu yang disebut tuhan hanya demi memuaskan nafsu percayanya. Bukankah begitu teman?”
Contoh bentuk lain dari pertanyaan tersebut “agama hanya menjadi organisasi untuk aktivitas ritualistik untuk memuaskan hasrat kepercayaan”.
Karena seperti diketahui jika retoris tidak semuanya merupakan pertanyaan.
7. “Membunuh manusia jadi pilihan tepat pada kondisi terdesak, tapi semuanya bergantung pada pandangan lingkungan pembunuhan terjadi. Bukankah hal itu benar teman?”
Pertanyaan di atas muncul setelah melihat berbagai kasus seseorang yang terpaksa membunuh.
Contohnya adalah seorang anak yang membunuh seseorang karena melihat ibunya diperkosa dan dipukuli. Namun, anak tersebut malah dihukum.
8. “Terlalu banyak populasi makhluk hidup di bumi ini. Bukankah itu artinya sudah waktunya Kami untuk mengurangi populasi manusia agar kembali terbentuk keseimbangan pemenuhan kebutuhan?”
Contoh kalimat tanya retoris tersebut sebagai alat introspeksi pemerintah melihat angka kelahiran Indonesia sangat tinggi.
Kelahiran tinggi dan tidak adanya kebijakan pemerintah yang tepat akan menimbulkan banyak dampak negatif.
9. “Mengapa orang yang bunuh diri dipandang sebagai seorang lemah?, bukankah butuh mental dan keberanian agar bisa melakukan hal itu?”.
Kalimat tersebut digunakan untuk membuat penerima pertanyaan berpikir bahwa, seseorang yang bunuh diri pasti memiliki masalah di hidupnya.
Sebab itu, sebagai manusia sebaiknya harus saling peduli satu sama lain.
10. “Apakah perlu jika satu negara merasa hancur? Setelah hal itu terjadi, baru menjadi sebuah negara utuh.”
Contoh kalimat tanya retoris tersebut dilontarkan setelah melihat banyak wilayah yang melakukan perang antar suku dan masyarakat setempatnya.
Apalagi mengingat sudah beberapa wilayah yang mengajukan pemisahan wilayah dari NKRI.
11. “Bukankah merancang aturan dan UU adalah sia-sia. Karena pada akhirnya, hukum di negara ini berdasar tersinggung atau tidaknya seseorang.”
Contoh kalimat tanya retoris ini berfungsi sebagai kritikan atau sindiran kepada orang-orang di luar sana.
Hukum digunakan untuk menghukum orang-orang bersalah, tapi berbeda kenyataannya dengan saat ini.
12. “Ketika sudah bekerja, melakukan, serta membuang banyak hal, tapi tidak membuahkan hasil sesuai ekspektasi. Bukankah lebih baik kamu berhenti dan meninggalkan kelelahan itu?”
Halaman:

