8 Contoh Konflik Individu dengan Kelompok Sosial beserta Penjelasannya

Konflik merupakan suatu proses sosial yang terjadi, baik di antara dua orang ataupun kelompok yang berusaha untuk mempertahankan argumennya masing-masing.

07 Oktober 2023 Ikki Riskiana

8 Contoh Konflik Individu dengan Kelompok Sosial beserta Penjelasannya – Terjadinya konflik termasuk proses sosial, yang mana salah satu pihaknya akan berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkannya.

Permasalahan tersebut bisa saja terjadi baik antara individu dengan individu, individu dengan suatu kelompok, bahkan kelompok dengan kelompok lainnya.

Namun secara umum, konflik bisa terjadi akibat adanya perbedaan suatu interaksi sehingga menimbulkan pertentangan.

Contoh Konflik Individu dengan Kelompok Sosial yang Sering Terjadi

Contoh Konflik Individu dengan Kelompok Sosial beserta Penjelasannya
pexels.com/@liza-summer/

Pada intinya, konflik tak hanya akan memberikan dampak negatif saja, namun terkadang juga bisa memberikan dampak yang positif. 

Pengertian konflik secara etimologis, kata konflik yang asalnya dari Bahasa Latin yakni “con” dan “figere”. Dimana kata “con” yang berarti bersama, sementara “figere” yang berarti arti memukul.

Namun dalam KBBI, entri “konflik” bisa berarti sebagai percekcokan, perselisihan, serta pertentangan.

Sehingga, kamu bisa menyimpulkan bahwa konflik adalah suatu kondisi saat ada dua ataupun lebih pandangan, kepercayaan, keinginan, kepentingan yang berbeda, nilai, tidak selaras, berseberangan, bahkan juga tidak sejalan.

Salah satu jenis konflik yang sering terjadi yakni konflik individu dengan kelompok. Umumnya, konflik terjadi akibat adanya perbedaan yang ada pada kehidupan sehari-hari.

Misalnya seperti perbedaan budaya, fisik, kepentingan, nilai, kebutuhan, emosi, dan pola-pola perilaku yang ada di masyarakat.

Perbedaan-perbedaan yang ada bisa memicu sebuah konflik sosial saat sistem sosial masyarakatnya tidak bisa mengakomodasi perbedaan tersebut.

Saat individu atau kelompok memiliki keinginan yang sama dengan individu atau kelompok lainnya, bisa tercipta kompetisi. Adapun proses kompetisi yang berlebihan akan mengakibatkan sebuah konflik.

Sama halnya saat individu atau kelompok memiliki keinginan berbeda dengan individu kelompok lainnya, maka perselisihan akan terlahir.

Perselisihan nantinya bisa berujung pada konflik jika tidak bisa diselesaikan. Ada banyak cara pandang terhadap konflik sosial dalam masyarakat.

Oleh karena itu, konflik sosial juga tidak selalu dianggap sebagai hal yang negatif.

Dalam kehidupan masyarakat, konflik juga bisa menjadi proses instrumental yang mengarah terhadap pembentukan, penyatuan serta pemeliharaan struktur sosial.

Bahkan adanya konflik, kelompok bisa memperkuat kembali identitas dan solidaritas dalam anggotanya. Berikut ini adalah beberapa contoh konflik individu dengan kelompok yang seringkali terjadi.

1. Konflik Rumah Tangga

Contoh konflik yang sering terjadi yakni masalah dalam rumah tangga atau keluarga.

Dalam hubungan berumah tangga, memang sering muncul konflik antara anggota keluarga. Baik konflik antar anak dengan orang tua, bahkan antara suami dan istri.

Pada umumnya, permasalahan ini lebih mudah untuk diselesaikan dengan cara sistem kekeluargaan dan sikap saling pengertian dalam anggota keluarga. Misalnya seperti konflik anak dengan kedua orang tua.

Namun, kejadian tambah memburuk jika konflik pribadi ini tak kunjung diselesaikan, bahkan saat hanya membiarkannya berlarut-larut.

Tak jarang, konflik rumah tangga yang tak kunjung dibicarakan justru mengakibatkan selisih paham hingga ke ranah pengadilan.

2. Konflik Hutang Piutang

Masalah hutang piutang juga termasuk salah satu contoh konflik individu yang memang seringkali terjadi di masyarakat. Misalnya seperti konflik antara seseorang yang berhutang dengan pihak bank.

Munculnya konflik akibat tidak adanya rasa tanggung jawab dari satu pihak yang terlibat transaksi hutang piutang.

Umumnya, hal ini terjadi pada saat pihak peminjam uang mengalami kesulitan untuk mengembalikan uang yang sudah dipinjamnya dengan berbagai alasan.

Alasan tersebut sangat beragam, mulai dari belum memiliki uang, malas membayar, maupun lupa untuk mengembalikan uang yang sudah dipinjamnya.

Dari permasalahan tersebut, tak sedikit dua pihak menjadi kurang harmonis dan saling bermusuhan, bahkan ada yang akhirnya menuju ke ranah pengadilan.

3. Konflik Batas Tanah

Batas tanah bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya perselisihan antara dua orang yang memiliki lokasi bidang tanah saling berdekatan.

Biasanya pemicu dari perselisihan ini awalnya dari rasa tak terima atas pemindahan batas tanah secara sepihak oleh salah satu orang yang berhubungan kasus tersebut.

Contoh konflik individu dengan kelompok ini bisa dengan cepat diselesaikan.

Namun jika membicarakannya dengan kepala dingin, baik secara kekeluargaan maupun perdata dari salah satu pihak dengan pihak keluarga terkait.

Close