Advertisement
Source : unsplash.com/@emmanuelphaeton

Contoh Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tingkat SMA Semi Formal dan Formal

Sudah tahu contoh karya tulis ilmiah semi formal dan formal untuk tingkat SMA? Simak artikel berikut sebagai referensi penulisanmu.

25 Februari 2024 Lailla

BAB II

Pembahasan

Keberadaan vektor Aedes Aegypti di perkotaan sangat erat kaitannya dengan air bersih dan layanan sanitasi, misalnya karena penyimpanan air, baik yang buatan manusia maupun alami.

Analisis populasi di bawah risiko air bersih yang tinggi, yang dapat mengarah pada penggunaan tempat penyimpanan sementara, baik dari air hujan atau air yang disuplai.

Setelah itu, keberadaan elemen drainase di jalan umum perkotaan terkait keberadaan (atau tidak) infrastruktur air hujan, yang memungkinkan adanya genangan air, yaitu tempat berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti juga disoroti.

Contoh Karya Tulis Ilmiah (KTI) Remaja Bahasa Indonesia yang Menarik Beserta Strukturnya

BAB III

Penutup

Kesimpulan

Disimpulkan bahwa dampak negatif dari kurangnya akses universal terhadap penyediaan air bersih dan layanan sanitasi pada DBD dan penyakit nyamuk lainnya dijumpai di semua kota, wilayah, dan populasi terlepas dari tingkat perkembangannya.

Selain itu, analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa kurangnya sistem pengelolaan air hujan perkotaan dapat menjadi komponen penting penyediaan air bersih dan layanan sanitasi dalam mencegah proliferasi penyakit demam berdarah.

Referensi: https://agupubs.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1029/2022GH000653

Contoh Kajian Pustaka Beserta Cara Membuat, Jenis, dan Manfaatnya Lengkap

Contoh Karya Tulis Ilmiah Formal

Karya tulis ilmiah formal ditulis dengan mengikuti aturan resmi yang berlaku, mulai dari bahasa yang digunakan, penomoran dalam karya tulis, serta tata letak yang unsur-unsur kelengkapan akademisnya lengkap.

Contoh karya tulis ilmiah formal adalah skripsi, tesis, dan disertasi.

Judul: Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Volume dan Kualitas Udara di Perkotaan

BAB I

Pendahuluan

Saat ini, banyak kota di dunia mengalami penurunan kualitas udara yang terus memburuk, karena peningkatan populasi dan aktivitas manusia, yang mengakibatkan emisi polusi (Borck & Schrauth, 2021).

Di Indonesia pada tahun 2019-2020, banyak stasiun kualitas udara yang melewati nilai ambang batas berdasarkan World Health Organization (WHO), misalnya pada kadar NO2, SO2, dan CO tahunan (Brontowiyono et al., 2022).

Latar Belakang

Kualitas udara yang buruk secara signifikan mempengaruhi kehidupan dan kesehatan manusia sehari-hari. WHO melaporkan lebih dari 90% populasi global tinggal di daerah dengan tingkat kualitas udara rendah.

Di Indonesia, sekitar 65 juta orang terpapar kondisi kualitas udara yang tidak sehat pada tahun 2015 (Crippa et al., 2016).

Banyak penelitian telah mengungkapkan hubungan yang kuat antara paparan polusi udara dan efek kesehatan yang buruk bagi orang yang tinggal di perkotaan, terutama di dekat jalan raya dan jalan raya di sekitarnya (Alam et al., 2018; Kuerban et al., 2020). Lalu lintas perkotaan atau lalu lintas jalan merupakan salah satu masalah utama pencemaran udara di perkotaan (Rossi et al., 2020).

Rumusan Masalah

Bagaimana dampak pandemi Covid-19 terhadap volume dan kualitas air di perkotaan?

Tujuan Penelitian

Mengetahui dampak pandemi Covid-19 terhadap volume dan kualitas air di perkotaan

Halaman:

Advertisement