25 Contoh Kalimat Tanya Retoris beserta Pengertian dan Ciri-cirinya
Mungkin kalian masih bingung, bagaimana bisa ada pertanyaan yang tidak butuh jawaban. Ingin tahu penjelasannya? Simak di sini.
Pernyataan dan pertanyaan tersebut digunakan sebagai nasihat kepada seseorang.
Arti sebenarnya adalah agar seseorang tersebut mencoba hal lain, karena keberuntungan tidak hanya hadir dari satu pekerjaan saja.
13. “Mengapa sebagai sesama manusia tidak bisa saling mengerti satu dengan lainnya dan membiarkannya menjalani kehidupannya masing-masing?”
Contoh kalimat tanya retoris tersebut digunakan sebagai alat introspeksi diri. Melihat banyaknya kasus tetangga yang ikut campur dengan urusan keluarga orang lain tentu sangat mengganggu.
14. “Seorang anak dilahirkan dari Rahim ibu. Bagaimana mungkin kamu bisa tega memaki ibu yang telah melahirkan?”
Pernyataan serta pertanyaan tersebut bertujuan untuk menyindir, menasihati, serta alat introspeksi.
Masalah pada kalimat tersebut adalah seorang anak yang berani memaki dan memarahi ibu kandungnya sendiri.
15. “Kenapa kamu suka sekali menghambur-hamburkan uang? Bukankah orang tuamu bekerja keras untuk menghasilkan rupiah?”
Berangkat dari permasalahan seorang anak yang suka menghamburkan uang orang tuanya.
Contoh kalimat tanya retoris bisa digunakan sebagai alat introspeksi anak tersebut agar lebih hemat dan menghargai perjuangan orang tuanya.
16. “Di mana hati nurani kamu saat melihat saudara sendiri sedang berada dalam kesusahan?”
Pertanyaan tersebut digunakan sebagai alat introspeksi, sindiran, dan nasihat kepada seseorang.
Pesan yang terkandung adalah agar saling membantu sesama manusia, apalagi jika masih hubungan saudara.
17. “Apakah berbuat jahat itu akan menambah dosa?”
Seperti semua orang ketahui, dalam seluruh agama berbuat jahat kepada sesama makhluk hidup merupakan sebuah dosa.
Pertanyaan tersebut memiliki fungsi yakni meyakinkan bahwa berbuat jahat memang menambah dosa manusia.
18. “Apakah kamu tega melihat sesama manusia atau anak-anak itu kelaparan?”
Contoh kalimat tanya retoris tersebut berfungsi sebagai pengingat bahwa sesama manusia harus saling tolong menolong.
Pertanyaan retoris tersebut bisa saja membuat seseorang mau berbagi ke sesama manusia.
19. “Harus menunggu berapa banyak korban lagi agar jalanan diperbaiki?”
Pertanyaan yang bersifat menyindir kepada pemerintah atau seorang penanggung jawab jalanan agar memperbaiki jalan dengan segera.
Pertanyaan tersebut akan membuat seseorang berpikir bahwa sudah banyak korban karena jalanan rusak.
Halaman:
